Jumat, 15 Maret 2024

SAKAYAH HAMANGKURAT Novela Karya : Gabriele Richard (Sujoko)














Bab 1 Safira Gadis Des


Pegunungan sejuk,dari kejauhan hanya lengkungan lengkungan hijau Tapi siapa sangka, di hamparannya,kehidupan manusia yang mempertahankan diri dari kehancuran,tergelar.

Rumah rumah berjajar seperti petak mainan,sementara sungai sungai melingkari desa dan suara percikannya terdengar menyentuh rasa,jiwa raga menjadi sejuk disekelilingnya.

Bila kita melintas disana,meski jalanan menanjak dan menurun,kerapihan rumah rumah dipegunungan itu tetap terjaga .Kadang terlihat didepannya kolam kolam ikan yang dikelilingi pohon pohon talas.

Tidak sedikit juga rumah rumah yang di halamannya dipenuhi tetumbuhan sayur mayur dan buah .Tetapi kebanyakan ,halaman rumah menjadi sarana jemur padi dan kelapa untuk dibuat kopra.

Saat ini kita mengawali cerita dengan memperhatikan sebuah tembok bersih ,dikelilingi kebun buah,dan ada sedikit pekarangan yang menjadi halaman depan dan samping.

Rumah itu rumah Safira ...

Safira terlihat sangat konsentrasi menyulam sebuah kain,ia hanya memakai kaus oblong dan jeans agak lusuh.Di meja samping ada beberapa potong ubi goreng dan secangkir teh.

" Safi,pulsa listrik sudah kamu beli ?" Ibunya berseru dari arah dapur.

" Sudah Bu,tadi saya beli pulsa listrik sekalian paket Telkomsel buat ayah " jawab Safira sambil menghentikan menyulam

" Uangnya pakai uang siapa?" tanya ibunya lagi

" Nggak pakai uang kontan,saya transfer dengan saldo BNI saya " Safira menjawab lagi

" Koq uang ibu ada yang kurang ??" ibunya bertanya lagi,kali ini ia keluar sambil membuka buka isi dompetnya

" Ibu tadi beli gas,suruhan Mang Ugi " jawab Safira.Ia tahu ,ibunya memang pelupa

Ia menyulam lagi saat ibunya masuk tidak membalas kata katanya. Beberapa kali ia mengipas ngipaskan buku tipis di meja itu ,supaya ubinya segera dingin.

Sesekali ia menengok ke atas,menatap langit untuk mengetahui kemungkinan hujan .

Ia memang menyulam di samping rumahnya di bawah jendela kayu.

Ada satu pintu dari luar untuk masuk halaman samping,pagarnya hanya bambu setinggi pinggang .

Seseorang mencoba membuka pintu dengan pelan,tiba tiba ia batal dan jongkok untuk menyembunyikan diri saat da gerakan Safira yang mungkin akan menengok arahnya.

Setelah dirasa aman,ia kembali menyentuh pintu itu dan masuk tanpa menutup lagi.Ia bernama Nanda,cewek tetangga seumuran Safira

Usai menutup pintu ,ia menari nari kocak seraya mendekati Safira yang seketika itu terbahak bahak memilhat kekonyolan tariannya

" Begitu kan, gerakan tari untuk pagelaran di kabupaten Minggu depan?" Pertanyaan banyolan terlempar begitu saja saat ia disamping Safira seraya mengawasi sulamannya

" Ya bukan yang begitu begitu laah..kalau kamu kocak kocak didepan teman teman,nanti di kiranya kamu malas ikutan " Safira mengomentari ,tapi sesaat ia berpaling tanpa melihat lagi sebab ia harus menyulam dan butuh fokus

" Memang aku malas.Tapi Sa,....nanti kalau di tempat latihan,kamu jangan bilang kalau aku sebenarnya malas ikut ikutan mereka ..." kata Nanda serius

' Nggak takut ditinggal Hernowo lagi? Dulu Hernowo pernah ngambek kan? Dan pernah ngancam akan pergi Jakarta selamanya,kalau kamu nggak mau respon dan bagi kontribusi pada budaya daerah kita ,betul? " tanya Safira

" Bukan aku ogah dan nolak budaya kita,tapi...aku harus jaga eyang putri.Ia 24 jam harus diawasi.Pikirannya sudah kembali jadi balita. 

Kadang ia menggunting bajunya sendiri,...sering juga makan plastiknya kalau diberi kue,kuenya? Dibuang" Nanda menjelaskan keadaanya..

" Kenapa kamu tidak mengutarakannya pada pelatih di sanggar kita? Setidaknya dia yang bisa meniadakan nama kamu dari daftar peserta pagelaran.." Safira agak keheranan.

" Pernah aku sampaikan,tapi ...Hernowo menyangkal alasanku .Aku bilang bahwa aku harus jaga eyang .Tapi Hernowo bahkan dia bilang kalau aku yang paling suka keluar rumah dan tidak perhatian keadaan eyang di umah " jawab Nanda agak kesal


" Itulah hikmahnya.Kalau mencinta seseorang ,sebaiknya yang mengerti dan membela keadaanmu....Aku nggak nyangka,temanku kena musibah " Safira menasihati dengan kelakarnya

" Hah?musibah??...gempa kaliiiii ?"

Keduanya bercanda lagi sampai bosan sendiri masing masing,dan Nanda pamit pulang.


Di pintu ,Safira dan Nanda bertanya jawab lagu,sebelum benar benar berpisah


" Sekarang siapa yang jaga eyang putri?" Safira bertanya


" Ibuku,manggil adiknya yang dikota,kebetulan sedang cuti kerja sebulan" jawab Nanda

Safira turut merasa agak lega,ia menutup pintu samping dan memberesi sulamannya untuk di bawa kekamar .

Senja sesaat lagi tiba



Bab 2 Misteri Hantu Jama'ah Pengajian


Malam hari, saat kumandang adzan sholat Isya bergema,seorang tukang bakso menghentikan gerobaknya.Ia berkeliling jualan di desa Safira

Saat Safira dan penduduk desa lain sedang bersiap tidur agar esok hari bisa bekerja tanpa kesiangan

Tukang bakso yang berpenampilan sederhana,ia mengenakan celana hitam dan hem atasnya batik bermotif bunga,rupanya ia orang baru,sehingga ia tidak tahu bahwa rute yang dilalui adalah jalan buntu,kedepannya hanya setapak yang terlihat gelap.Dan,di samping setapak itu ada gundukan gundukan tanah jasad yang dikubur.

Tukang bakso itu sadar bahwa ia sedang di komplek pekuburan umum.Maka ia berniat balik arah .Tadinya ia dari arah bawah pegunungan ,dan menaiki jalan lebar memukul mangkuknya setiap berhenti.

Sewaktu ia bersiap memutar ,tiba tiba saja ada mobil bak hijau yang masih baru,berhenti di sampingnya.

Beberapa orang turun dari bak mobil itu,seluruhnya berbusana Islami

" Pak,tolong buatkan bakso,jangan ada yang pedas.Itu orang berumur semua " Sopirnya memesan

Tukang bakso itu,senang sekali ada rejeki dark orang orang salih,maka ia membuatkan bakso sekaligus lima mangkuk,kemudian lima mangkuk lagi Semuanya dua belas mangkuk.

Sopir itu setelah makan ,ia sendirian berjalan kearah setapak yang gelap.Tapi hanya sebentar...Ia kembali untuk membayar bakso yang dipesannya.

Tukang bakso itu menebak dalam hati,bahwa pelanggan barunya bertempat tinggal di arah dalam setapak itu.

Lalu,ia benar benar memutar gerobagnya untuk pergi setelah mencuci mangkuknya.

Sayang,ia tidak melihat ketika seluruh penumpang mobil bak hijau itu muksa bersama mobil dan sopirnya.

Dan iapun tidak menyadari bahwa uang yang ia terima hanyalah daun daun rambutan hijau .Didalam pengelihatannya,daun daun itu adalah uang

Karena merasa bahwa jualan baksonya tadi hanya tinggal lima belas mangkuk.Maka sisa tiga mangkuk itu membuatnya ingin pulang

Iapun terus mendorong gerobak baksonya menempuh jarak agak jauh dari tempat tadi 

Dan setelah selesai menuruni jalan pegunungan ,ia sampai di jalan besar. Kemudian ia mampir kesebuah toko sembako untuk membeli kebutuhan besoknya.

Saat dagangan dihitung,ia membayar kepada pemilik toko.

Pemilik toko itu terbahak bahak,dikiranya tukang bakso itu mengajaknya becanda

" Bapak ini tukang becanda,masa saya dibayar daun?" pemilik ruko itu menegur dengan keinginannya membuat candaan juga

" Mana ada tukang bakso bayar pakai daun" balas tukang bakso itu seraya bersiap pergi

" Lho ,pak!! Nanti dulu!! ini serius..sampean bayar daun untuk barang dagangan saya .!!" Seru si pemilik ruko serius marahnya.

Dan tukang bakso itu menoleh,ya ampuuun!!Sungguh hanya daun yang ada di tangan pemilik toko

Tapi tukang bakso itu ketawa,dikiranya pemilik toko itu bercanda juga.

Maka iapun ingin pergi lagi.

Hanya saja,sebuah pukulan benda keras tepat mengenai kepalanya,sehingga ia terhentikan

Iapun pingsan dan sebab pendarahannya serius,beberapa orang yang tadi menyaksikan ,segera membawanya ke rumah sakit .

Polisi sigap ,segera mengunjungi rumah sakit yang baru menempatkannya diruang IGD saja .Penjual toko yang memukulnya , tidak berani mengantar,tapi ia sudah menyerahkan diri ke polisi .

Dari penyerahan diri itu,polisi mengetahui adanya korban dirumah sakit

Tetapi naas,penjual bakso itu meninggal dunia.Para saksi yang mengantarnya,sama sekali tidak tahu menahu hal apa soal uang daun .

Kasus itu menjadi viral sebagai kekerasan seorang pemilik toko sembako yang akan ditipu oleh pedagang bakso.


Bab 3 Kegiatan Positif Remaja Desa


Nanda bertemu Safira di sanggar tari ,ia ditemani Hernowo ,pacarnya .Hernowo saat itu mengenakan baju surjan khas Jawa Tengah ,Saptoro,seorang pemain gamelan yang menyusul datang hanya mengenakan kaus hitam

"Sa....kamu dengar ada tukang bakso meninggal dipukul orang?" tanya Nanda .

" Tidak,sama sekali aku tidak tahu kejadian itu.." jawab Safira

" Masa iya kamu tidak tahu?? Tukang bakso itu dipukul pemilik toko ,gara gara bayar dagangan pakai daun.." Nanda berceritera sedikit

" Ya itu orang salah ..kenapa bayar pakai daun?" Safira keheranan

" Kata orang,tukang bakso itu tadinya jualan sampai dikuburan desa kita,mungkin dia diborong oleh hantu " Nanda menebak.

Safira berfikir sejenak,Hernowo yang tadi pergi sebentar membeli minuman,tidak tahu menahu cerita dua gadis itu.

Safira ingin mengatakan sesuatu,tapi Herno mendahului bicara pelan.

" Nda,siang ini ,saya harus menemui pedagang sapi yang janjian kemarin dengan bapakku ,kalian kalau mau latihan,biar pakai audio dulu..." Hernowo berdiri dan pergi setelah ia bicara barusan

" Nda .penting mana? Sapi bapaknya apa kamu dimata Hernowo?" Safira becanda

" Penting duitnya ..ada aku kalau nggak ada duit,tentunya akan berantem doang" Nanda balas candaan Safira. Keduanya terbahak bahak.,tapi hanya sebentar sebab mereka kedatangan seseorang

" Selamat siang semuaaa.."

Sapa yang baru hadir,ia pak Willy,pelatih tari mereka yang mendirikan sanggar tari di berbagai desa .Ia agak berpenampilan rapih,jeans biru dan kaos oblong berlukiskan batik kembang ganyong,sejenis tumbuhan penghasil umbi

Kembali tentang hal sanggar tari pak Willy diberbagai desa,konon pendirian sanggar tari itu atas permintaan mendiang guru tari dan kakeknya yang mantan pejabat tinggi Ia diminta untuk melestarikan budaya daerah,supaya masih di hayati oleh generasi generasi selanjutnya

" Selamat siang juga ,pak Willy " Safira dan Nanda menjawab seramah mungkin

" Kalian sudah dipersiapkan menari di pendopo Kabupaten ,siapa yang akan merancang kostumnya? " tanya pak Willy yang selalu memperlakukan muridnya dengan tidak merendahkan.

Safira dan Nanda saling memandang,dan sikut Nanda mengenai punggung Safira Nanda sengaja ia menyentuhkan sebagai isyarat agar Safira menjawab

Safira memelototi Nanda ,tapi seraya ia menjawab

' Saya bisa mendesain pak,tapi biayanya mahal.Kami sehari hari hanya memiliki uang pas untuk sekedar menutup kebutuhan "

Jawaban Safira membuat pak Willy agak masam,tapi kemudian ia tersenyum.

" Saya ada usul pak Willy," Saptoro tiba tiba menyela .

Pak Willy mempersilahkan bicara dengan isyarat tangan.Saptoro mencari tempat duduk agak maju ,kemudian bersiap bicara

" Bagaimana,jika kita membuat serkiler donasi ,dibagikan seluruh warga desa ini. Saya kira akan dapat menutupi kebutuhan kostum.

Pak Willy menghela nafas,berfikir untuk menyetujui Tapi Safira menginterupsi

" Saya kurang setuju ,pak. Alasan pertama,warga desa ini telah memiliki kewajiban iuran pemeliharaan pengajian berikut Taman Pengajian Al Qur'an ya.Itu juga dalam kondisi warga yang kebanyakan mengandalkan tunjangan bansos sebagai penyambung hidup.

Dan alasan kedua..

Budaya adalah sesuatu yang di praktekkan disaat pelaku budaya memiliki kelebihan biaya kebutuhan.Apabila untuk menggelar budaya,kita harus menadah tangan,nantinya budaya akan menjadi momok menakutkan atau simbol derajat rendah .."

Pak Willy tersenyum lega atas kalimat Safira ,ia dalam hati membenarkan,tapi ia tidak tahu jalan keluar masalah biaya kostum.Maka ia memutuskan demikian ,

" Masalah biaya kostum,nanti saya bicarakan bersama pak lurah.Saya juga tahu bahwa anggaran untuk pagelaran group kita,hanya cukup untuk transportasi dan sedikit honor,sabar saja kalian "

Pertemuan itu berlanjut dengan latihan menari ,sebab para anggauta sanggar sudah lengkap berdatangan.Karena latihan yang berdurasi panjang,pak Willy bersiap pulang sesuai shalat Maghrib berjamaah bersama anggauta di sanggar itu .

Dengan perasaan yang puas melihat hasil latihan tadi,pak Willy pamit pulang kepada asuhannya


Bab 4 Pak Wily Hilang Misterius


Pak Wily mengendarai sepeda motor dan meluncur menuruni jalan pegunungan itu.

Sepeda motornya tiba tiba mati mesin ketika hampir sampai di jalan raya.

Iapun berusaha menyalakan lagi,tapi berkali kali gagal

Tiba tiba,sebuah mobil pickup hijau,berhenti di dekatnya.Dibak mobil itu terlihat beberapa orang berbusana muslim .

Sopirnya turun

" Pak,arah ke rumah pak lurah yang mana? " tanya sopir itu. 

" Naik saja,lurus dan kalau ada kebun sayur,belok kekiri.Duapulun lima meter dari belokan,sampai Rumahnya bercat putih dan ada ukuran dipintu.

Sopir itu ,bicara dulu dengan penumpangnya.

" Terimakasih pak,kami akan ke pak lurah nanti,sekarang kami akan ke desa lain dahulu.

Kalau bapak ingin sepeda motor kami tolong bawakan,kami tidak keberatan " kata sopir itu.

Pak Willy menghitung jumlah penumpang,dan jika ia ikut didalamnya berikut motornya,masih cukup.Maka ia setuju.

" Waah,saya ketolong ,terimakasih sebelumnya.." pak Willy mengangkat motornya keatas back pickup,dibantu sopirnya.

" Sebentar,saya menelpon dulu.." kata pak Willy sebelum mobil berangkat.

" Haloo ... Asalamu'alaikum pak Lurah .

Saya Wily ,ini saya kendaraan bermasalah,untung ada yang menolong...oh ya,dari rumah saya ,besok pagi saya akan segera pulang ke kota saya ..mungkin dua Minggu.

Jadi,jika anak anak mencari,suruh mereka berlatih sendiri...Mereka sudah siap tampil...

Dan tolong,jangan ada yang menelpon saya,... Wasalamu'alaikum.."

Entah sebab apa,tiba tiba pak Wily tanpa sadar menelpon dengan kata kata yang tidak ia ingin katakan..ia pun hanya menggunakan pesan suara,dan segera mematikan hp nya.

Tak lama mobil melaju lambat,pak Willy merasa sedang di jalan raya,tetapi ..

Bagi orang yang melihat ,mereka hanya melihat bayangan hitam bergerak cepat dan hilang dipinggir jalan raya

Pak Willy menjadi korban culik hantu.


