Kotak besar yang menyeringai ketepian jalan adalah rumahku.
Di dalamnya aku hanya merasakan kesunyian,walaupun bising kendaraan hilir mudik tak henti hingga tengah malam.
Semakin aku membayangkan hal yang romantis,atau kekerabatan yang familiar diantara Jessy dan keluarganya,semakin sepi ini menggelayut semena mena
Jessy adalah temanku bekerja disebuah toko cemilan.
Ia hanya berpendidikan SMP,tapi ia luwes menghadapi siapa saja
Mama papanya suka datang ke toko,ada ada alasannya.
Yang jelas,mereka ingin mengambil uang Jessy untuk kebutuhan rumah. Dan aku di toko itu hanya sekedar pengantar pesanan di alamat pemesan dalam kota,merangkap tukang bawa belanjaan kedalam mobil pembeli.
Aku merasa tak berarti apa apa di banding Jessy dan dihadapannya
""""
Suatu pagi,saat aku keluar dari kotak besar itu untuk bekerja seperti biasanya
" Kamu ngapain !? Masuk. !!" tegur Jessy saat ia melihatku hanya duduk disamping toko bagian luar..
" Toko kan kecil,kalau aku di dalam,kamu mau duduk dimana?" aku menolak nya.
" Oh ya...situ aja!! " Jessy berkelakar seraya mengambil posisi duduk di belakang meja kasir.Aku diam menahan tawa
Lima menit kemudian ,datanglah konsumer pertama,aku berusaha menyembunyikan wajah
" Ada abon kering yang tahan sebulan? " tanya seorang yang ingin membeli barang toko
" Semua abon kering ,bisa tahan sebulan ,oom " jawab Jessy merasa di permainkan
" Iya aku tahu ..maksudnya ,yang terbaru ..he..he..he.." pria itu mengatakan yang tak terduga dari yang difikirkan Jessy
" Oh maaf,itu oom di rak paliiiing kiri..." Jessy menjawab seraya tangannya mengaba aba langkah pria itu .
" Ini dia. ." kata pria itu saat menemukan yang ia cari...
" Tolong di bungkus,sekalian kacang kulit sepuluh kilo .." pria itu mengambil dompet dan mengambil isinya untuk membayar..
" Tomy,tolong bawakan lima kilo kacang ke dalam mobil oom ini .." seru Jessy seraya menghitung uang..
Mampus aku!!! Dalam hati aku mengeluh ,Sebab pasti akan terjadi musibah besaaar.....!!
" Lho ,kamu!!? " Pria itu kaget saat melihat aku dan ia naik pitam saat aku mau membawa kacang ke dalam mobilnya .
" Nggak usah...biar saya bawa sendiri ..!!" Ia menghardik dan aku mundur cepat Pria itupun memaksakan diri membawa kacang dan abon kemobilnya lalu...
Braaagg!!...Ia membanting pintu dan berlalu secepatnya. .
" Siapa itu,koq sepertinya anti banget sama kamu ?" tanya Jessy saat ia pergi
" Itu orang,nawar tanah tetanggaku ,tapi ia minta surat tanahnya untuk jaminan pinjaman kebank.
Jadi, dia mau bayar tanah pakai duit pinjaman bank tapi belum ada jaminannya
Maka ia maksa tetanggaku untuk menyerahkan surat tanahnya
Aku melihat itu adalah pelanggaran ,aku panggil tetangga tetangga lain untuk mencegah " jawabku
" Lha,tetangga kamu itu ada hubungan apa dengannya?"
" Dasar tolol!! Mungkin dulunya dia yang belikan rumah,
Lain kali jangan campur tangan urusan rumah tangga. " tegur Jessy agak angker
Ouw..Jessy bijak juga,hanya saja,sebenarnya aku bohong barusan.
Sebab yang datang tadi babeku ,dia suruh aku sekolah tehnik,malah aku pilih sekolah tinggi seni.Ia marah hingga aku diusir ..
Sehingga kuliah aku batal sebab nggak ada ongkos,
Kepengin pulang kerumah aku nggak dapat pintu...
Nasibku terdampar di toko ini .
Gajiku hanya pas buat sewa rumah mirip kotak besar
****
Sore hari,toko tutup ,Jessy menunggu dijemput seseorang ,tapi sejam lewat,yang ditunggu belum datang.
Kebetulan aku masih di sekitar toko ,sedang ketemu teman SMA yang buka toko sembako disebelah toko tempatku kerja
" Tom,bisa antar aku???" tanya Jessy .Aku hanya beri dia isyarat untuk naik di jok belakang ,saat itu aku hampir pulang juga.
Tak lama ,aku sampai di gang rumah Jessy..
Dikiri kanan, anak anak bermain,..
Para ibu ibu terlihat banyak yang ngobrol diluar ..Dan yang mengerikan,dua tiga kelompok anak anak muda mengelilingi miras,
Heibatnya... saat Jessy dekat mereka,semua tost tangan seperti tim voly smashnya masuk .