****

Nanda menarik baju Hernowo dari belakang,selagi pria itu bincang bincang dengan orang orang disebuah kerumunan pasar.Tarikan baju dari Nanda tidaklah kuat,hanya isyarat agar Hernowo meninggalkan kerumunan itu untuk bersamanya

" Ada apa? Aku masih tawar menawar dengan calon pembeli sapi bapak,kalau memang ada yang harus dibicarakan,ya nanti kan bisa" Hernowo protes

" Oh ,harus gitu?? Okey...aku tak urusan sendiri.Itu menyangkut kamu juga,koq " Nanda tidak terima diprotes.Hernowo mengalah.

" Itu ada warung makan ,kita kesitu dulu..disana sepi,sambil makan kamu bisa cerita " sekarang Hernowo yang menarik baju Nanda pelan ,membimbing kedalam warung .

" Ini keterlaluan,semalam pak Wily telpon ke pak lurah,dia bilang ,pagi tadi otw ke kotanya,dua Minggu dia akan di kampung halaman.Lha kita bagaimana?" Nanda mengeluh demikian saat menunggu pesanan di warung.

Hernowo agak terlihat kaget,tapi ia tersenyum dan mulai mencoba menenangkan Nanda.

" Mungkin sekali,pak Wily merasa pesimis akan biaya kostum,jadi dia menghindar dari suasana bermasalah.Kita harus maklum " kata Hernowo dengan lagak searif mungkin

Nanda mulai tenang,dan ia berfikir sejenak untuk menemukan cara memperoleh biaya kostum.Tiba iba ia seperti sangat girang

" Aku ada ide bagus.." kata Nanda

" Apa ?" tanya Hernowo singkat

" Argumen Safiramenolak serkiler donasi,memang tepat.Dan jika kita bisa memanfaatkan situasi keuangan orang didesa kita,kostum bisa dibiayai.." Jawab Nanda.

Hernowo tertarik untuk mendengar lebih lanjut,ia pura pura diam,tapi maksudnya berharap Nanda segera menjelaskan idenya

" Kita buat daftar hasil tani dan kebun ,juga ternak orang desa kita,lalu kita beramai ramai menjual dari pintu ke pintu..ya kan? Masuk akal??" Jawaban Nanda,sebuah solusi yang paling akurat .,Hernowo menjabat tangan Nanda ,tanda mendukung.

" Bagaimana kalau secepatnya kita kumpulkan teman teman dan langsung bekerja?" tanya Hernowo

" Lebih cepat ,lebih baik "


****


Safira dan temanya sibuk menjajakan berbagai ubi,ikan beras dan sayuran . Mereka menawarkan dagangan itu dengan gerobag dorong .Perjalanan mereka berjualan,sejak di jalan raya ujung jalan desanya,hingga di depan pasar

Ternyata usaha menghasilkan...setiap tiba di depan pasar,dagangan sudah habis terjual.Sehari bisa tiga empat kali muat dagangan ke gerobag.

Selagi jualan,Safira merasa harus dan ingin berteduh sesaat.Iapun mencari ruko di pasar yang menghadap jalanan.Ia berdiri di depan sebuah toko emas.

" Masuk saja ,nak...kalau berdiri disitu akan disangka calo emas.Nanti malah diajak ribut oleh calo calo emas disini " tiba tiba dari meja kasir sebelah etalase,seorang bapak berpeci mempersilahkan Safira masuk Di mejanya terdapat sebuah Al Qur'an yang sedang dibaca.

Safira malu malu menuruti bapak itu.

" Permisi,numpang berteduh sebentar pak,cuacanya panas dan membuat saya harus,jadi saya tadi berteduh untuk minum sebentar " Safira menjelaskan

' Anak ini,ikut rombongan anak anak muda jualan ,seperti untuk kepentingan sosial ,betul??' baik itu bertanya

" Betul ,pak..kami membutuhkan dana untuk membeli kostum tari.." jawab Safira jujur

" Tentu,anak ini masih belum bekerja pada siapa siapa? Maksudnya ,belum bekerja di perusahaan atau kantor manapun,?"bapak itu bertanya lagi.

Safira mengangguk,dan bapak itu mengamati Safira lebih cermat lagi.

"Kebetulan,saya belum punya asisten di sini,apa anak suka kalau bapak pilih untuk bekerja disini?" tanya bapak seperti untuk meyakinkan bahwa pekerjaan ditokonya sangat butuh Safira

Safira sangat berbahagia dengan tawaran itu.

" Saya suka ,pak...hanya saja,saya belum punya pengalaman menjual emas " jawab Safira menyiratkan persetujuannya

" Nanti bapak ajari,dan saat ini masih pertengahan bulan,sebaiknya bulan depan anak mulai bekerja " bapak itu mengakhiri percakapannya

Safira menyalami bapak itu dan berlari kearah teman temannya yang sudah lama menunggu


****


" Hernowo,kamu masih ingat kaus pak Willy kemarin? Sepertinya batiknya bagus untuk pria..bagaimana kalau batik kembang ganyong itu untuk dasar kostum pria?" Bertanya Safira pada Hernowo di saat mereka di samping rumah Safira ,bersama teman sanggar komplit.

" Saya kira bagus...itu saja untuk kostum kami " Hernowo menjawab

Nanda menyerahkan sebuah map berisi keras HVS beberapa lembar .Yang bagian depan berisi daftar barang dan pemiliknya serta jumlah uang pemasukan ,dan laba niaga mereka.

" Jumlah uang kita mencukupi pembelian kostum,sekaligus menjahitnya.Itu keras kosongnya bisa kamu pakai untuk menggambar desainnya " kata Nanda.

Saptoro menyerahkan pulpen,dan lainnya berlatih tari untuk melancarkan gerakan .

Beberapa hari kemudian,anggauta sanggar tari itu sudah memiliki kostumnya dan mereka sudah sangat menguasai gerakan tari serta iringan gamelannya.


Bab 5 Mistery Hilangnya Penari Pria


Kelompok penari terdiri dari Safira,Nanda dan beberapa orang gadis belia,turun dari kendaraan ,mereka lalu mengikuti beberapa orang berseragam dinas, beriringan menuju sebuah aula kantor lurah.

" Lho,mana pengiring musik gamelan kalian?" tanya pak lurah saat bertatap muka dengan para penari itu.

Mereka tadi sebenarnya telah menunggu pak lurah masuk aula cukup lama ,hingga ada sebagian yang make wajahnya luntur oleh keringat dan air minumnya.

" Ngapunten pak,tadi para pengiring gamelan mengambil jalan pintas,lewat jalan pemakaman untuk menuju kesini " jawab satu penari setelah memperbaiki make-upnya.Ia adalah Ning

" Jalan kaki?? Yaaach...kelamaan..!"pak lurah agak kecewa

" Bukan pak,mereka bawa ikut mobil bak hijau ,menumpang maksudnya ." penari itu menjawab lagi.Yang lainnya ada yang sedang bangkit berjalan mencari kamar mandi dan ada pak Carik yang menyalakan rokok,kemudian keluar .

" Wiiiis,angel....susah ini! Jalan kuburan itu kan kesininya harus jalan kaki,mobil hanya sampai di depan saja .." pak lurah terhenyak di kursinya.

Para penari itu agak panik,takut pak lurah marah dan membatalkan pekerjaannya ,jika benar benar penabuh gamelan itu terlambat

Salah satu perangkat desa,memberanikan diri bicara

" Mohon ditunggu saja ,pak lurah..jalan itu dekat ,hanya 200 meter.."

Pak lurah mengangkat bahu dan mengangguk,sebagai jawabannya.

" Ingat,acara di kabupaten jam sepuluh siang,sekarang jam delapan,harus segera kita serombongan tiba di sana jam setengah sepuluh..." pak lurah mengumumkan dengan wajah tegang.

Menit demi menit terus bergulir,tapi belum juga rombongan penayagan itu muncul.

Semua tegang..

Pukul sembilan lewat,belum juga ada tanda tanda kehadiran mereka ,mereka semakin panik.

Pukul setengah sepuluh,pak lurah kehilangan kesabaran

" Kalian tunggu di sini,saya berangkat dulu dan kalau kurang lima menit belum muncul,saya batalkan.."

Tanpa berkata kata lagi,pak lurah meninggalkan rombongan penari dan pe desa nya..

" Coba tak cari kesana .." pak Carik berinisiatif,ia di ikuti oleh Nanda ,keluar aula menuju jalan setapak tembus pemakaman .

Aneh,mereka tidak bertemu siapa siapa. Di depan makam mereka hanya bertemu seorang penyabit ,ia sedang menyabit rumput untuk kambingnya.

" Pak Dhe,tadi ada mobil bak kesini?" tanya pak Carik.

Orang itu berbalik,

" Oh,pak Carik? Ngapunten,mboten enten mobil liwat,...maksudnya,tidak ada mobil kesini,saya dari sejak sejam lalu menyabit disini" jawabnya.

Nanda panik,demikian juga pak Carik

" Matur nuwun,terimakasih. .saya mau tanya lagi ke yang lain" kata pak Carik seraya menggandeng tangan penari yang mengikutinya untuk berjalan lebih cepat.

Hingga mereka berjalan agak jauh dan menanyai beberapa orang yang ditemuinya,semua menjawab yang tidak diharapkan.

Suasana tidak nyaman meliputi seluruh orang desa itu .Sebab,hingga tengah malam rombongan pemain gamelan itu belum kembali kerumah masing masing dan belum ditemukan.

" Bagaimana ini ,kang,?? Saptoro dan teman temanya hilang...apa mereka di bawa mobil yang kebetulan orang hajatan di kota yang minta mereka untuk menghibur?" tanya seorang ibu dari salah satu rombongan pengiring gamelan itu

" Coba beritahu pak lurah untuk bertanya polisi,mobil bak hijau itu punya siapa .." jawab suaminya.Isterinya bergegas keluar rumah untuk menghadap lurahnya,ia ditemani anak bungsunya yang umur enam tahun

Pak lurah ,yang ditemui masih mengenakan seragamnya,saat itu jam lima sore.

" Bapak lurah,suami saya mengusulkan untuk bapak menghubungi polisi,menanyakan siapa pemilik mobil pickup hijau itu.Supaya kita mendapat titik terang keberadaan anak anak "

" Saya memang akan melakukan hal itu,tapi nanti ..."

Pak lurah yang menyetujui usulan itu,segera menelpon polisi..

Terlihat dia berbicara di telpon.Kemudian meletakan gagang telpon seraya menatap ibunya Saptoro

" Dari kepolisian ,kita disuruh tunggu sebentar .duduk saja dulu" kata pak lurah selesai menelpon.

Ibunya Saptoro menurut ,tapi wajahnya tetap menampakan kesedihan dan penuh hara

Pak lurah mengangkat telpon ketika ada deringan di pesawat telponnya ,saat ia mendengarkan tiba tiba terlihat sangat terkejut,..iapun menutup telponnya dengan sangat pelahan

" Bune Saptoro..sampean pulang dulu,nanti saya ajak rembug bapak bapak untuk membahas pernyataan polisi itu,segera..malam ini" kata pak lurah kemudian.Tentu ibu dari Sapto segera pulang.


****


Sebuah rumah agak bagus,bercat putih dan kusen pintu jendelanya terplitur halus.Daun pintunya kayu yang memiliki ukiran tanggung .

Didalamnya,pak lurah sekeluarga beserta para orang tua kelompok tari desa itu,berkumpul di ruang tengah.

" Saudara saudaraku .

Ini untuk kalian perhatikan baik baik..

Saya tadi secara resmi melapor ke polisi,perihal hilangnya putera putera kalian

Alhamdulillahirobbil 'alamiin...laporan sudah diterima dan sah,sebab hilangnya sudah lebih dari 6 jam hanya untuk sesuatu yang hilang menuju tujuan yang hanya butuh waktu satu jam." Kata pak lurah di awal pembicaraan

" Alhamdulillahirobbil ' alamiin " serempak yang hadir berhamdallah.

" Jangan memotong kalimat saya dulu ...

Begini....

Polisi yang menanggapi info tentang mobil yang di katakan Safira dan temannya adalah mobil pickup hijau ..

Dan menurut Safira ,adalah masih kendaraan yang masih baru,seperti baru keluar dari dealer.

Saudara ..setelah di teliti ciri cirinya,dan sampai saat ini belum ada yang merasa memiliki mobil seperti itu ..

Juga didata polisi,tidak ada pemilik mobil seperti itu ...maka ,dipastikan bahwa mobil itu adalah Mitsubishi Colt T 150...produksi tahun 1976

Anehnya...koq ada yang punya masih baru di tahun 2024 ini..." Pak lurah berhenti sejenak

" Apakah mungkin pemiliknya ,pernah membeli di tahun 1976,dan hanya menyimpan saja ?' tanya Safira

" Sudah di sebut tadi,dari catatan pajak tahun ini dan surat tanda nomor kendaraan,tidak ada pemilik mobil seperti itu.Kalau memang ada pembeli yang hanya menyimpan saja,kenapa sudah dikendarai masuk kedesa ini?setidaknya tujuannya adalah pemakaman ."

Pak lurah memang agak teliti dan cermat menanggapi sesuatu

" Dan ..mohon maaf....

Ini yang disampaikan polisi itu pada saya ..Bahwa,memang di kota ,dahuluuu sekali ...tahun 1977 ,ada pemilik Mitsubishi Colt pickup itu....hanya saja ..'

" Kenapa pak lurah!!?? " Sebelum pak lurah dapat melanjutkan kalimatnya,serempak yang hadir bertanya

" Mobil itu,masuk ke sungai Serayu,...tenggelam bersama penumpangnya yang terdiri dari rombongan pengajian..Dan...tidak ada yang selamat ..

Pak lurah hampir menangis,tetapi para gadis itu sudah terisak Isak,mereka merasa bahwa nasib temannya akan serupa .

" Saudara ..

Mari kita doakan saja yang sudah meninggal dalam mobil itu,dan kita doakan agar keluarga desa ini yang hilang,segera kembali..."

Pak lurah bersiap mengakhiri saat temu warga itu,tapi ia masih menyambung ..

" Sebenarnya....

Ada yang dikisahkan di kantor polisi itu,oleh petugas kebersihan yang sudah berumur ..

Beliau tadi mendengar laporan saya,dan mengajak saya ngobrol diluar ..ternyata banyak yang ia ceritakan.." kata pak lurah

" Apa saja ceriteranya yang ada hubungannya dengan mobil itu ,pak lurah ??" tanya bapaknya Saptoro

" Ada.. .tapi nanti saja.

Sekarang,silahkan kalian semua makan malam dahulu seadanya. ." Pak lurah memberi isyarat pada putera puterinya untuk mengeluarkan hidangan

" Pak Kyai,tolong pimpin doa ,jangan lupa sambil mendoakan almarhum dan almarhumah yang meninggal di mobil itu.." kata pak lurah setelah hidangan siap .

Tiba tiba...

Seorang agak pincang,usianya agak tua,ia memperdengarkan tangisnya keras sekali...

Dan tangisnya tidak dapat dihentikan oleh yang ada diruang itu...Lalu ia pingsan..

Sebelum makan malam,yang hadir harus membaringkan laki laki itu di kamar dekat ruang tengah ,mereka bergiliran menjaga dan berusaha menyadarkan

Asal  Muasal Hantu Rombongan Pengajian

Kejadian sebenarnya,beberapa jam sebelum para penabuh gamelan dinyatakan hilang:

Sapto,merasa ada sesuatu yang magis,pada saat ia meletakkan kaki di bak mobil yang konon ingin mengunjungi kelurahan didesanya.

Tadi Hernowo yang berbicara dengan sopirnya dan tiba tiba Hernowo mengajak semua naik ke mobil

Sebenarnya,Safira sudah melarang mereka ikutan mobil itu,sebab akan ada jemputan kendaraan dari pak Lurah.

Ditambah lagi,Safirs melihat mereka menuju arah yang berlawanan

" Kita mau mampir beli air mineral dulu...kalian tunggu mobil pak lurah " kata Hernowo sebelum mobil jalan.

Diatas bak mobil ,Saptoro bertanya ," Kenapa numpang mobil ini? "

Hernowo menjawab ," mereka ingin ke kantor kelurahan,tadi sopir nanya jalan ke kantor kelurahan,ya aku bilang ,sekalian kami ikut" jawab Herno

Saptoro agak faham,tapi kakinya seperti menginjak sesuatu yang bukan benda keras,Hernowo dan yang lain juga merasakan hal sama.

Di dalam perasaan mereka,rasanya telah sampai di kelurahan,tapi mereka merasa aneh juga ,sebab kaki mereka seperti menginjak benda lunak yang bergerak.

Disana dalam perasaan mereka,semua sudah menunggu,dan pak lurah itu juga akhirnya mengajak naik mobil kelurahan untuk ke kabupaten.

Tapi,dalam perasaan Saptoro dan lainnya,wajah wajah mereka seperti orang mati..

Pucat,senyum hambar dan bicara satu dua kata saja ..

Saptoro dan Hernowo berembug di mobil

" Her,rupanya teman teman kita sedang sakit semua...mungkin kita akan tampil kurang bagus .." kata Saptoro saat ia seakan akan melihat. Safira ,Nanda dan lainnya yang wajahnya pucat seperti mayat.

Sebelum Hernowo menjawab,tiba tiba yang dikiranya pak lurah,tiba tiba menghentikan mobilnya

Dan,tiba tiba saja mobil bak hijau itu muncul di depan mereka..

" Kalian pindah mobil..." Kata yang dikira pak lurah itu.

Tentu semua menurut

Hanya saja baru beberapa puluh meter mobil melaju,tiba tiba seluruh penabuh gamelan itu merasa di hempaskan ke dalam air deras.

Benar saja ..

Mereka tiba tiba sadarkan diri, saat sudah berada di dalam sungai besar yang deras airnya,Sungai Serayu...

Mobil dan sopirnya,muksa ...

Hernowo dan Saptoro,adalah anak desa yang sehari harinya berenang di sungai besar,mereka dan kawan kawan tidak kesulitan untuk menyelamatkan diri dari arus sungai yang dalam ..

Mereka berhasil mencapai tepian sungai dan pingsan saat mereka sudah didarat,di kebun orang tepian sungai.Mereka syok atas apa yang dialami ,yakni orang dan mobil ghaib menjebak mereka. 

Dan saat pak lurah hendak membubarkan pertemuan,Saptoro dan kawan kawan sedang didepan halaman,diantar oleh para penduduk desa sebelah yang menemukan mereka.

Seluruh keluarga berebutan mengerumuni dan bertanya dengan sangat mendesak.Dsn mau tidak mau,mereka batal pulang dan masuk lagi kerumah psk lurah di ruang tengah

" Kalian minggat kemana? Tega banget kalian ninggal teman teman yang sudah perjanjian dengan pak lurah??" Tanya ibu Saptoro dengan nada tinggi.

" Kami salah apa? Kalau kalian marah ,kenapa nggak kasih tau apa yang buat kalian marah?" Kali ini Nanda yang bertanya agak menahan tangis.

Saptoro belum bisa menjawab ,sebab dua orang bertanya sekaligus,dengan pertanyaan yang ia tidak mengerti .

Herno memahami situasi,ia merangkul Nanda dan mengajaknya duduk menjauh dari Saptoro.

Ia memberi isyarat bahwa ia sedang kelaparan.Nanda segera menemui pak lurah

" Pak lurah,mereka kelaparan..jadi belum bisa berceritera kejadian yang mereka alami" kata Nanda

" Kamu ke dapur,ambilkan untuk mereka semua " jawab pak lurah

Safira berinisiatif membantu membawakan makanan untuk teman temannya.Hernowo dan Saptoro serta lainnya,makan dengan lahap hingga mereka kekenyangan.Mereka bersiap menceriterakan kejadian dari awal

Selagi para orang tua anggauta sanggar tari itu mendengarkan ceritera anak anaknya, pak tua yang pingsan siuman.

" Alhamdulillah..pak Tarno siuman. Silahkan duduk sini pak,kita rembug hal yang baru dan menyusahkan " kata pak lurah pada pak tua yang pingsan

" Saya ingin menyampaikan sesuatu pak lurah,dan sebelumnya saya mohon maaf karena saya tidak pernah menceriterakan apa yang pernah saya ketahui 'pak Tarno mendekat dan mengatakan demikian diatas.

" Jangan di pikirkan yang bukan kesalahan ,coba ceriterakan dengan jelas ,hal yang rahasia itu.." pak lurah menjawab

" Seperti bapak ketahui,saya memang pendatang didesa ini,dan sebenarnya saya mengetahui musibah yang dialami rombongan pengajian yang hanyut disungai.." pelahan pak Tarno bicara,tapi goncangannya keras ditiap hati yang berkumpul dirumah itu

" Maksudnya,pak Tarno bisa menjadi saksi musibah itu " tanya Safira

Pak Tarno mengangguk,dan ia ingin melanjutkan.penuturannya.

" Dulu ,pak lurah. Didesa saya ada seorang guru mengaji yang pintar dakwah Namanya pak Haji Muradi .Banyak yang mengundang untuk mendakwah di rumah keluarga ataupun di masjid masjid." Pak Tarno berhenti bicara sesaat,ia minum kopi yang sudah dingin yang tadi belum diminumnya

" Bisa diteruskan ceritanya ,pak Tarno?" pak lurah bertanya saat pak Tarno minum kopi seraya agak melamun

Pak Tarno terperanjat dan mengangguk

" Pak Haji Muradi punya menantu yang baru saja membeli mobil Colt pickup tahun 1978.Sehingga ketika almarhum pak lurah desa ini mengundang untuk mengisi pengajian di kelurahan ,pak Haji Meminta menantunya untuk nengantarksn rombongannya .

Saya salah satu yang ikut rombongan itu,saya juga berdiri dibelakang bersama yang lain.Dan ketika sampai di depan pasar ,saya ingin membeli rokok. Karena kebetulan sopirnya tidak tahu alamat kelurahan,dan ia berhenti untuk bertanya.

Saya ingat ,yang ditanya itu rombongan penari lengger yang mengamen.

Para lengger itu sedang duduk duduk ditrotoar,dan beberapa orang sedang minum minuman keras Karena tidak tahu keadaan sebenarnya dari Lengger itu,menantu pak Haji Muradi bertanya alamat kelurahan 

Saya belum ke toko membeli rokok,sebab masih ingin mendengarkan jawaban dari yang ditanya

Saya ingat sekali ...penabung calung yang mabuk yang menjawab ketika ditanya 

Dia menjawabnya agak aneh ,demikian :Kelurahan itu dari pertigaan,belok kekiri.Disana jalan lurus dan banyak orang jahat dipinggir jalan kalau malam begini ."

Pak Tarno agak menahan amarah saat ia berhenti bicara

" Pak,merokok dulu supaya ceritanya lancar.." Bapaknya Saptoro memberi rokok berikut korek api

Selagi pak Tarno merokok,ibu ibu rebahan seperti sedang nonton bareng acara tv.Anak anaknya mengikuti ..Hanya pak Lurah dan kaum pria yang masih sanggup duduk.

" Penabuh Calung itu ditanya lagi: jauhkah jalan lurus kekelurahan? 

Ia bilang : agak jauh ,mas...Sebaiknya kalau dijalan itu,agak ngebut sedikit .supaya tidak di berhentikan orang orang jahat .Maka,sopir yang menantunya pak haji,percaya. 

Saya kemudian ke toko untuk membeli rokok,tetapi sopir itu lupa kalau saya sedang membeli rokok ,ia menghidupkan mesin mobil dan berangkat ke lokasi yang diarahkan ."

" Pak Tarno tahu,kalau sampean ditinggal " tanya pak lurah

" Tahu,tapi saya terlambat memanggilnya,,mobil sudah melaju kencang dan berbelok ke kiri ,....

Tapi,...sungguh kejam penabuh calung itu...ia berbohong hingga mengakibatkan orang banyak terbunuh...

Sebenarnya jalan itu hanya duaratus meter dari pertigaan,dan di ujungnya adalah sungai Serayu ...

Sehingga sewaktu mobil ngebut,tidak dapat mengerem untuk tidak tercebur kedalam sungai yang dalam itu...

Seluruh penumpang dan sopirnya tenggelam dan hanyut ,tentu saja mereka meninggal dunia.."

Pak Tarno menangis tersedu,disusul Isak tangis para wanita disitu,pak lurah matanyapun berkaca kaca

" Inalillahi wa ina ilaihi roji'un...semoga yang meninggal Husnul Khotimah " pak lurah mengomentari cerita pak Tarno demikian

" Lalu,pak Tarno melapor langsung pulang untuk melapor ke keluarga pak Haji Muradi ?" tanya ayahnya Saptoro

" Belum,saya belum tahu bahwa mereka kecelakaan,orang juga tidak tahu ada kecelakaan disitu sebab memang jalan buntu dan penduduknya dibelakang pekarangan lebar.

Saya malah duduk menemani lengger lengger itu,untuk menunggu kalau mobil itu kembali..ternyata sampai jam satu malam tidak juga kembali .Saya ,menyetop bus dan pulang ke kampung saya " pak Tarno hampir mengakhiri kisah ya.

" Pantas saja,mobil hantu itu mula mula bertanya alamat kelurahan .." kata Herno yang dari tadi mendengarkan sambil berfikir keras..

" Karena waktu itu,saya sudah dibelikan karcis kereta api oleh bapak saya untuk bekerja di Jakarta,saat bangun tidur pagi saya segera siap siap dan berangkat.Saya tahu kecelakaan itu dari tetangga yang juga bekerja di tempat kerja saya,seminggu sesudah kejadian " Pak Tarno menutup ceritanya..

Tetapi,akibat kisah tragis dan cerita pengalaman Herno dan teman temannya,tidak ada yang berani pulang kerumah.Meteka takut dikunjungi hantu itu.Senua menginap hingga waktu Subuh .


Bab 6 Kematian Ayah Safira


Seperti di kampung lain,anak anak kecil biasanya bermain dititik temu mereka.Saat ini di kampung Safira  ,anak anak disana juga menghabiskan waktu Baghda Ashar dengan bermain di kebun jagung yang belum ditanami.

Ada yang berpasangan menaikan layang layang.Satu menarik benang dan satunya lagi memegangi layang layang yang akan diterbangkan.

Ada yang memakai kostum pemain bola dan membawa bola kemudian menendangnya kearah kawannya ,sehingga terlihat seperti tim pelatihan sepak bola .

Tapi kebanyakan hanya melihat lihat hp dan saling menunjukan tampilan di hp nya kemudian terbahak bahak.

Jika agak seru gelak soraknya,yang sedang bermain bola berhenti bermain dan berlari kearah pemegang hp yang dikerumuni 

Yang bermain layang layang hanya memandang mereka yang sedang berkerumun hingga tergelak gelak tawanya.

Saat mereka bermain,Safira lewat berjalan kaki setelah turun dari sepeda motor yang di boncengnya.

" Kak Safira,pacarnya koq terus pergi...nggak di suruh mampir dulu??" seru anak anak itu

Safira menengok arah suara itu,dan balas tersenyum sambil menjawab

" Nggak,dia sedang terburu buru .Katanya ada saudaranya yang di ruang ICU rumah sakit " jawab Safira sambil menahan tawa

" Kenapa kak,kecelakaan?" tanya anak yang bawa bola.

" Jantungnya bermasalah,kena panu kata dokter " Safira menjawab seraya terbahak bahak,dan anak anak itu ngakak juga

Mereka tahu,Safira tadi diantar penarik grabb motor.

Safirs membuka pintu kamarnya,setelah ia masuk rumahnya melalui pintu samping.Ayahnya sedang mengepel lantai di dekat meja makan.

" Tadi ada kucing naik meja.Sup di mangkuk ditumpahkan...ayah harus bersihkan lantainya " kata ayahnya tanpa menoleh ketika ia tahu puterinya datang

" Ayah batal makan jadinya ?" tanya Safira

" Ayah makan,tapi hanya lauk kering yang menemani nasi,kamu sudah makan di kerjaan ?" Ayahnya balas bertanya

" Sudah,saya makan siang dan terus ingin sholat dimasjid ,tapi pak Armin,pemilik tokonya menutup toko.Ia bilang akan ada perlu di luar kota.Saya sholat dan ikut mendengarkan pengajian di sana " Safira menjelaskan .

" Ustadznya dari mana ?" tanya ayahnya

" Dari ibukota,beliau bicaranya mudah di fahami..kadang becanda juga " Jawab Safira

" Ayah,tadi saya membeli Hem untuk ayah di pasar.Kebetulan tadivada yang menjual emas banyak,saya diberi tips.Nah,cobalah ayah " Safira memberikan Hem dengan warna coklat keemasan,di hias batik lukisan kembang ganyong .

Orang tua Safira menerimanya dan mengenakan seperti akan bepergian jauh.

Kemudian melangkah mendekati ruang sholat kecil di rumah itu,dan ia bersiap menunaikan sholat Sunnah sebelum membaca ayat suci Al Qur'an,hingga waktu Maghrib.

Safira hampir terus menceritakan ayat ayat yang disampaikan ustadz seraya mengganti bajunya..ia berhenti bercerita ketika ia mengetahui ayahnya sedang membaca Al Quran.

Tetapi ,saat ia akan bergabung dengan ayahnya di ruang sholat,tiba tiba ia melihat seekor ular merambat agak cepat,,sepertinya dari arah ruang sholat.

Safira terkesiap dan menjerit keras," Ulaaar !!"

Dan ia memanggil ayahnya agar menangkap ular itu

" Ayaaah ,lihat ..tadi ada ular masuk pesholatan...!! Ayah hati hati...ia sudah lari keluar,takutnya masuk lagi..' serunya.

Tapi , ayahnya tidak membalas atau menasihati untuk tenang,seperti yang bias ia lakukan jika ada bahaya .

Safira belari ingin menolong ayahnya yang ia lihat terkapar tak bergerak dilantai depan pesholatan

Saat itu dunia seakan runtuh baginya...Ayahnya yang tergeletak tak bergerak di dalam ruang sholat itu...ternyata ada bekas luka gigitan ular di ibu jarinya yang dapat dilihat Safira ssaat itu.

Safira tidak menyangka jika ternyata,seekor ular belang ,kecil sekali ujudnya,tapi fatal akibat gigitannya,ular itu telah menumbangkan ayahnya.

Safira seraya menangis ,ia membangunkan ibunya yang sedang tidur siang dikamarnya .Tapi ibunya pingsan saat melihat ayahnya sudah tak bergerak lagi di lantai itu.Ia sudah meninggal dunia oleh bisa ular belang yang dari gigitannya

Tetangga tetangga yang dari tadi belum tahu ada peristiwa itu,berdatangan setelah anak anak kecil yang mendengar jeritan keras dari dalam rumah Safira mengadukan kepada mereka.


*****


Pekuburan yang tadi lengang,tiba tiba ada cahaya yang pelahan lahan mendekat,diiringi suara langkah langkah kaki para pengiring jenazah orang tua Safira. Iring iringan warga desa berhenti di sebuah liang kubur yang sudah selesai di gali oleh beberapa orang

Tanpa membuang waktu,jenazah itu dimasukkan liang kubur dan segera ditutup dengan tanah bekas galisnnya.Safira dan ibunya lemas bersimpuh di samping makam itu,sedangkan Nanda dan ibunya mendampingi disebelahnya

" Asalamu ' Alaikum warahmatullahi wabarokatuh..

Saudara saudari pengantar jenazah bapak ini ,sekiranya berkenan silahkan mengaminkan doa saya,melepas dengan ikhlas almarhum agar diampuni segala dosanya ,dijauhkan dari azab kubur dan di hisab amal perbuatannya di dunia dengan timbangan kebaikannya menjadi lebih berat timbangannya " pak Modin mengawali doanya dengan sedikit pidato

Doa kubur jenazah disertai koor Aamiin dari pelayat menggema keras di pemakaman itu.Dan usai doa itu ,seluruh keluarga menabur bunga sebagai tanda kasih sayang keluarga terhadap almarhum

Pengiring jenasah pelahan lahan mundur dari makam itu,Safira masih berdoa ditemani ibu dan temannya

Tiba tiba Safira merasa ada yang mencoba membuat ia bangkit dari simpuhnya.Lalu di tuntun menuju jalan keluar pemakan.Ia pemilik toko tempatnya ia bekerja.


****


Malam itu ia hadir bersama seseorang yang agak terlihat sangat berwibawa, meskipun ia hanya mengenakan baju Koko putih dan kopiah putih,tapi sepertinya pria itu bukan orang yang tidak berilmu tinggi.

Pelahan langkah kaki mereka,dan sampai didalam rumah yang masih banyak pelayat silih berganti melayat musibah keluarga Safira .

Sebagian ada yang bergabung dengan pak Armin dan temannya yang berbaju Koko putih Mereka berceritera tentang kejadian yang melibatkan hantu mobil pickup hijau .

Di saat kesempatan pak Armin hanya berdua dengan temannya,ia di bisiki tapi tidak terlalu pelan ,oleh temannya

" Pak Armin ,dari beberapa kejadian di desa ini,sepertinya ketidak wajaran itu adalah sebab tindak orang tertentu yang memuja selain Allah SWT " kata pria berbaju Koko putih itu kepada pemilik toko tempat Safira bekerja

' Maksudnya,bukan akibat perbuatannya arwah membalas dendam dan kutukan kepada orang desa ini entah dari siapa ?"

Tanya pak Armin

" Betul ." jawabnya

" Apa yang membuat anda berfikir seperti itu?" tanya pak Armin penasaran.

" Menurut seorang yang selalu menjadi panutan saya,ada dua hal .Yang pertama,ada tertulis dalam ayat suci Al Qur'an ,di surat Al Gafir ,demikian :

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

Jadi ,tidak mungkin arwah manusia dari alam kekal kembali ke alam dunia " kata pria baju Koko putih itu.

" Maksudnya,alam dunia yang dia sendiri telah kehabisan batas umur,tidak memungkinkan untuk di kunjungi arwah dari alam akhirat,oleh sebab memang batas umurnya didunia telah ditentukan,hanya sampai di saat ajal saja?' tanya pak Armin

" Betul sekali pak Armin,jadi para hantu itu bisa dipastikan adalah,bukan arwah penasaran " jawabnya yakin .

" Lalu ,alasan lainnya apa " tanya pak Armin agak penasaran

" Alasan kedua ,menurut riwayatnya ,para pemuda sanggar tari yang diculik hantu itu,sedang mengenakan busana bergambar batik kembang ganyong.