Nah,aku panik disitu,..Bahkan,ada seorang tinggi besar hanya nyandar di teralis depan rumahnya,tanpa sepatah katapun ia meminta sesuatu pada Jessy,tapi balasan Jessy hanya kedua bahunya diangkat dan telapak tangannya mengisyaratkan ,tidak ..
Lalu aku di suruh masuk saat ia menginjak lantai depan rumahnya .
" Tom ..kamu tahu mama papaku sering datang untuk meminta uangku ?
Dan kamu lihat bagaimana orang orang diluar itu??
Kamu harus tahu ... Sebentar.."
Ia berhenti bicara dan melepas sepatu serta menyimpan tasnya
" Mama papaku tidak produktif,dulu pengusaha tapi bangkrut ..
Aku anak satu satu ya menjadi tulang punggung rumah ini ..Dan,itupun sangat tidak cukup untuk kebutuhan bertiga. " Jessy menceriterakan hal dirinya.
" Papa ,menjodohkan aku dengan tetangga,ia kaya..setiap bulan kami diberi tunjangan belanja,mesk saya belum menikah dengan tetanggaku.
Itu semua yang diluar adalah kerabat keluarga tunanganku..."
Masih ia tidak menampakan sedang menyesali nasib atau kecewa,
Tapi ,sepertinya ia tahu isi hatiku yang tertarik bersamanya.
Lalu aku yang sebenarnya kena mental,belagak tegar bahkan menggurui
"Kamu kan perempuan,cepat atau lambat tentu akan menikah,...
Soal jodoh,memang nasib keluargamu bisa buat kita memetik hikmah .
Tidak boleh kita menolak sesuatu yang saat ini miskin dan memburu yang saat ini kaya.
Semua bisa berubah,seperti papa dan mama kamu .
Dulu orang bersandar hidup pada usaha mereka,tentu semua mempertahankan agar mama papamu tetap bersama mereka .
Sekarang kenyataannya,untuk hidup sendiri saja harus merelakan anak banting tulang,..maaf saya bicara itu.
Maksudbya,kalau itu jodoh dari keluarga ,syukuri saja
Apalagi keluarga tunanganmu itu penuh kasih sayang.
Dan...terimakasih sudah kamu beri kabar,kalau datang hari nikahmu,aku pasti disini " kataku dan aku pamit tanpa memperlihatkan kekecewaanku pada suratan manusia
Sebenarnya aku bersiap mengatur siasat agar aku bisa terus bersama Jessy,ternyata aku harus membuang jauh jauh buat itu,Jessy tunangan orang lain.
Dan hak prioritasku adalah kecewa sambil patah hati.
Tapi,mungkin juga,ini adalah karma orang tuaku yang sangat memimpikan aku menjadi sarjana tehnik,aku memupus impiannya dengan mengambil kuliah seni...
Ach ...aku hari ini memiliki dua hikmah besar untuk bekal hidup entah seperti apa..
Pertama,orang tidak harus menerima Si kaya dan menolak si miskin,sebab suatu saat nanti sikaya itu menjadi si miskin ,disaat kitapun miskin..
Kedua ..jelas,jiwaku tidak dilapisi dengan kasih sayang sejati ..
Jika aku punya kasih sayang pada papa,aku pasti nurut kata beliau....
Dan jika aku nurut kata beliau,mungkin aku jadi orang kaya yang akan bisa memperoleh cewek cewek seperti Jessy ribuan jumlahnya .
Ya,cewek yang ortunya jatuh miskin sehingga dijodohkan dengan orang kaya ,untuk sekedar menutup kebutuhan
Yakin,mereka tidak punya kasih sayang kepada besan dan mertuanya
Oh. Papa...
Ijnkan saya menebus kesalahan saya,saya akan berusaha kuliah ditehnik dengan biaya hasil kerja sendiri. .
Semoga kelak kemarahan papa selesai,dan kita akan menjadi anak dan ayah yang tidak bertepuk sebelah tangan dalam menyayangi satu sama lain .
SELESAI
.
BIO NARASI
GABRIELE RICHARD & THE HOLY SPIRIT ( Sujoko ) adalah seorang biasa yang memiliki hoby berkompetisi .Kadang kompetisi itu adalah tulis menulis cerita,kadang juga berkompetisi musik secara tertutup
Gabriele Richard ( Sujoko ) Lahir di kota Purbalingga,Jaea Tengah.Ia beragama Islam dan memiliki keunikan pendidikannya..Ia belajar segala sesuatu secara privat.
Gabriela Richard,seorang yang bercita cita sederhana ,yakni berguna bagi nusa ,bangsa dan agama. Akun IG yang dimiliki adalah @GabrieleRichard

Tidak ada komentar:
Posting Komentar