Orang tua Safira juga mengenakan baju dengan kembang yang sama.Sepertinya,hantu dan ular itu adalah pihak dari pihak yang tidak berbeda ." Jawab pria itu.

" Maksudnya,ada serupa iblis yang murka kepada pria berbatik kembang ganyong?" tanya pak Armin.

" Seperti itu ,atau juga telah ada perjanjian iblis,bahwa tumbalnya adalah pria berbatik kembang ganyong " pria itu menerangkan

" Harus kita upayakan penangkalnya...masyarakat desa ini sudah sangat ketakutan dan tidak nyaman melakukan aktifitas Sebab peristiwa hantu itu ,juga di siang hari .." Pak Armin memberikan usul.Pria itu mengangguk ..

" Langkah kita yang awal adalah mempertebal iman warga desa,dengan kerap di himpun untuk mengaji dan memahami muji'at yang di miliki Al Qur'an

" Nanti saya himpun teman teman saya untuk menjadi sponsor tetap ' kata pak Armin.


Bab 7 Keluarga Pak Wily


Didepan toko emas milik pak Arnin,seseorang agak gemuk,ia ditemani seorang wanita muda yang agak cantik,tapi make up wajahnya terlalu tebal untuk ukuran orang bepergian biasa.Sepertinya ia barusan turun dari panggung ,entah penyanyi atau penari.

Mereka turun dari mobil ,dan mobil itu meninggalkan mereka setelah keduanya turun ..

Tanpa sengaja,Safira yang sedang bekerja juga melihatnya.Safira mengawasi saja,mungkin mereka akan tertarik membeli emas.

Ternyata mereka memang berjalan kearah toko emas,dan berhenti untuk menanyakan sesuatu

" Adik,desa yang ada sanggar tari Wily Soetopo ,apakah adik tahu tempatnya? " tanya pria gemuk itu

Safira yang memang anggautanya segera menjawab

" Itu di desa saya ,bapak gunakan kendaraan ke arah barat pasar ini,nanti ada jalan kecil menanjak,bapak akan sampai setelah satu kilometer " jawab Safira

* Ada baliho atau spanduk atau semacam papan nama sanggar di sana" tanya yang wanita.

" Ada ,pak. Kalau boleh tahu,ada keperluan apa ?" tanya Safira memberanikan diri mewakili teman temannya

" Anu ,dik...Wily,adik saya,belum pulang sampai hari ini.Padahal ,dulu pamitnya hanya kedesa itu untuk membuka sanggar,lalu ia janji akan pilang secepatnya " jawab wanita yang bermake up tebal

Safira terperanjat,sebab pak Wily pamit pulang ke kotanya,dua bulan lalu,sebelum ayahnya meninggal dunia.

" Bapak,silahkan menunggu saya pamitan dengan pemilik toko ini,nanti saya antar ke sanggar tari....kebetulan saya anggautanya " kata Safira dan membuat keduanya sangat terlihat gembira

Safira memesan grab mobil ,setelah berpamitan kepada pak Armin.Sepuluh menit kemudian,mereka sudah berada dalam mobil,menuju sanggar tari

Dijalan,pria gemuk itu tersenyum senyum sendiri .ketika melihat kolam dan tanaman sayur di halaman penduduk .Desa itu seperti ada di tayangan sinetron .

" Nanti kalau dirumah,kita buat kolam ikan besar ya Bu...lihat ,kolam disini sangat menjanjikan hasil panenan ikannya .Air cukup ,dan ada sayuran disampingnya ,itu bisa untuk makanan pengganti. " Kata pria gemuk pada wanita disebelahnya

Tepat di tepi sungai ,wanita itu seperti melihat tubuh Wily sedang di seret seret mahluk kecil seperti bayi,kulitnya hitam ..

Dalan pengelihatannya,Wily sedang meronta ronta saat akan di tenggelamkan kesungai. Wanita itu menjerit histeris...seketika mobil yang jalannya pelan,dihentikan sopirnya.

Tiba tiba wanita itu berlari ketepi sungai dan mencari cari tubuh Wily yang sudah tidak kelihatan lagi .

Safira dan sopir grab itu agak panik,dan pria gemuk itu menyusul dengan berlari susah payah,lalu memeluk wanita itu

" Apa yang ibu lihat??" tanya pria itu

" Wily ,pak ..aku melihat Wily sedang diseret seret bayi bayi hitam bertaring. Itu ,tadi di pinggiran sungai .." jawab wanita itu.

Safira dan sopir grabb itu mendekati,kebetulan Safira membawa air mineral botol yang masih baru didalam tasnya,segera diberikan pada wanita itu.

" Maaf ,dik...saya tadi membuat kegaduhan ..sungguh ,saya melihat adik saya sedang diseret seret mahluk kecil .." kata wanita itu setelah meminum air milik Safira .

Safira dan sopir grabb itu menuntun untuk kembali ke mobil.Lalu mereka segera melanjutkan tujuan .


****


Sampai di sanggar,Safira mempersilahkan masuk kepada tetamu sanggar itu,dan ia ingin membayar sewa pada sopirnya

" Mba,tadi itu sungai yang biasa untuk ritual orang sini apa bukan?" tanya sopir grabb itu .

" Dulu..dulu sekali. Orang suka mandi malam disitu dan tirakatan direpiannya untuk mendapat Ilham nomor togel ,konon dulu disitu ada orang membuang pusaka di sungai ..mungkin ketua atau batu..sehingga dulu banyak keanahan sungai .." Jawab Safira seingatnya

" Saya dengar kejadian ,pengiring tari di culik hantu ,didesa ini ..dan,ada juga yang cerita ,ada yang digigit ular hingga meninggal,..katanya,pakai batik kembang ganyong..betul mbak ?" tanya sopir grab itu

" Yang pengiring gamelan itu teman saya,yang meninggal ayah saya. ." Safira menjawab dengan nada sedih

" Oh maaf....oh ,ya..saya turut bela sungkawa. Nanti kalau ada keperluan dengan mobil,hubungi nomor ini.." kata sopir itu menyerahkan kartu nama

Safira menerina dan setelah basi basi,ia segera menemui tetamu sanggar

" Maaf ,agak lama saya diluar ,..Biar saya hubungi teman teman saya dulu." Sakayah berbicara seraya menunjukan tempat duduk yang seharusnya .

Setelah Safira menelpon,seluruh teman berkumpul di sanggar itu,dengan perasan agak was was dan perihatin

" Jadi ,pak Wily belum pulang sejak beliau pamit ! " tanya Nanda,dan keduanya mengangguk.

" Sebenarnya,memang pak Wily membuka sanggar tari ini,hampir setahun lalu .

Tetapi ,dua bulan yang lalu,beliau menelpon pak lurah dan isi pembicaraannya adalah ,bahwa ia akan pulang ke rumah dan meminta untuk tidak ada yang menghubunginya. 

Kami menuruti pesannya ,tapiiii...sampai hari ini belum ada yang menelpon nomernya ' Nanda menjelaskan hal akhir pak Wily di desa itu .

" Bagaimana ini ,pak??" tanya wanita itu seraya tersedu sedu..Suaminya hanya memandang langit langit kosong,ia kebingungan juga

" Sebaiknya,kita melapor ke polisi ,sebab kalau dari urutan kesaksian kita masing masing,pak Wily jelas sebagai orang yang hilang " kata Safira mengajukan ide untuk masalah itu

" Mas Hernowo,tolong di tuliskan laporan secara gamblang,biar nanti kita sama sama mengantar kekantor polisi " Nanda menyuruh Hernoeo menulis,sebab tulisan Hernowo rapih seperti ketikan

Safira menyediakan kertas dan fulpen,sementara yang lainnya memasak air dan mencari cemilan untuk mereka semua.


Bab 8 Pak Wily Ditemukan


Sopir grabb yang mengantar Safira ,beberapa hari lalu,seperti biasa menunggu orderan penumpang di depan warung kopi pangkalannya . 

Namanya seperti putera Ambon atau Manado ,Bram.Padahal dia lahir dari ibu bapa Jawa tulen Saat itu ,dari jauh ia mengamati Safira yang sedang bekerja di toko.

Bram sangat tertarik pada Safira ,,gadis yang ramah tapi aura lainnya sangat kuat .

Sejak ia bertemu Safira ,sepertinya ingin selalu berdekatan,tapi ia merasa belum memiliki akses untuk sampai ke tahap itu .Ia menyerah pada keadaan,siapa tahu suatu hari nanti,Safira kan menghubunginya,walau sekedar demi jasa mobil.

Safira sendiri,sedang menunggu datangnya pembeli.Di sampingnya ,di meja kerja agak belakang,pak Armin dan temannya yang berbaju Koko putih,sedang ngobrol 

Oh ya,nama pria itu adalah pak Aminudin Suseno.Biasa di panggil pak No.

Dan,ketika hari menjelang waktu Dzuhur,perhatian seluruh penghuni pasar bagian depan terpusat pada beberapa penari lengger yang menari di jalanan .

Kadang salah satunya mendekati orang atau toko,untuk meminta sumbangan uang.Karena tariannya bagus,banyak yang memberi uang lebih dari pantasnya.

Penari utama adalah seorang pria berbusana wanita.Gerakan tarinya sangat gemulai melebihi kaum wanita.Hanya saja,busananya sudah robek di sana sini,dan tatap matanya kosong.

Safira yang semula hanya merasa kagum pada penari itu,tiba tiba ia agak kaget Sebab sewaktu penari pria berbusana wanita itu menari,gerakannya sama dengan tarian koreografi yang ia kuasai.Maka ia berlari untuk memastikan siapa penari itu

" Pak,saya mohon ijin untuk keluar sebentar,ada yang ingin saya kerjakan ." Kata Safira kepada pak Armin.

" Silahkan,boleh lanjut ke masjid,untuk sholat disana.." jawab pak Armin.Pak No sempat tersenyum dan mengangguk pada Safira

Tanpa berkata kata lagi,Safira segera mendekati penari lengger itu.Dan ia mengamati dengan seksama wajah penari yang tatapannya kosong,tapi wajahnya seperti tak asing

" Pak Wily...!!" Seru Safira ,dan ia minta semua penari berhenti menari

Tentu permintaanya ditolak,dikiranya Safira tidak suka pada kehadiran mereka

" Sampean jangan kejam mba,kita hanya mencari nafkah.Kalau mba,nggak suka kita menari di sini ,ya nggak usah nonton.Ini kan jalan umum.." tegur penari wanita yang belum faham maksud Safira

" Bukan begitu ,Bu. Maaf ...saya hanya .."

" Apa!!" seorang yang lebih muda berkacak pinggang dan membentak sebelum Sakfira bicaranya selesai...

Bram,dari jauh melihat sepertinya Safira ribut dengan para lengger,ia segera turun dan melerai ,tentu ia disamping Safura dan siap membela.

" Mas,..tolong jelaskan pada mereka...itu yang menari adalah pak Wily. Tolong,jangan sampai salah paham.." Safira memohon pada Bram saat tahu ia melindunginya

" Bapak dan emba ,serta ibu ..tolong jangan marah marah,silahkan berhenti dulu .." kata Bram seraya menghalangi penabuh gamelannya bermain

" Apa maksudnya menghentikan kami ,mas??" tanya pemimpinnya yang menabuh gamelan .

" Begini ,pak...adik ini kehilangan orang ...saya tanya dulu pada sampean semua,siapa penari ini??" Bram akalnya agaknya mempan,ia bertanya tentang hal yang tak bisa dijawab yang ditanya

Para penari itu saling pandang,dan menyerah

" Tidak tahu ." Jawab pemimpinnya serta duduk di trotoar menunggu kelanjutan

" Kalau tidak tahu,biar mba ini yang menjelaskan,silahkan mbak,"

Bram menunjuk Safira untuk berbicara.

" Bapak ,ibu...orang yang menari bersama anda sekalian adalah bapak Wily,guru tari kami .Beliau hilang dua bulan lebih ..dan kami sudah melapor polisi ." Kata Sakayah

Para penari itu saling pandang lagi,dan seorang belum bisa menerima kenyataan itu ..

"Apa buktinya bahwa ia adalah pdk Wily?" tanya dia

Bu

" Saya diajarkan tarian yang seperti pdk Wily menari tadi,dan tarian itu seluruh gerakannya adalah dia yang mengarang ." Safira menari beberapa saat setelah ia bicara tadi

" Nuwun pangapunten mba .kamu tidak tahu,...Sekali lagi,saya mohon maaf,saya tidak tahu kalau bapak itu ,orang hilang yang sampean cari"

Orang itu takut dituduh menculik,maka ia mohon maaf dengan sepenuh hati dan sepenuh takut .

Bram berinsiatif memanggil polisi,sesaat kemudian semua sudah berdesakan di kantor polisi untuk berurusan dalam satu perkara pak Wily.


****


Pak Armin,sebenarnya tahu peristiwa di depan tokonya Ia bersama pak No,lebih suka menunggu ikut terlibat mengurus,saat semua sudah di tangani polisi.

" Safira sedang menelpon dari kantor polis.Kabarnya ,,pak Wily belum ingat siapa siap dan belum bisa diajak bicara,bagaimana pak No?" Pak Armin bertanya pada pak No.

" Tentu saja,orang diculik iblis,pasti bawaannya begitu " jawab pak No.

" Tapi bisa diupayakan pemulihannya kan? " tanya pak Armin.

" Tentu ..dengan ikhtiar yang tepat ,dan dengan ijin Allah SWT,pak Wily akan sembuh " jawab pak No optimis

" Memang ,menghadapi segala hal dalam kehidupan ini,titik awal ikhtiarnya adalah kesabaran dan pasrah pada yang Maha Kuasa.

Seperti saat ini,sesungguhnya kita semua sedang menghadapi ujian Nya,melalui peristiwa dan musibah yang dialami saudara kita " pak Armin menambahkan Terlihat kemudian pak Armin mengangkat hp dan sepertinya berbicara kepada Safira

" Nak,dibersihkan dulu tubuhnya dan segera belikan pakaian untuk beliau "


****


Dari kantor polisi,pak Wily di evakuasi kesanggar tarinya.Ia mendapat perawatan Safira dan temannya bergiliran

" Mas,bisa ke sanggar nggak ??" tanya Safira di ujung hp nya ,ia menghubungi Bram

" Secepatnya..." jawab Bram yang sedang menunggu order grabbnya.Ia segera meluncurkan mobilnya ke arah desa Safira

Tiba di sanggar,ia di suguh kopi dan goreng ubi oleh Nanda ,mereka duduk bersama seperti membentuk diskusi darurat.

" Mas Bram,pertama ,alasan saya menghubungi sampean,untuk menghitung biaya mobil yang kami gunakan,kemarin belum sempat saya membayar " kata Sakayah mula mula

" Aduuh..kemarin adalah kewajiban saya untuk turut partisipasi membantu sesama umat yang memerlukan pertolongan...jangan dihitung mba.." jawab Bram agak keberatan dengan kalimat Safira

" Betul ,mas Bram ingin menolong ..tetapi akan ada sesuatu yang mungkin mas Bram memerlukan uang tambahan ...ya ini,hal alasan kedua saya mengundang sampean " jawab Safira yang diikuti oleh anggukan memantapkan dari Nanda dan teman teman

' Bagaimana ini?Saya senang di undang kesini,tapi yang itu itu jangan dibahas mba .." Bram tetap bersikukuh menolak diberi uang sewa grabb.

" Baiklah...mohon maaf,kemarin mas Bram bertanya tentang kebiasaan ritual sungai ..Mungkin kami bisa minta tolong untuk menyelidiki lebih lanjut,kaitan peristiwa kemunculan hantu penculik dan pelaku ritual sungai. " Safira menjelaskan alasannya dan memohon bantuan

" Jika hal itu yang ingin menjadi jelas dan ada bukti bukti palaku ritual mengorbankan orang lain,saya siap turut menyelidiki hingga tuntas..." Jawab Bram

Tiba tiba pak Wily yang sedang duduk diam,bereaksi ,dari tadi ketika Safura berbicara dengan Bram,ada yang sedang membacakan ayat suci Al Quran didepannya,yakni pak No dan pak Armin

Air mata pak Wily menetes,dan ada rintihan suara wanita dari dalam tubuhnya ..sedangkan pak Wily tatapannya yang kosong dan tubuh yang hanya duduk mematung,terlihat semakin lemas

Bram dan Sakayah segera mendekati pak Wily untuk menjaga lebih kuat.

" Mas ,tolong jemput keluarga pak Wily yang tadi saya telpon,mereka di kantor polisi" kata Safira saat ia terlihat menerima panggilan hp.

" Sebaiknya ,kita jemput bersama,..supaya bisa membuat mereka lebih tenang ." Bram mengusulkan.

Safira menyetujui...mereka beriringan menuju mobil dan tak lama mobil sudah meluncur kearah pasar.

Nanda yang masih disanggar itu mengkompres pak Wily dengan air hangat selagi pak No dan Pak Armin membaca Al Qur'an .Pak Wily hanya mematung,tetapi beberapa kali suara wanita merintih terdengar dari tubuhnya .

Jeritan wanita itu suaranya lebih memelas ketika Pak No dan pak Armin membaca surat Al Bayinah ayat ke 6 dan 7 serta 8 : "

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah sebaik-baik makhluk.

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. "

Pak No menghentikan bacaann Al Qurannya sejenak ,ketika ia mendengar rintihan iblis semakin keras:

" Sungguh,iblis tidak merelakan jika manusia kelak akan menghuni surga,Hanya mendengar kabar dari Al Qur'an saja,mereka menangis keras seperti mereka sudah sangat menderita " kata pak No kepada pak Armin.

Pak Armin dan anak anak sanggar tari itu saling pandang,mereka semakin merasa khawatir untuk hari esok mereka yang harus menghadapi tantangan iblis terus menerus

" Menurut pak No,apa yang membuat pak Wily tidak mengenali semua orang,kehilangan kemampuan bicara,tapi masih ingat gerakan tari dan merespon suara gamelan " tanya pdk Armin.

" Saya kira,ada syaraf motorik yang terkunci oleh sesuatu misterius ,tetapi ilmu yang dimilikinya masih hidup.Artinya,gerakan tari yang dimiliki pak Wily,adalah gerakan yang berisi supranatural.

Setidaknya,pak Wily memperileh inspirasi koreografinya dari tarian ritual,entah di daerah mana ' jawab pak No

" Jadi, ruh penguasa illmu tari pak Wily yang tertinggal dalam jasadnya,begitu kira kira pak No?" tanya pak Armin

" Ya ,besar kemungkinan demikian " jawab pak No.

Nanda yang dari tadi mengkompres kompres pak Wily,tiba tiba bertanya agak aneh

" Bapak bapak,jika kita hanya mengetahui sebab musabab dan hanya mengetahui pelaku yang merongrong seseorang ,tapi kita tidak tahu cara menanggulanginya,apakah ini bukan sebuah kegagalan ? " ..

Pak No tersenyum atas kalimat Nanda

" Anak tahu,bapak bisa menganalisa ,bisa juga menghawatirkan kekurangan diri menghadapi iblis itu,tentu bapak memiliki hubungan dengan pihak yang lebih sempurna di banding bapak ...beliau akan bapak hubungi secepatnya." Jawab pak No ,pak Armin dan Nanda berkurang kegelisahannya

" Bapak punya nomornya! ? Tinggal dimana beliau?" tanya Nanda

Pak No mengangguk

" Nanti akan saya bagi kepada kalian,sebab kalian juga memiliki resiko yang sama dengan yang di alami pak Wily.Seban kalian hafal tarian itu " Pak No lebih memahami situasi yang belum diucapkan Nanda

" Sebaiknya,kita menunggu keluarga pak Wily tiba ditempat ini,dan mungkin mereka harus menginap disini hingga beberapa minggu ,untuk itu,kita harus persiapkan segala yang akan di butuhkan " pak Armin menyampaikan pendapatnya

" Soal biaya makan minum,saya yang akan menyumbang " kata pak No menyambung

" Kami yang dksn bergiliran merawat pak Wily dan sanggarnya " Kata Hernowo

Sapto mendekati Hernowo ,ia becanda ," Orang seperti kita ,jika digariskan jadi orang kaya,tentu orang kesusahan akan sedikit 

Sebab tanpa kekayaan kita rela menyumbang fikikiran dan tenaga ,apa lagi kalau kita kaya ," kata Saptoro.

Nanda yang mendengar hanya menutupkan telunjuknya dimulut sendiri,sebagai isyarat agar Saptoro tidak melanjutkan .


****


" Lama sekali kita di kantor polisi..dari siang ,Maghrib baru selesai penyampaian laporan dan tanya jawab dengan polisi " kata Safira pada Bram .Dua orang di belakang ,hanya melirik dan tertunduk lesu.

Bram tersenyum ,sebab bagi dia,jika harus sepuluh tahun bersama Safira di kantor polisi,ia akan rela

Saat mobil itu hampir sampai di pasar,ada keanehan suasana jalan.

" Ada yang kamu rasa aneh ,nggak ?" Tanya Bram pada Safira yang sudah semakin akrab dan diantara mereka sudah tidak kaku dan canggung .

Safira ,ketika ditanya ,ia memandang ke arah depan dan kiri kanan mobil.Dilihatnya ,gerobak bakso dan dagang keliling lain sudah berjualan berurutan .Satu konvoi bisa tiga empat gerobak.

" Kabar hantu mobil culik itu sudah menyebar diseluruh kota.." kata Bram

" Jadi pedagang keliling tidak berani sendirian kalau berdagang?..."tanya Safira menebak maksud kalimat Bram.

" Betul,...para penduduk desapun akan lebih merasa aman keluar rumah untuk membeli,sebab dilayani oleh kelompok.."Jawab Bram seraya tersenyum

" Mudah mudahan tidak ada kejadian penculik dengan ujud rombongan pedagang gerobak " kata wanita dibelakang,kerabat pak Wily.Tentu Safira dan Bram menahan tawanya

" Nah ,sampai..." Kata Bram saat tiba didepan sanggar tari.Semua yang dimobil turun.Tapi Bram tidak,ia pamit untuk menarik penumpang menunggu order.

Dalam hatinya sudah merasa memiliki tabungan besar,yang akan diberikan imbalannya oleh Safira dan oleh Yang Mahs Kuasa,karena ia ikhlas membantu orang yang berikhtiar ikhtiar menolong orang lain.

" Bram...kalau kebetulan lewat ,mampir kesini," kaya Safira sebelum Bram berlalu Iaiun merasakan kenyamanan tersendiri sejak ia bersama Bram mengurus pak Wily

BAB  8 Safira Dan Ibunya

Dua ekor kucing saling cakar,kamar yang semula rapih menjadi agak berantakan.Suara kucing berantem itu hingga keluar rumah terdengarnya.

" Jangan berkelahiii !! " Teriak ibu Safira sambil melempar kain lap kepada dua ekor kucing itu .Tapi keduanya semakin beringas

" Heii...dibilang jangan berkelahiii..!" Teriaknya lagi.

Saat Safira baru masuk,dan ia melihat perkelahian dua ekor kucing itu,segera ia melepas sepatunya dan menimpuk lantai didekat dua ekor kucing itu Kucing kucing itu segera kabur kearah berlainan.

Ibu Safira sekarang memelihara kucing,sejak suaminya meninggal.Hal itu untuk menemani kesendiriannya saat anaknya bekerja

" Ibu sudah masak sayur bayam..kamu paling suka itu kan?" Ibu Safira menyambutnya dengan penuh kerinduan ,ia sengaja pamer menunya dengan harapan Sakayah sangat terhibur

" Saya sudah makan,nanti saya bawa kesanggar saja untuk makan teman teman disana " jawab Sakayah

Ibunya tidak kecewa,sebab iapun memang belum masak Ia sengaja pamer sayur bayam,karena ia tahu bahwa Safira sudah makan diluar

" Oh,gitu ...biar ibu siapkan ..kamu mandi dan tidur dulu " jawab ibunya ,seraya tergopoh gopoh kedapur memasak sayur bayam

Usai mandi ,Safira bertanya

" Koq baru dimasak? Tadi ibu bilang sudah masak.."

" Ini ibu hanya memanaskaaan.." seru ibunya dari dapur

Safira tersenyum sendiri..ia tahu ibunya suka bohong untuk membuatnya senang.Ia selalu bilang bahwa ia sudah makan ,kalau Safirs menghabiskan lauk yang ia sangat doyan,sedangkan ibunya hanya punya sedikit.

" Ibu..mungkin besok saya akan pulang lebih lambat,saya ikut mengaji dirumah pak Armin.

" Syukurlah ,nak ..kalau ada yang menjemput,ibu juga mau setiap hari mengaji " jawab ibunya.

Safira berfikir,mungkin cara inilah yang akan lebih mendekatkan dia pada Bram,dan mungkin itulah yang disebut jodoh yang diatur Yang Maha Kuasa,maka tanpa ragu ia mengangkat Hp dan menelpon Bram

" Bram,ibu butuh jemputan untuk mengaji setiap sore..bisa diterima ordernya?" Safira diawal kalimatnya berkata itu

" Dengan senang hati,dan tentu diskon khusus untuk beliau .." Jawab Bram dengan hati hati.Ia tahu kalau saat itu ia menolak dibayar,ia takut akan dibarakan orderannya oleh Safira

" Terimakasih ..besok setiap aku tutup toko ,Bram" Safira mengakhiri telponnya

" Ibu...besok dan seterusnya ,ada yang akan jemput ibu...'" kata Safira

" Kalau itu grabb,uangmu akan habis untuk bayar " jawab ibunya

" Ini yang murah,paling 25 ribu pulang pergi,ia temanku .." jawab Safira berbohong,padahal mungkin ia harus bayar 59 ribu sehari..

" Alhamdulillahirobbil ' alamiin. Hartamu untuk agama Allah ,semoga anakku disisi Rasulullah diakhirat nanti .." ibunya berkata keras sendiri.

.

" Iya .tapi jangan besok besok,nanti ibu kehilangan .." gurau Safira dan keduanya berbahak bahak.

Tiba tiba,Nanda sudah di depan pintu.

" Kita ke sanggar ,hoy .." ajaknya

Safira pamit pada ibunya,untuk merawat pak Wily di sanggar tari.

Ikhtiar Memulihkan Kondisi Pak Wily 

Di sanggar tari,Pak Wily masih bertatapan kosong,tapi ia bisa makan minum sendiri tanpa disuapi.Pak No dan Pak Armin yang baru tiba,segera membacakan ayat suci Al Qur'an,dengan harapan pak Wily segera pulih.

" Bagaimana tanggapan teman pak No,tentang kondisi pak Wily?" tanya Nanda ketika pak No berdua beristirahat dari membaca Al Qurannya.Waktu itu menjelang shalat Maghrib

" Menurut beliau,kalian harus melakukan hal hal yang akan menghalangi iblis itu menuntut kalian .Kalian jika mengingat tarian itu,atau tiba tiba membayangkan gerakannya,segera berwudhu dan sholat sunah dua roka'at.." jawab pak No

Safira dan temannya mengangguk,

" Tentang pihak yang menjadi medium keluarnya iblis itu ke lingkungan kami,siapa dan bagaimana kami bisa menuntut balik?" tanya Saptoro

" Menurut beliau,beliau akan menuntun langsung hal hal untuk memusnahkan iblis itu,kepada yang akan hadir dipengajiannya ." Jawab pak No .

Pria gendut kerabat pak Wily itu memeluk wanita bermake up tebal yang dari tadi hanya terkantuk kantuk .Diluar terdengar kumandang Adzan Maghrib.Mereka shalat berjama'ah .

Suasai shalat,Safira menerima panggilan suara Bram

" Sa..saya sudah agak faham pihak yang memiliki kegiatan pemujaan iblis." Kata Bram di sana,biasanya di mobilnya.

" Jangan bertindak dahulu,kita harus menunggu teman pak No ,beliau akan datang dan menuntun cara pemunahan iblis " jawab Safira

Tak lama,hp di masukan ke tas lagi oleh Sakayah.Pembicaraan mereka telah selesai .

Pak Armin memanggil seluruh anak anak sanggar tari itu

" Ini sudah menjelang sholat Isya.Nanti Baghda Isya,yang wanita semua pulang.yang pria berjaga bergantian sampai besok sore,menjelang Maghrib.Sebab kami tutup toko sore hari,dan Safira masih harus mengaji sesuai tutup toko.Jadi besok besok,mungkin Safira hanya berjaga sebentar sebentar " kata pak Armin .

Semua menyetujui,yang wanita bersiap pulang Pak Armin dan Pak No mendahului pulang

Sanggar tari itu menjadi seperti posko caleg ,dimana pengurus partai mondar mandir di ruangan menunggu masukan dari luar.

Malam semakin hitam,sedikit cahaya dari sang rembulan,menyinari hati orang orang yang kecemasan...

Entah,mengapa harus mencemaskan sesuatu..padahal sesuatu itu belum tentu terjadi dan datang seperti apa yang diharapkan Dunia penuh Mistery bagi manusia,tetapi manusia itu sendiri adalah Mistery bagi semesta..


Bab 9 Safira Dan Ibunya Mengaji 


" Safi,ssore ini dan seterusnya,kamu dan ibumu belajar menghafal surat Al Qur'an.Sampai hafal minimal yang tigapuluh juz.Hal itu untuk membekali kamu menerima tehnik menghancurkan iblis yang merasuk manusia .itu pesan Den Romo Seco" kata pak No ketika hampir menutup toko pak Armin.Pak No selalu di toko itu hingga sore,sejak ada peristiwa hantu culik

" Beliau teman pak No ?" tanya Safira

" Bukan hanya teman,tapi penasihat kami yang selalu melawan kenusyrikan " jawab pak No meyakinkan.

Maka Safira segera menelpon Bram yang tiba tiba datang bersama ibunya

" Kita kerumah pdk Armin" kata Safura saat didalam mobil.Bram mengarahkan kendaraanya sesuai petunjuk Safira

" Bram,yang hafal tarian pak Wily kan semua cewek sanggar,kenapa hanya saya yang wajib mengaji?" tanya Safira merasa aneh .

" Kamu paling hapal lirik tembang,tapi paling kurang hapal Al Qur'an ,mungkin " ibunya menyela

Bram dan Safira tergelak gelak,sebab seorang ibu yang terlihatnya lugu,kalau becanda seperti anak sebayanya .

" Mungkin,kamu akan diberi tugas sesuatu oleh beliau psk Armin dan temannya ,sebab kamu bekerja ditokonya. Mungkiiin.." Jawab Bram dan itu yang paling masuk diakal

Tiba dirumah pak Armin,Safira sangat takjub.Rumahnya sederhana ,tetapi aura wibawanya sangat besar .Disana ia bertemu seorang pria dewasa,,tetapi berwajah bersih tanpa kumis dan jerawat.

" Asalamu'alaikum Alaikum ,ini saya bertemu Dengan Romo Seco??" tanya Safira

" Wa 'alaikum salaam..betul ...silahkan terus keruang sholat " jawab Den Romo Seco

Ibu Safira juga betul salam,Bram berbuat ikut juga mengaji .Sehingga ada tiga orang murid pribadi Den Romo Seco saat itu

" Namamu siapa ,nduk? " Tanya Romo Seco ketika baru saja mereka duduk.

" Nama saya Safira,Den.." jawabnya

" Lalu ,siapa nama ibu ? " tanya Den Romo Seco pada ibu Safira.

" Nama Saya Empy Putri, Den " jawabnya

" Dan ,anak mudaaa...siapa namamu ?" tanya Den Romo

" Saya Bram,Den.." jawabnya

Den Romo Seco diam sesaat ,

" Nduk,dan ibunya..maaf ,saya cawe cawe untuk hal pribadi kalian .Sebaiknya nama kalian diganti ,sebab Iblis sudah masuk kedalam rumah kalian dan mungkin sekali,mereka menyerang karena seseorang ritual dengan menyebut nama kalian sekeluarga...Bisa diterima?" Den Romo menjabarkan maksudnya seraya bertanya

" Insha Allah ,saya tidak keberatan..." Jawab Safira.Ibunya juga mengangguk takzim.

" Nduk Safira,hari ini Romo akan sematkan Asmo ,Sakayah Hamangkurat ," Den Romo langsung melimpahkan hal besar ,yaitu nama yang sangat sakral bagi Safitri,Diapun sungkem sebagai tanda Sumarah.

" Dan ibu,akan saya rubah menjadi Empi Gatra Putri Hamangkurat " Den Romo menganugerahkan nama itu.Ibu Safira yang sekarang bernama Sakayah,sungkem menirukan Sakayah

" Dan anak muda,untuk mengimbangi mereka berdua,akan Romo beri nama Bram Scholt.Jadi ,panggilan kamu tetap Bram " Den Romo memberikan anugerah nama sakral ,dengan maksud sesuatu yang mulia.Bram sungkem menirukan kedua wanita itu

Setelah menganugerahkan nama,Den Romo Seco mulai memberi wejangan

" Dihadapan Allah,kita adalah saudara,..hubungan itu bagus antara orang dengan orang,kecuali hubungan orang tua dan anak,masih disebut seperti urutannya di dunia ." Kalimat itu yang di sampaikan pertama oleh Den Romo Seco

" Dan saat kita sudah mengaminkan hal itu,sekarang kita mencerna wawasan,hal hubungan Al Qur'an dengan alam semesta ini .Jika kita menyadari hal itu,akan lebih mudah mengkaji dan menghafalkan surahnya " Den Romo Seco menyambung .

Bram merasa lebih beruntung dari pada memperoleh orderan mobilnya ,setelah mendengar kalimat yang teduh itu .

" Sebelum melanjutkan,saya akan bacakan surat Al-Ahzāb ayat 57

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti (menista) Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan." Raden Romo Seco berhenti sejenak

" Hal menistakan Allah SWT,adalah hal yang paling harus dan selalu diajarkan oleh Iblis Hal itu supaya manusia menjadi golongannya.Maka kita harus mengkaji hubungan Al Qur'an dengan alam semesta ini,supaya kita dapat terhindar dari perbuatan diri yang tanpa sengaja telah menistaksn Allah SWT dan Rasul Nya .Sebab kalian akan menghafal Al Qur'an,atau kalimat tertinggi dalam kehidupan "

Sampai di kalimat itu,semua baru faham bahwa ,harus memperlakukan Al Qur'an dengan tuntunan yang lurus,seperti yang akan di ajarkan Den Romo Seco.

" Saya mengerti sedikit,tetapi hal yang lebih gamblang,saya belum mengerti mendetail ,bagaimana kami harus bersikap?" Bram bertanya merendahkan diri...

" Pertama...kita sebagai manusia yang terdiri dari beragam suku dan bangsa dari daerah yang memiliki bahasa yang berbeda beda,hendaknya mengaminkan bahwa Al Qur'an bukanlah bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia,tetapi hanya untuk berkomunikasi dengan Sang Khalik " Den Romo Seco sangat gamblang dalam menyuarakan Islam yang sesungguhnya sangat mulia

" Jadi,seorang tidak boleh menasihati orang lain untuk tujuan hajatnya,dengan menyontek ayat AlQuran, mungkin? Misal seorang anggauta dewan,memberikan usul agar di bangun masjid dengan sejumlah anggaran ,tetapi ia ingin agar temannya yang mengerjakan proyek,sehingga ia diberi tips oleh temannya.

Dan saat usul,ia menggunakan ancaman dari ayat Al Qur'an bagi yang menolak usulannya ,demikian? " Tanya Sakayah yang menjadi lebih dewasa sejak bersama pak Armin dan pak No.

" Betul sekali...dan ada yang lebih berakibat fatal ." Jawab Den Romo Seco

" Apakah itu Den ?" tanya pak Armin

Den Romo Seco menghela nafas sejenak,lalu menjawab pelan

" Kita tahu,alam semesta ini,yang dilangit akhirat dan di dunia yang nyata ini,adalah penciptaan dari kehendak Allah SWT.Tiada satupun mahluk yang tahu ,bumi tercipta dari benda apa,meski tahu bahwa manusia diciptakan dari tanah.Dan juga tidak ada seorangpun mahluk yang tahu api terbuat dari apa,meski tahu setan diciptakan dari api...." Den Romo Seco menatap satu persatu yang dihadapannya .Ia merasa kalimatnya telah difahami,maks ia melanjutkan

" Rasulullah Nabi Muhammad SAW,mengabarkan asal usul segala dzat itu dengan landasan Al Qur'an,atau Wahyu yang diterima beliau dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.

Dan penjabaran beliau adalah : Bahwa Allah SWT yang menciptakan langit bumi seisinya ,hanya dengan Kalimat Allah SWT saja,: " Kun Fayakun ".. .Dan yang kita bahas adalah Al Qur'an,kira kira Al Qur'an kalimat siapa?'' tanya Den Romo Seco ,diakhir penjelasannya.

Seketika ,Sakayah dan ibundanya ,meletakkan Al Qur'an di kening masing masing seraya bertasbih :" Subhanallah "..Bram dan pak Armin mengikuti.

Den Romo Seco memanjatkan doa kepada Allah SWT,mohon agar Allah Swt memberikan yang sangat baik dan berlimpah untuk yang hadir,sebab dari batin terdalam,mereka sangat takut dan memuliakan Allah SWT. 

" Saya tahu,anda semua sangat takzim terhadap Asma Allah dan wahyu Nya.Nah ,saya akan ceritakan sedikit kegagalan manusia selamat dari lingkaran iblis .

Kita tahu,Al Qur'an adalah kalimat Allah SWT,sehingga untuk menyentuhnya kita harus berwudhu .Tetapi justru banyak manusia yang membaca Al Qur'an seraya menggunakan liurnya untuk membalik balik kertas halaman suratnya .

Banyak juga yang memperlakukan lukisan Al Qur'an dengan tidak baik,meletakan di tempat kotor dan dikerumuni tikus yang pasti membuang kotoran.Banyak yang membuang robekan Al Qur'an di tempat sampah,padahal seharusnya dikumpulkan untuk disimpan.

Dengan keridak pedulian kepada kalimat Allah SWT ,apakah dari akhirat ada yang peduli pada umat umat yang demikian?" Den Romo Seco meminta untuk semua membandingkan antara nasib golongan yang berbeda ,yang mengaku sebagai muslim muslimah

" Banyak daerah terkena bencana alam,bahkan masjid menjadi korban juga,seharusnya semua pihak berinstrispeksi pada cara cara yang disebut ibadah .

Memang jika kita menyampaikan hal ini kepada umum,akan dianggap sebagai aliran dalam agama Islam,yang akan diimbangi oleh aliran lain yang berdalih lain saat memperlakukan Al Qur'an .

Nah,kita harus berjaga jaga akan nasib kita,maka jika kita ingin hasil terbaik,kerjakanlah yang terbaik diantara yang baik .." Den Romo Seco menutup nasihatnya sebelum mengaji Al Qur'an .

Sakayah dan ibunya,bersama Bram mulai menghafal ayat demi ayat,setelah dipersilahkan memulai .Setiap satu ayat,mereka membaca bisa duapuluh kali hingga hafal,kemudian tiga ayat disambung ,setelah dibaca berulang ulang hingga hafal diluar kepala.Dalam satu hari,semua mampu menghapal satu surat pendek,Alhamdulillahirobbil ,alamiin .


Bab 10 Kedekatan Safira Dan Remaja

Desanya

Sapto ingin membersihkan motornya,ia akan menggunakan untuk membeli keperluan makan minum di sanggar tari.

Ia mengambil air bersih satu ember di kamar mandi,ia diikuti oleh Ning yang mengawasi ia memutar kran dan meletakkan ember dibawahnya.Ning adalah salah satu penari sanggar itu .Merasa diawasi ,Sapto acuh tak acuh,ia berjalan keluar .

Sampai di depan motornya,Ning masih membuntuti dan mengawasi.Sapto belagak tidak melihat .Dan ketika Saptoro akan mengambil tas sayur,Ning ikutan kebelakang .

" Kenapa sich,nguntit saya terus??" tanya Saptoro saat kesabarannya habis

" Nggak boleh??Ya nggak apa sich ,kalau emang nggak boleh " jawab Ning setengah ketawa

" Bukannya gitu sich ...tapi ..masa iya kamu kaya anak kecil gitu ..ngomong aja apa maunya" Saptorobbelagak memarahi,ia tahu maunya Ning ,tapi pura pura tidak faham

" Sap...Hernowo kemana mana bareng Nanda ,Sakayah ,sekarang kemana mana bareng Bram...Lalu,kamu dan aku harus bareng sama siapa. ?" tanya Ning dengan pertanyaan yang kocak .

Saptoro tertawa ngakak..

" Yang adil nih...kalau aku dan kamu nggak bareng siapa siapa...mending aku bareng kamu saja..." Jawab Saptoro ,dan Ning kegirangan ...

" Setuju!!" seraya berteriak,ia merebut tas sayur di tangan Sapto dan tiba tiba saja ia sudah duduk di jok motor Saptoro.

Mereka berdua memasuki jalanan menurun karah pasar dengan ekspresi yang ceria,...Memang mereka berdua sudah saling menaruh perhatian,tapi belum ada yang berani menunjukkan isi hatinya.Melalui hal yang tak disengaja itu,mereka telah berhasil menyatukan hubungan mereka menjadi hubungan cinta.

Di depan toko pak Armin ,mereka berhenti dan berjalan kedalam pasar ,membeli sayur mayur dan lauk pauk untuk dimasak ibu Sakayah dan diantar ke sanggar Tari

Setelah belanja,mereka mendekati Sakayah di toko .Pak Armin yang menyambut.

" Kenapa kalian tidak mengambil uang untuk keperluan sanggar ?' tanya pak Armin

" Kakak laki laki Pak Wily sudah memberi kami cukup uang,jadi kami tidak berani mengambil uang bapak " jawab Saptoro jujur

" Nanti kalau ada keperluan besar,ambil saja uang di sini," kata Pak Armin.

Saptoro dan Ning menjawab

" Insha Allah.." dan keduanya berbincang bincang dengan Sakayah.

"Hernowo sedang ke rental print komputer,ia membuat undangan pengajian untuk warga di kelurahan,besok malam kita mengaji bareng warga " kata Ning pada Sakayah.

" Konsumsi ,akan diantar pak No ..eh,beliau nggak ada disini,kemana?" Ning bertanya usai menjawab.

" Pak Hernowo sudah keluar kota ,menjemput Den Romo Seco ,kemarub usai mengajar saya,Den Romo Seco pamit pulang sebentar kekotanya,mungkin beliau akan tiba disini sore hari " jawab Sakayah

" Baiklah,kami menyiapkan selain konsumsi sejak hari ini ,kami pamit " Sapto mengakhiri kunjungan mampirnya


Bab 11 Pengajian Romo Seco

Den Romo Seco ,hadir didesa Sakayah,merubah Sakayah menjadi baja hidup.Setiap sore,dalam pengajiannya Sakayah beroleh tuntunan tentang hakekatnya segala sesuatu yang hadir dan menjadi misteri.

Sakayah dan ibunya menerima pengajaran doa dan puasa khusus dari Den Romo Seco ,maka ia menjadi tanggung menghadapi segala sesatu

Bram ,memang kelihatannya mengaji satua ruang dengan mereka,tetapi ia terlebih dahulu telah pernah memperoleh dadaran rohani yang sama dengan yang diterima Sakayah dan ibunya .

Sakayah dan Bram serta ibunya ,menjadi lebih dalamb,mengenal hakekat Al Qur'an ,sehingga mereka penuh kegigihan memperkuat tawakalnya.Ak hasil,setiap menitnya ,mereka tidak lepas dari istighfar,sholawat,tahlil dan tasbih..

Sakayah mampu membuat mata pak Wily selalu ingin mengikutinya dan mulut bergerak gerak seperti ingin memanggil.

Sakayah mampu membuat pak Wily mengikuti wudhu dan sholat berjama'ah walau mulutnya tidak bisa bicara dan membaca lisan surat Al Qur'an

Dan saat ini,Sakayah ,Bram dan ibunya berharap akan memperoleh kekuatan baru dari dakwahnya Den Romo Seco , malam hari nanti di kelurahan.Mereka menunggu datangnya malam dengan sabar.

Hingga,beberapa jam kemudian ,waktu yang dinanti tiba,aula kelurahan telah penuh warga yang berniat mengaji.Sebahian karena undangan yang disebarkan,sebagian lagi karena tuntutan Islamiahnya yang mendamba pahala atas ibadahnya mengaji..

" Adalah perumpamaan wajah senja,senja memerah menanti ruang lain untuk menyembunyikan merahnya,menghindar siapa yang berlama lama melukisnya dengan kuas dan cat.,Tapi .....senja berjanji akan kembali esok bila mentari menyapa orang orang di belahan barat..

Al Qur'an demikian pola adanya..pasti menerangi hati yang gelap ,tapi tak harus orang itu mengambil keputusan lama untuk mengimaninya ,janji Al Qur'an selalu nyata didunia dan akhirat..

Anda akan menyaksikan kebenaran janji itu..Janji keselamatan akhirat yang harus ditempuh dengan susah payah,meski dunia anda memiliki fasilitas yang mudah,..tetapi jika anda sendiri telah menjadi yang tangguh..menjadi orang yang melihat terang ,tapi kemudian masih mencari pelita untuk menerangi gelap malam yang pasti tiba " Demikian awal kalimat Den Romo Seco di pengajian itu..

Semua yang hadir sangat memahami kalimat itu,mereka semakin mempercayai imannya sendiri yang akan membawa mereka pada tujuan terbaik.

" Siapa diantara kalian yang hafal sepuluh juz terakhir??" tanya Den Romo Seco pada hadirin. Mengangkat

Semua mengacungkan jari atau mengangkat tangan tinggi

" Siapa yang hafal Al Qur'an 20 Juz terakhir dari Al Qur'an ?" tanya Den Romo Seco lagi.Senua masih menunjuk jari dan mengangkat tangan..

" Alhamdulillahirobbil ' Al-Amin...nah,sekarang siapa yang hafal 30 juz terakhir dari Al Qur'an?" Tanya Den Romo Seco

Sebagian menunjuk jari mengangkat tangan,Sakayah dan teman temannya hanya diam .

" Alhamdulillahirobbil ' Al-Amin ..sangat banyak uang hafal.Sekarang,siapa yang masih sangat ingin menghafal keseluruhan surah Al Qur'an ?" Tanya Den Romo Seco

Semua mengangkat tangan...

" Saudara .saya sangat bangga terhadap warga desa ini yang keseluruhannya lebih mengutamakan kalimat Allah SWT.Maka,izinkan saya menuntun sedikit,cara terbaik untuk memusnahkan segala siksa setan di dunia ini ." Den Romo Seco berhenti sejena .

" Dihari hari kemarin,sebuah kejutan telah menggegerkan seisi kota..kehadiran mahluk ghaib menculik warga desa dan pendatang. Apakah anda yakin itu adalah kekuatan arwah orang meninggal ??..Saya pastikan ,mereka adalah peliharaan iblis atau peliharaan kaum musyrik " Den Romo Seco memandangi yang hadir sebelum melanjutkan dakwahnya.

' Bagi jenasah yang dikubur,ketika tujuh langkah pelayat meninggalkan liang kuburnya,,malaikat Munkar dan Nakir menanyai hal Allah kepada jenasah itu yang sudah di bangunkan oleh Allah SWT.

Maka ,arwah manusia hanya akan menjadi penghuni alam kubur hingga datangnya hari pembalasan.

Tetapi ,manusia terdiri dari darah dan daging ,darah adalah zat yang dilarang di wudhukan .Atau bukan bagian tubuh yang harus dan boleh terkena wudhu .Dan Allah telah meletakkan syaithon di tubuh manusia.terutama didalam darah.

Sehingga,darah manusia yang ditinggal oleh nyawa manusia itulah yang dijadikan rumah syaithon ,jika darah itu tidak lagi dalam dunia kehidupan ..

Syaithon yang lemah ilmu itu,lahir kegunia dengan perantaraan darah manusia yang diluar tubuh hidup..Artinya didalam darah orang mati ,letaknya istana syaithon "

Den Romo Seco telah menggambarkan secara gamblang hal datang iblis ,dan ia bertanya pada hadirin

" Siapa yang ingin menanyakan ,apa sebab syaithon mampu membentuk zat sehingga menjadi rupa manusia ,bahkan ke endaraan ,siapa yang ingin bertanya??* tanya Den Romo Seco sekali lagi.

Semua mengangkat tangan...

" Saudaraku..mari kita kaji surat Al Qur'an Al-A'rāf di ayat 16 dan 17

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.

Iblis berkata demikian ,sebab ia memang lebih kuat dari manusia,hal itu di sebutkan dalam ayat sebelumnya ,ia menolak untuk bersujud karena merasa lebih baik dari manusia.

Tetapi,ini harus diperhatikan....iblis hanya diijinkan menyesatkan dan menghalangi,bukan membunuh atau mengatur umat manusia.

Sehingga untuk mengalahkan iblis di dunia adalah dengan syariat yang tepat dan iman yang teguh. " Den Romo Seco berdiam sejenak ,,memberi kesempatan untuk hadirin merenungkan ayat Al Qur'an tadi..Dan ia kemudian melanjutkan.

" Untuk mengalahkan iblis dan penyembahnya,pertama kita harus mensucikan diri dari dosa yang lalu ataupun hari ini dan selamanya.Jika ingat akan dosa besar atau kecil yang pernah dilakukan,segera shalat tobat nasuha .Selagi masih hidup orang kita salahi,mohon maaflah hingga memaafkan...sanggup ?" tanya Den Romo Seco

" Sangguuup !!" Serempak hadirin menjawab

" Kedua...mengimani dan akal pikiran sehat kita untuk dididik sendiri bahwa,segala hal yang hidup di alam semesta ,kekuatannya adalah Allah SWT.Sehingga kita harus selalu dalam keadaan menyembah Allah dengan penyembahan yang lengkap seperti sholat,atau bertasbih,istighfar dan takbir dalam keadaan perhatian kita sungguh sungguh menghadap Allah Sanggup?" Tanya Den Romo Seco lagi

" Sangguuup !!" Serempak hadirin menjawab.

" Jika yang dua hal diatas ,semua sanggup mengerjakan .mari kita mengucapkan Hamdallah sebagai syukur kepada Allah ,kita akan menang terhadap masalah ." Den Romo Seco memimpin

" Alhamdulillahi robbil ' alamiin!!" Serempak hadirin berhamdallah

" Saudara...sebelum saya mengakhiri pengajian ini,masih ada dua hal yang i gin saya sampaikan ..

Pertama ,hal bagaimana pemilik ilmu iblis mengerahkan iblis ,tentu iblis digunakan untuk membunuh

Kedua ,bagaimana cara mengatasi dan mengunci lingkungan agar tidak dapat ditembus iblis utusan musyrikin,siap mengerjakan demi desa ini ?" tanya Den Romo Seco

" Siaaap !!" Tentu hadirin serempak menjawab

Den Romo Seco menunggu hadirin berkonsentrasi terhadap hak yang akan disampaikan.Kenudian ia mulai bicara lagi

" Saudara,syaithon memang lebih kuat dari manusia,mereka bisa hidup di alam ghaib dan alam nyata.Mereka bisa menjelma menjadi benda dan mahluk,tetapi ia tetap mahluk ciptaan.

Kalian boleh takut bertemu atau dikunjungi syaiton,tetapi setakut apapun,jangan pernah kita menyembahnya.

Semua kemampuan syaithon yang kita tahu itu ,jadikanlah bekal harapan menjadi penghuni surga bagi kita ..

Sebab jika kita melihat dan mengetahui bahwa syaithon mampu menjelma dan menciptakan rupa kehidupan yang belum ada menjadi ada,terlebih lagi Allah SWT yang menciptakan syaithon..

Perbuatan setan memang besar,tepai Karya Allah dan rencana Nya lebih besar dari segala syaithon dan perbuatannya....

Sudah faham apa yang terbaik untuk kita?" Tanya Den Romo Seco.

" Fahaaam!!! " Serentak hadirin menjawab

" Nabi Adam,saat pertama di jatuhkan kedunia,ilmunya lemah tidak seperti ketika di surga.Tetapi,karena setiap hari beliau belajar dari hikmah di kehidupan dunia,lambat lain beliau pandai,bahkan keturunannya dapat membuat pesawat antariksa,elektonika ,alat komunikasi canggih dan sebagainya...Ilmu dan kekuatan itu perlu proses untuk mendapatkannya ..

Dan Syaithon..ketika pertama dijatuhkan juga lemah ilmu.Syaithon hanya bisa menggoda dan menghasut dengan kata kata jika ingin menghalangi tujuan ibadah manusia.

Tetapi ,Syaithon memiliki cara perolehan kekuatan yang tidak sama dengan Nabi Adam.Syaithon menggoda manusia hingga manusia itu takut dan menyembah kepada syaithon .

Nah,ketika manusia sudah menyembah syaithon,maka syaithon akan menghadap Allah SWT ,memperlihatkan bukti bahwa manusia itu sudah menyembahnya.

Maka syaithon memohon kepada Allah agar pahala yang dikumpulkan manusia penyembahnya hingga hari itu,untuk diberikan kepada syaithon.

Berbekal pahala yang dihibahkan oleh Allah ,yang semula hak manusia tertentu,tetapi karena ia menyembah syaithon ,haknya diberikan kepada syaithon. Dan itulah yang menjadi kekuatan syaithon .

Semakin banyak manusia menyembah syaithon,semakin sakti syaithon itu.Sehingga kesakuiannya dapat menjelma menjadi manusia dan digunakan untuk menculik manusia ....

Jadi kesimpulannya ,jika tidak ada manusia menyembah syaithon,maka di dunia ini syaithon adalah mahluk yang lemah " Den Romo Seco menghentikan kalimatnya,dan mengisyaratkan dengan tangannya agar segera maju kedepan bersama ibunya.

" Saudara,selagi anda merenungi hal yang saya sampaikan,silahkan anda menikmati sedikit suguhan pak Lurah,sementara ,kita akan mendengarkan Sakayah dan ibundanya untuk melantunkan Al Qur'an,10 juz terakhir Sedangkan yang sudah selesai makan minum,silahkan bertahlil bersama mengiring surat Al Qur'an yang dibacakan ." Den Romo Seco turun dari mimbar,Sakayah dan ibunya menggantikan..

Den Romo Seco merasakan aura tidak baik diluar aula kelurahan itu,maka beliau menyempatkan diri untuk melihat halaman depan kelurahan,dan benar saja .

Ia melihat bayangan manusia manusia kecil hitam legam,beriringan sangat pelan keluar mssuk jalan tembus pemakaman .Sepertinya mereka menunggu sesuatu untuk di sergap...kadang iringan mereka berlari berputar cepat..kadang melambat dan merangkak ..

Tetapi kemudian mereka menutupi telinga seperti merasakan kesakitan dahsyat,selagi Sakayah melantunkan Al Qur'an dan warga desa bertahlil.Bayangan bayangan hitam itu sirna dari pandangan ...

Suasana menjadi suasana kemenangan atas perang melawan kezaliman iblis dan kerajaanya..Wajah warga desa semakin cerah.Den Romo Seco kembali naik keatas mimbar dan mempersilahkan Sakayah kembali ke tempat duduknya.

" Dahulu...orang takut terhadap syaithon yang wajah wajahnya menjijikan dan mengetikan,sehingga banyak yang lari sekencangnya untuk menghindari.Dan ketika ada para orang sesat memberi nasihat,maks dilakukan pemujaan dan penyembahan di tempat keramat yang dipercaya sebagai kerajaan setan .

Mereka memuja agar syaithon tidak mengganggu dan tidak muncul menakuti...sehingga tradisi pemujaan syaithon terjadi di mana mana dan Syaithon menjadi semakin sakti 

Tapi,di jaman jaman terkini,orang yang jahat ingin memanfaatkan kesaktian syaithon untuk membantunya mencari kekayaan dan kekuasaan.


Maka yang terjadi adalah,jika jaman dahulu orang takut kepada syaithon sehingga memuja dan menyembah agar tidak di ganggu,eh . Jaman sekarang,..orang takut miskin dan tidak takut wajah syaithon .

Sehingga mereka memuja dan menyembah agar syaithon membantu mencarikan harta ,Astaghfirullah Al ' adziiim..." Den Romo Seco menahan murka saat berbicara hal tadi

Warga banyak juga yang mengelus dada dan saling pandang tanda prihatin akan tabiat sesama manusia

" Para pemuja itu,membakar dupa dan kemenyan seraya mereka membaca mantera supaya syaithon merasuk kedalam tubuh orang yang akan dicuri kekayaanya.

Jika hal itu sudah dilakukan,maka tangan panjang mereka yang akan menjarah harta dengan cara cara pencuri,ya ..memang mereka pencuri.

Tetapi dengan cara bantuan syaithon itu,pencuri menjadi lebih mudah mencuri,sebab korbannya biasanya sakit keras sehingga tidak dapat menjaga dengan baik harta miliknya ..,Sudah faham sampai bab ini ,saudaraku??" Den Romo Seco bertanya.

" Fahaaam ..!! ," Kembali serempak hadirin menjawab

" Nah,jika kepada syaithon kemenyan dan syaithon dupa mereka sudah berhutang jasa,maka mereka akan membalas jasa syaithon itu dengan menumbalkan nyawa orang yang dipilihnya ,maka mereka memuja dan menyembah syaithon lain dengan cara...nah,perhatikan baik baik ..

Cara mereka salah memotong daun pisang ,memupuk di tanah dan menyembah daun pisang itu seraya membaca mantera ,maka akan hadir syaithon kecil kecil berbentuk manusia hitam... 

Syaithon itu akan diminta untuk mengambil nyawa orang yang di tunjukkan,biasanya adalah setiap pria yang berbusana batik kembang ganyong..

Syaithon itu menurut ,sebab yang meminta nyawa adalah syaithon tertinggi ,atau syaithon mempelai segala syaithon dan segala pemuja syaithon..

Sehingga dihari hari terakhir ini,telah di dzalimi warga desa ini ,yaitu para pria yang berbusana batik kembang ganyong..." Den Romo Seco menghentikan sejenak penjelasannya

Hadirin tercekat sebab tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka,adanya sesama manusia yang sangat tega terhadap orang lain.

Pada saat itu mereka segera bertahlil serempak untuk menghalau kemarahan terpendam terhadap golongan musyrik .

" Saudara,saya himbau,sejak hari besok...setiap kebun atau pekarangan yang terdapat pohon pisang,tuliskan lafadz Allah di daunnya.Tidak harus semuanya,cukup lima atau tujuh lembar daun...

Kemudian,ambilah lidi beberapa batang ,cuci hingga bersih dan bakarlah di tanah dan pekarangan itu,...Bacakan ayat Qursyi terus menerus saat anda mencuci dan membakarnya...

Nah,kerjakan hal itu minimal dua Minggu sekali,nanti anda sekalian akan melihat hasilnya ' kata kata Den Romo Seco adalah menjelang penutup pertemuan

" Saya ingin menjelaskan ,mengapa harus membakar lidi...

Saudara,jika asap kemenyan dan dupa kaum musyrikin sudah menyebar diudara,maka iblis iblis akan mengendarai untuk sampai di daerah daerah yang diinginkan .

Dupa dan kemenyan adalah unsur yang berbau tidak sedap,boleh dibilang,sebagai bau najis.Dan hal hal kandungan najis itu yang disukai iblis untuk menghuninya ..

Beda dengan lidi,Lidi yang dibakar ,memiliki aroma yang dahsyat ,tidak wangi tapi suc

Maka para malaikat akan mengelilingi dan akan membela kaum yang membaca Al Qur'an saat membakarnya...Insha Allah,semua iblis dipunahkan " Den Romo Seco mengakhiri pengajiannya dengan menutup dengan doa.


Bab 12 khtiar Menghalau Ilmu Sesat

Bram mulai berkeliling desa,penumpangnya Sakayah dan seluruh anggauta sanggar tari,mereka menulis lafadz Allah di daun daun pisang kemudian membakar lidi seperti pesan Den Romo Seco .

Seluruh warga desa tengah melakukan hal sama,dan ketika mereka berpapasan saling mengacungkan ibu jari .Hanya setengah hari ,kegiatan itu selesai di Bram kembali kepangkalan grabbnya setelah mengantar Sakayah dan teman temannya pulang kesanggar tari

Ibu Sakayah sedang mempersiapkan makan malam untuk keluarganya dan sebagian di kemas untuk di bawa ke sanggar tari.

Tiba tiba,dari arah pesolatan terdengar rintihan rintihan halus...suara laki laki dan perempuan bersamaan...suara itu memelas sekali .Ketika ibu Sakayah yang tidak begitu takut ,ingin memastikan mahluk apa yang merintih,berkelebat bayangan perempuan dan laki laki kearah luar rumah ...hilang di pelataran

Ibu Sakayah sudah tanggap ,bahwa ada iblis yang gagal menghantuinya sehingga mereka merasakan azab di tempat sholat itu Ia berhamdallah dan segera keluar rumah menuju sanggar tari. .

Dipintu sanggar,ibu Sakayah dikejutkan oleh pria yang menyambutnya.

" Seamat sore buu.." sapanya

" Pak Willy!!!" pekik ibu Sakayah kegirangan ,dan anak anak menyoraki keterutannya...

" Betul Bu,berkat Sakayah dan ibu serta anak anak disini,saya Alhamdulillahirobbil ,' alamiin ,telah sembuh ..'" jawab pak Wily seraya membimbing ibu Sakayah masuk.

Mereka mengelilingi meja setelah semuanya lengkap berada di sanggar itu.Pak Wily menceritakan peristiwa saat ia mula mula didekati mobil pickup hijau...hingga ia mengikutinya .

" Bapak,ditemukan Sakayah sedang menari di jalan,apa bapak tidak ingat apapun sehingga berperilaku demikian ? " Tanya ibu Sakayah.

" Seingat saya,saya tiba dikekurahan ,dan disana saya bertemu anak anak yang pindah latihan mendadak ..

Tapi ketika saya ingin kembali pulang,saya di suruh menunggu sepeda motor yang sedang di perbaiki .maka saya ketiduran,entah berapa lama saya tidur,saya tidak tahu. " Pak Wily menjawab denggan menahan tawa,mengingat peristiwa mengerikan yang lucu baginya

" Dan ketika bangun,saya merasa lapar luar biasa ..jadi saya ingin membeli makanan ,tetapi dekorasi kelurahan sudah berubah meriah Kata pak lurah palsu,ada acara mendadak dan saya diminta ikut menari bersama anak anak

Maka sejak malam saya ikut menari sejak di dalam aula kelurahan ,dan mengiring pejabat menari di jalanan ..saya kira memang itu anak anak saya yang menari ..dan ketika saya menari terakhir,saya merasa pening kemudian tidak ingat apa apa lagi. Saya sadar ketika mendengar anak anak melantunkan Al Qur'an di dekat saya,tadi .satu jam lalu ." Pak Wily selesai berceritera .

" Pak ,menurut para penari lengger yang ditanya polisi,mereka melihat bapak sedang berbicara sendiri di tepi sungai Mereka ingin mengajak bapak pulang,tapi diajak menari hingga berkeliling pasar...Untung Sakayah menemukan bapak " Nanda menjelaskan ke An hal ihwal pak Wily ditemukan sebagai penari lengger.

Pak Wily mengangkat bahu,ia menyerah pada kenyataan yang tak pernah ia bayangkan ada di alam nyata ini.Saat pak Wily merenung,Sakayah menghubungi Bram.

" Bram,pak Wily sudah pulih...kalau kamu nggak ada order ,ke.sanggar aja " Sakayah berbicara singkat ,dan ia menyinpan hp nya setelah dijawab oleh Bram

Kebetulan Bram sedang tidak ada panggilan grabb,maka ia mengarahkan mobilnya ke arah sanggar tari

Tetapi ,ketika hampir melewati jembatan ,ia melihat benda besar seperti peti mati ,melayang dan jatuh di sungai.Ada mahluk mahluk kecil yang mengiringinya ,mirip manusia kerdil tetapi hitam legam.

Suara benda jatuh itu sangat keras..sehingga pemilik rumah didekatnya juga mendengar .Bram meminggirkan mobilnya ,sementara penduduk berhamburan keluar membawa lampu senter,mengira telah ada kecelakaan

Bram keluar dari mobil dan membawa senter untuk memeriksa sungai,dan aneh ..terdengar rintihan beberapa suara pria dan wanita,tetapi sungai itu hanya bebatuan dan air mengalir seperti biasanya Sedangkan peti mati yang tadi seperti terlempar,juga tidak ada

Anehnya,disekitar tepi sungai dan di sungai itu sendiri,terdapat genangan darah..mengerikan !!

Rintihan itu masih terdengar ketika para penduduk juga mengerumuni tepi sungai.Tetwpi ketika penduduk itu membacakan tahlil berulang ulang,suara itu lenyap dan genangan darah juga lenyap.

Maka semua tersadar,bahwa tadi ada peristiwa Mistery.

Bram menceritakan hal hal tadi kepada sekalian yang berada disanggat tari itu.

" Menurut ibu,peristiwa itu disebabkan adanya kekalahan iblis yang di panggil kaummjusyrik untuk menyerang penduduk ,sehingga mereka celaka di perjalanan,dan masih mungkin sekali jika pemilik ilmu iblis yang mengendalikan ,juga celaka " kata ibu Sakayah yang juga menceriterakan hal hantu dirumahnya yang lari keluar dan menghilang.

" Jadi ,kira kira kronologinya adalah,ketika musyrikin meletakan daun pisang untuk menyembah iblis ,iblisnya datang tetapi dikejar oleh para malaikat yang sudah menjaga daun pisang,begitu Bu,,?? " tanya Bram

"Kira kira demikian,besok kita tunggu kabar adanya orang orang yang celaka mendadak ,siapa tahu mereka pemilik ilmu iblis itu." demikian ibu Sakayah mengakhiri diskusi kecil itu.


Bab 13 Kemenangan Di Pihak Orang Salih


Suasana di pasar tempat Sakayah bekerja ,agak ada yang berbeda .Beberapa pedagang kaki lima yang biasa buka sejak sore hingga tengah malam,saat itu banyak yang tidak berjualan.

Sakayah mendengar pembicaraan orang orang didepan tokonya,saat ia hendak menutup toko bersama pak Armin.

Ada yang berceritera bahwa beberapa rumah pedagang kaki lima itu,tiba tiba terbakar.

" Yu Tarsih,sampean tahu kalau rumah Bu Samad kebakaran?padahal orangnya hari hati lho ,yu..." kata calo toko emas yang masih belum pulang ,kepada temannya sesama calo.

" Tadi ada yang cerita,katanya konslet listrik..Oh ya,bukan hanya Bu Samad saja ..itu Pak Gendut,pedagang sate kelinci ..rumahnya kebakaran juga,...sampai saat ini masih diselidiki penyebabnya ." Jawab Yu Tarsih,malah memberi info tambahan .

" Mungkin ,pesugihannya pada ngamuk ,mereka lupa memberikan sesaji ...mungkiiin.." kata Yu Tarsih berikutnya.

" Ya mungkin,sebab di sini kadang kadang nebar kembang sesaji di depan lapaknya .kadang bakar kemenyan ditungku satenya ..Sholatnya tidak pernah terlihat ." Kata temannya menyambung

" Jaman sekarang,banyak orang melakukan hal hal yang membahayakan orang lain dengan acara kepercayaannya ..kita harus hati hati..." Kata Yu Tarsih lagi

Sakayah mencatat dalam hati,dan ia akan menceriterakan kabar itu di sanggar tari nanti.

" Sa,beli buah untuk ibu.." kata Bram saat Sakayah dijemput didepan toko ,pak Armin melambai tangan pada keduanya sebelum ia juga meninggalkan halaman toko dengan kendaraannya.

" Sekalian beli baju buat buat kamu,buat keperluan nanti kalau kita di utus Den Romo Seco ..." jawab Sakayah .Dan Bram mengangguk

Mobil Bram telah meluncur pelan,saat pasar itu mulai ada yang buka dagangan malam dan siap jual.

Tugas Romo Seco

Den Romo Seco ,duduk seraya membuka buka Al Qur'an di pesholatan milik pak Armin.Ia menunggu Sakayah dan ibunya beserta Bram.Beberapa ketiganya tiba diruang itu

" Besok,saya akan memberikan tuntunan Al Qur'an,di sanggar tari ,agar bisa diikuti oleh guru tari kalian dan seluruh anggauta sanggar " kata Den Romo Seco setelah menerima salam ketiga muridnya

" Hal itu,mengingat .kalian akan menjadi ujung terdepan wakil budaya yang berhadapan langsung dengan umum,jika kalian melapisi budaya dengan misi Allah SWT,akan lebih mulia bagi kalian ." Sambungnya

Sakayah dan ibunya serta Bram,menyetujui dengan anggukan pelan dan siap mendengar petuah lainnya .Waktu merayap menuju titik batas batas masing masing yang bersamanya


****


Pak Armin menuangkan gula pasir kedalam cangkir teh yang akan di suguhkan kepada pak No.Pak No saat itu sedang bertandang kerumah pdk Armin

" Saat ini,sanggar tari desa itu,semakin lengkap.Ada pelatihan tari,pelatihan baca Al Qur'an hingga latihan latihan kekuatan lahir batin yang cukup untuk menjaga kebaikan desa " kata Pak No yang memulai percakapan.

" Latihan bela diri di prakarsai Sakayah,kebetulan Bram adalah mantan atlit bela diri nasional,juga Den Romo Seco memilki kemampuan bela diri yang mumpuni.

Saya bersyukur bila niat niat baik berhimpun untuk membangun kepentingan umum pak Arrnin mengomrntari dengan menambah infonya.

" Semoga usaha mereka akan di contoh oleh generasi muda di kota kota lain yang mungkin memiliki situasi yang sama." Kata pak No .

" Aamiin " sahut pak Armin.

" Oh ya pak Armin....saya perhatikan ,Sakayah sangat dekat dengan Bram,mungkin mereka memiliki niatan bersama,tapi belum ada yang memberi gagasan pernikahan .Saya akan bantu sepenuhnya jika mereka akan menyelenggarakan pernikahan.." kata Pak No sungguh sungguh

" Bukan hanya Sakayah saja,disana sudah ada dua calon pasangan rumah tangga lagi ,selain Bram dan Sakayah " pak Armin menambahkan seraya tersenyum.



Bab  14 Sarang Penganut Ilmu Sesat 


Di pinggiran jalan Pantura,sebuah pondok ,dari kayu biasa dan atap seng dan dindingnya sebagian hanya banne besar.Tapi didalamnya penuh makanan dan minuman yang biasa dijual di swalayan.

Seorang agak kasar wajahnya menjadi pusat perhatian yang sedang berada di ruangan itu.Wajah wajah mereka tegang dan gelisah.

" Jadi...kalian telah kalahb gendam oleh orang yang belum kalian ketahui?" tanya si wajah kasar itu

" Bukan hanya kalah gendam,rumah kami terbakar ,waktunya juga bersamaan..." Jawab wanita yang terlihat pemarah.

" Entah apa sebab,saat kami ritual..tiba tiba dari daun pisang malah memancarkan tenaga yang menyesakkan dada .dan ada yang berteriak menjerit seperti di bakar api .." yang bertubuh kurus,pria setengah umur menyambung

" Menurut saya,hanya ada satu orang saja yang mengetahui rahasia gendam jatah nyawa,tetapi apa mungkin dia sampai di desa desa diwilayah kalian ??" Si wajah kasar berkomentar keheranan

Rupanya,mereka adalah sekolmpok anggauta perguruan ilmu politik pesugih yang menguasai berbagai cara menyabot nyawa korbannya dengan bantuan iblis.Sarang mereka di tempat terpencil di sekitar Pantura

" Kemarin kami hampir memperoleh tumbal,tapi tiba tiba sepertinya malah kami yang di kejar ,dan tiba tiba rumah kami terbakar ..saya kira ,harus ditemukan penangkal itu dan kita tindak " kata si pria paruh umur itu ...

" Tidak segampang itu ..sebab jika ritual daun pisang yang belum pernah diketahui siapapun orang luar,sampai dapat di ketahui mereka,tentu gerakan kita seluruhnya akan bisa dihadapi ....ini berbahaya..." Jawab si pria wajah kasar

" Aku punya ide...kita fitnah saja orang orang yang sedang shalat,dan kita adu domba mereka sehingga jika mereka saling bunuh,kita akan selamat..." si wanita pemarah memberikan ide..

" Betul gagasanmu...jumlah kita yang memenuhi tanah Jawa ini,akan dapat menghancurkan mereka dengan drama drama fitnah ." Si wajah kasar menimpali pendapat itu ..

" Mungkin dengan cara itu,kita bisa jarah nyawa tanpa harus ritual daun pisang." Yang lain menambahkan

" Atau kita menyusul kedalam parati partai politik,jika kita dipercaya ,kita akan bisa menyetir keadaan dan mengganyang para lawan gelap kita tanpa kesulitan " di wanita pemarah mengusulkan .Semua setuju

Mereka puas dengan apa yang di bicarakan,kemudian entah apa yang mereka lakukan lagi,saat lampu lampu dimatikan.Mungkin bersemadi mengundang guru iblis ..


Bab 15 Menggalang Mitra  Menumpas Ilmu Hitam


Keadaan desa Safira tadinya agak sepi,sebab penduduknya masih disawah dan bekerja di luar desa.Tiba tiba beberapa pemuda dengan sepeda motor yang knalpot brong ,berputar putar di jalanan itu seraya membunyikan klakson bertubi tubi memekakkan telinga.Anak anak kecil panik...mereka berlarian kesawah mencari orang tua mereka

" Hernowo dan Saptoro menghadang mereka dengan parang ditangan

" Apa yang kalian inginkan?kenapa tidak bicara baik baik ??" Tegur Hernowo

Pemuda pemuda itu berhenti memainkan bunyi knalpot dan klaksonnya

" Desa ini membuat kekacauan. Kalian minta minta sumbangan kedesa lain ,tapi mengancam jika desa desa itu tidak menyumbang. !!" Jawab seorang pemotor

Hernowo dan Saptoro saling pandang,mereka tanggap bahwa telah ada fitnah

" Bawa proposalnya kesini,biar kami selidiki siapa pembuatnya..." Kata Hernowo

Pemotor itu menyerahkan sebuah stofmap

," Astaghfirullah Al 'adziim...ini bukan kami.." jawab Hernowo,sebab diproposal itu ada yang mengatas namakan takmir masjid dan sanggar tari desa mereka

" Sebaiknya kalian bertemu anggauta sanggar tari dan para takmir ..jika salah satu dari mereka adalah pembawa proposal,kami akan menindak sendiri..." Jawab Hernowo.

Pemuda pemotor itu berembug lalu pergi dengan lebih sopan,sebab menurut mereka ,jawaban itu telah membuktikan bahwa desa ini tidak salah .

Hernowo menjadi tahu alamat meteka dengan membaca alamat tujuan proposalnya.Kelak ia akan mengunjungi jika ada perkembangan masalahnya


****


Keadaan dikota kota ,sejak saat itu agak meresahkan.Dimana mana muncul oknum peminta sumbangan dengan perilaku yang membuat orang marah.Pernohonan sumbangan itu mengatasi namakan masjid masjid desa dan sanggar sanggar budaya..

Mereka berhasil lolos dari masa,karena yang mereka temui adalah ibu ibu yang sedang dirumah yang para lelakinya sedang bekerja.

Dan tak hanya itu ...

Beberapa kali,para jama'ah pengajian keracunan makanan dari makanan yang disajikan panitia tidak jelas yang mengundangnya.

Mereka selalu mengatas namakan ulama besar saat mengundang,tetapi selalu dinyatakan berhalangan hadir..Mereka mengganti dengan penceramah yang tidak jelas ilmunya ,seraya membagikan kotak amal agar diisi oleh peserta undangan.

Oleh sebab situasi demikian , dalam hati masyarakat umum,telah ada kecurigaan besar kepada aktifis budaya serta takmir takmir masjid Hal itu memprihatinkan

Den Romo Seco menanggapi situasi itu ,ia memanggil murid muridnya disuatu malam

" Sesungguhnya,riwayat musyrikin dinegeri ini sudah mengakar di sebagian penduduk Jumlah mereka hampir separuh jumlah warga negara. ..maka kalian harus mengetahui titik lemah mereka dari riwayat pembentukan sektenya ." Den Romo Seco memberi wejangan.

"Aliran musyrik Semar Mesem dan Jaran Goyang,mereka mempercayai gunung gunung tertentu sebagai penjelmaan sesembahan mereka,sehingga mereka akan lemah mental jika gunung gunung itu meletus..." Den Romo Seco menambahkan.

" Apa ada aliran lain yang juga menjadi pemuja setan dengan kepercayaan beda ?" Tanya Bram

" Ada,pelaku kebanyakan adalah penjahat politik .Mereka menganggap Gunung tertentu sebagai jelmaan Nyi Blorong,yang digambarkan sebagai puteri NYI Roro Kidul..Mereka pernah bersumpah,akan menyerah dan meninggalkan kegiatan terorisme dan politik,jika Gunung Merapi meletus ...

Nah ,dari seluruh aliran kekuatan itu,dikenali sebagai aliran iblis,atau kafir ,sebab jelas jelas tertera dalam Al Qur'an Surat An-Naba` : 6 dan 7

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

dan gunung-gunung sebagai pasak?

Seharusnya setiap manusia menyadari bahwa segala gunung itu diciptakan oleh Allah SWT.Karena keingkaran mereka itulah,mereka dalam kedudukan sebagai musyrikin,sekalipun mereka terlihat sholat dan berpuasa di bulan Ramadhan" jawab Den Romo Seco.

" Apa yang dapat kami lakukan untuk menumpas ,Den ?" Tanya Sakayah

" Para musyrikn itu sudah berbaur dengan masyarakat,sepertinya tidak bisa dibedakan antara kaum beriman dan mereka.

Sebab mereka juga senantiasa terlihat beribadah di masjid,berniaga,dan bekerja seperti umum..hanya saja,mereka akan menghasut agar orang menyerang orang yang tidak mau berbaur dengan para pelanggar agama." Den Romo Seco memperjelas situasi.

" Jika masa musyrikin yang menjadi organisasi tertentu semakin banyak,mungkin negeri ini akan bergulir menjadi negara kiri ' komentar Bram

" Tergantung usaha kalian,komunitas terkecil yang memijak hikmah atas musibah dan menjadikan daya kekuatan untuk mendobrak " Den Romo Seco memotifasi.

" Saat ini,kalian kumpulkan seluruh pemuda yang pernah menggugat adanya proposal tidak sehat,bersatulah dengan mereka ,untuk melacak para pelaku " Den Romo Seco menjabarkan pola kerja perangnya

" Kami siap mengunjungi mereka ,tetapi materi apakah yang dapat kami janjikan untuk menjadi senjata pamungkasnya?" Tanya Bram

" Temui pak Wily,dan sampaikan pesan saya. Ingatkan,bahwa dahulu konsep koreografinya yang meniru gerakan ritual sesat,telah membawa musibah baginya...

Maka,buatlah koreografi tari yang meniru dan menggambarkan ibadah Islami,lalu kalian praktikkan dengan cara ,menyelenggarakan pagelaran tari.

Dan karena tari serta lagu itu adalah jurus pamungkas perang melawan iblis,maka sanggar tari itu berikan nama yang tepat dan agak mudah melekat dihari publik." Den Romo Seco lebih memperinci konsep tempurnya.

" Nama apa yang akan kami gunakan ?" Tanya Sakayah

"Gunakan nama Sakayah Hamangkurat ,Insha Allah akan dihadiri berbagai kalangan umum dan seni " Jawab Den Romo Seco.

Sakayah dan teman temannya merasakan haru dan kebahagiaan yang baru dalam semangat juang sebagai insan Islam.

" Kalian kunjungi kota kota dan selagi kalian menari,biarlah pemuda pemuda itu yang menjaga ruang di depan dan didalam Sebab tidak mungkin tidak jika kalian akan mendapatkan perlawanan dari pemuda pemudi musyrikin ' Pesan Romo Seco lebih luas lagi.

" Jangan lupa,setiap memasuki daerah orang lain,carilah lokasi untuk kalian membakar lidi...'

Den Romo Seco menutup pesan nasihatnya ,dengan kalimat pendek

" Nanti,akan saya berikan catatan perihal kaum musyrik dan tanda tandanya serta kelemahannya,jika kalian akan menyelenggarakan pagelaran tari "

Semua menghaturkan terimakasih dan menyalami Den Romo Seco sebelum meninggalkan dia meninggalkan sanggar tari .


****


Hernowo dan Saptoro sengaja mengganti knalpot motornya dengan knalpot brong.Ia kadang dagang online knalpot Purbalingga,sehingga ia memiliki simpanan knalpot bronk.

Malam itu ia mengunjungi sebuah desa yang jalanannya penuh anak anak muda nongkrong di angkringan tepi jalan.Ia bertemu dengan pemuda yang pernah melabrak desanya .

" Bro...punya waktu buat ngomong ??" Tanya Hernowo pada pemuda itu.

" Selalu...selagi saya disini ..." Jawabnya

Hernowo memesan hati bakar dan nasi kucing hangat ,untuknya ,Sapto dan jendlan baru .

" Kita punya rencana yang mungkin kamu bisa mendukung.." Hernowo mengawali dialognya .Lalu mereka sepakat dan Hernowo bersama Sapto segera kembali kedesanya.

Di perjalanan,ia melihat hal yang aneh aneh.

Ada pedagang kaki lima yang bicara sendiri ,sambil masak seperti untuk pemesaDari dekat memang tidak ada orang dihadapannya ,tapi dari jauh,terlihat bayangan manusia manusia kecil sedang mengerumuni,tubuhnya hitam legam.

Dan kemudian,terdengar suara jeritan pedagang itu diawang awang

Ada juga terlihat daun daun pisang seperti menyala di kebun kebun ,dan terdengar suara jerit jerit manusia yang hanya suaranya saja

Mereka berdua tidak merasa ngeri atau takut atas hal hal itu,sebab ia sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi ,sepertinya ilmu syaithon musyrikin sedang berbalik menghantam mereka.

" Her..memang tidak sedikit orang khilaf yang tertipu menjadi pengikut setan" Sapto berkata saat motornya didekatkan kemotor Hernowo.

" Ya..saat ini mereka kalah,tetapi kita harus siap siap terhadap usaha mereka yang lain,siapa tahu kekerasan fisik." Jawab Hernowo.

Pada saatnya,motor keduanya sampai di sanggar tari.Safira memberikan kertas Corat coret konsep tari pak Wily.Mereka harus memilih musik untuk menjadi musik latarnya.

Mula mula ,mereka mencoba dengan guitar,tapi hanya sebentar .Mereka kemudian menggunakan biola dan gendang .Pak Wily tersenyum puas atas hasil kolaborasi itu.



BAB 16 Keberhasilan Sakayah Dan TemanTeman



Beberapa kota telah disinggahi Safira yang telah berganti nama Sakayah dan teman teman,mereka tentu dikawal para pemuda knalpot bronk.

Dan setiap pertunjukan mereka ,selalu dipadati penonton dari berbagai lapisan masyarakat Dan setiap pertunjukan mereka selalu diwarnai suara jerit manusia tanpa ujud di mana mana,ya..sungguh mereka manusia musyrik yang ilmunya telah menghantam diri mereka 

Dan,setiap kita ,mereka diminta untuk membuka sanggar pelatihan tari dan musik pengiring tari .

Pak Wily,sebagai perancang tari dan pelatih mereka,berjanji akan membuka sanggar tari koreografi di kota kota yang dilalui mereka.

Saat ini,pak Wily hanya sanggup mengajar virtual,dan itupun peminatnya banyak sekali.

Perjalanan perjuangan Sakayah dan teman teman menggelar pagelaran musik tari Islami,bukan tanpa hasil yang nyata

Di waktu mereka merancang dekorasi panggung di isebudh kota ,Dikota yang pernah mereka singgahi,banyak keluarga yang berbondong bondong meninggalkan rumah untuk mencari penghidupan dikota besar,sebab didaerah itu ilmu gendam pesugih mereka telah musnah,sehingga mereka tidak laku dagang dan tidak laku berpolitik.

Hanya sayang,di tengah jalan,banyak dari mereka yang dihantam kendaraan lain hingga tidak ada yang selamat .Semebtara ,yang masih tinggal telah dijangkiti penyakit penyakit yang mematikan,satu persatu mereka masuk liang kubur.

Dan sejak saat kegiatan budaya Islami rintisan sanggar Sakayah Hamangkurat telah berkembang dikota kota,semarak dan damai sejahtera dengan kolaborasi yang tepat

Pemusik dan penari menunjukan tarian yang memimpin jiwa menuju Allah SWT. Tak ada yang menyalahkan pekerjaan suci yang iringi ritual penghancur iblis dupa dan iblis kemenyan terus menerus.

Semoga selamanya kesalihan dan alamnya terjaga selamanya..


TAMAT






BIONARASI

Gabriela Richard & The Holy Spirit 


Novela ini ditulis oleh Gabriele Richard & The Holy Spirit ( Sujoko ) yang  memiliki hobi bermain musik dan menulis


 Sangat banyak lagu yang diciptakan,tetapi hanya disimpan saja sebagai koleksi karya.Dan dalam menulis ceritera,ia tidak sedikit karyanya.Biasanya hanya diupload di Kompasiana 

Dan setelah bergaul dengan IG,Gabriele Richard rajin mengikuti lomba lamba tulis,dan selalu karyanya terpilih untuk diterbitkan

Setidaknya,Indonesia punya satu lagi penulis dan pemusik sederhana,yang bisa dinikmati karyanya

IG yang dimiliki adalah @ Gabriele Richard



























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar