Hari menjelang Ashar,puasa di hari pertama baru saja di masuk di tanggalnya ,tapi rasanya hari puasanya sudah berhari hari lalu.Masalanya,sudah seminggu ini orang kampung harus sering puasa karena pemukimannya kebanjiran..Semua alat dapur terendam,listrik padam dan tentu semua toko tutup terpaksa,maka mereka hanya makan sisa biskuit atau cemilan yang masih dimiliki.
Sementara itu,genangan lumpur masih memenuhi jalanan hingga lantai lantai rumah,dan fenomena sampah bawaan air meluap ,tentu padat di tiap benda yang bisa ditempel.Itulah dampak banjir tahunan yang melanda pemukimanku .Kali ini memang bukan yang terbesar,tapi sama saja menyusahkan.
" Listrik padam semua ,Yos " Samuel mengingatkan saat Yos ingin menyalakan televisi yang terminal kontakny letaknya di dinding agak tinggi.Yos membatalkan niatnya,lalu berinsiatif mengambil sapu lidi dan alat pel untuk membersihkan teras yang seperti bantaran anak sungai.
" Kapan banjir ini mengundurkan diri dari event tahunannya yaa??" Yos menggerutu saat sapu lidinya mulai mencongkel congkel sampah dikolong kursi rotan.
Samuel ketawa keras,...
" Mungkin kalau aku jadi walikota ,persoalan banjir ini tuntas .Kamu percaya Sam ? " Tanya Yos pada sepupunya,Samuel yang tinggal dirumahnya itu dalam rangka kuliah .Rumahnya di Kuningan,Jawa Barat
" Aku kurang yakin itu,soalnya kamu kurang agresif kalau di kampus.Duduk di pojok,ngerokok di kantin,kalau ada teman nggak mau nyapa " jawab Samuel tanpa dibuat buat.
" Ach!!" Yos memekik terperanjat ,lalu melompat keatas kursi ,ketika seekor tikus tiba tiba muncul dari genangan lumpur,lari kearah rumah sebelah.
" Tuh ,kan ..tikus saja protes kamu punya rencana jadi walikota.....ha...ha. .ha ." Samuel tidak bisa menahan tawa melihat Yos yang menggigil ketakutan hanya karena melihat tikus
" Waduh....tikus ninja mau teror calon walikota ...!! " Mamanya yang baru turun dari lantai atas tiba tiba koment juga
" Mama sepertinya sangat kurang mendukung banget sich?..,jangan jangan mama juga sedang meloby parpol untuk nyalon walikota " Yos balas komentar mamanya dan saai itu Samuel iseng membawa sapu yang dibalik,ia menutupinya dengan gelas kecil.Dua benda itu jadi mirip michropone ,lalu ia belagak reporter tv mewawancarai calon walikota
" Bapak calon walkot,seandainya bapak terpilih ,apa yang bisa bapak perbuat supaya masyarakat di sini terbebas dari teror banjir tahunan ?" Tanya Samuel tanpa ketawa
" Saya akan gunakan APBD maksimal untuk merealisasikan masyarakat selamat dari banjir tahunan.."jawab Yos mantap
" Wah,ini menarik sekali .Memang setiap proyek harus didanai ,minimal dari APBD,nah untuk apa APBD maksimal itu pak??" tanya reporter koplak
" Anggaran itu,saya gunakan untuk membelikan mereka tanah dan rumah pemukiman baru di desa dataran tinggi.." Jawab Yos tegas ,tapi ia merasa ada tutup gelas melayang kekepalanya,mamanya menimpuk,he...he...he
" Itu konyol namanya!! Nggak usah walikota,wali murid juga bisa kalau hanya mindah pakai uang ...Lagian jika desa di sini dikosongkan,mau kau jadikan peternakan hantu tuyul?? Dan jika ini kosong tapi desa lain di tambah penduduknya,jelas orang sana yang jadi BT,...itu namanya enak di kamu nggak enak di mereka...". Kata mamanya.
Yos merebut microphone koplak yang sebenarnya dan memukul muku meja dengan pelan ,ia memainkan musik perkusi bohongan untuk menutup debat , Samuel terkekeh kekeh...
Tiba tiba sebuah mobil berhenti dan dari dalamnya seseorang hanya membuka pintunya saja,sebab ia hanya bisa duduk menggendong anak kecil yang tidak mau lepas .
" Yos,tolong jagain Nony...aku harus bersih bersih rumah yang ketimbun sampah banjir. sebentar saja,Nony nggak bisa dilepas sendirian kalau aku lagi kerja .." Seru wanita yang di mobil itu seraya mengulurkan anaknya kepada Yos.
" Aduuh...mbak,disini juga sedang bersih bersih...nanti nggak ada yang jaga . ." Yos menolak permintaan wanita itu yang sebenarnya adalah kakak iparnya yang tinggal di jalan sebelah .
" Biar mama yang jaga Nony,kalian bersih bersih sampai selesai .." Mama Yos menengahi dan ia mengambil cucunya dari gendongan menantunya.
" Makasih mam,jadi nggak bete bete banget kalau Nony sama mama,.." kata wanita itu dan segera tancap gas setelah anak dan mertuanya masuk rumah
****
Hari ke tiga ,pasca banjir surut,warga desa terdampak ,di undang ke kantor lurah.Pagi itu adalah jadwal agendanya .
Pak lurah yang berasal dari desa lain,telah menanda tangani penerimaan sembako bantuan sosial bagi warga terdampak banjir Dan sumbangannya siap dibagikan ,nanti kalau acara selesai...
" Siapa yang tidak hadir padal tahu kalau hari ini ada pertemuan warga di sini? Kita maklumi saja,sebab mereka berpuasa dan tidak kuat bepergian." pak lurahembuka pidatonya di depan mic ,seraya memandangi ratusan hadirin yang terdiri dari warga desa yang terdampak banjir
Hadirin yang sudah duduk , pandangannya mengawasi kanan kirinya,siapa tahu ada yang dikenal .Mereka tidak menjawab hanya menunggu pidato berikutnya
" Seperti kita ketahui bersama,bahwa setiap tahun beberapa pemukiman di desa ini ,menjadi langganan banjir .Lalu ,siapa yang paling dapat ditegur atas peristiwa itu ??" Pak lurah berhenti sejenak ,menunggu reaksi hadirin.
" Seharusnya desa ini bebas dari kebanjiran air,jika saja masyarakatnya berusaha mencegah Satu,jangan menjadikan bantaran sungai sebagai tempat pembuangan sampah .kalau airnya naik,sampah itu akan terangkat dan menyangkut di batu ,dan menutup kolong jembatan irigasi.Kedua,jangan memanen kayu di bantaran bantaran sungai ." .
Atas pidato itu,warga yang hadir saling pandang ingin mengetahui siapa pembalak kayu di hutan,dan mereka belum menemukan
" Di desa saya,semua warga melakukan aktifitasnya dengan sangat terarah,mereka membuat tempat pembuangan akhir di tepi kebun yang jauh dari sungai ..Mereka juga hanya memanen kayu di lahan mereka yang jauh dari sungai ..." Tapi sebelum pak lurah melanjutkan,tiba tiba hp di sakunya menunjukkan ada panggilan suara .Pak lurah menerimanya,dan aneh. .ia segera mengemasi map dan kertas di depannya,lalu bicara lagi,kali ini pidatonya lain..
" Maaf,saya harus kembali kedesa saya,mendesak Acara akan dipimpin oleh pak sekretaris desa..." Kata pak lurah sebelum meninggalkan tempat duduknya
" Ada hal mendesak apa pak?" tanya Yos dari tempat dudukhya
Pak lurah berhenti sejenak,ia mengambil mic lagi untuk bicara,
" Saya harus menyelamatkan barang barang dirumah saya,baru saja air sungai meluap membanjiri kampung,di rumah saya sudah enam puluh centimeter. " Jawabnya malu malu,lalu ia bergegas keluar
Hadirin tergelak gelak tidak dapat menahan tawanya ,dan pak sekdes yang masih ketawa mengambil alih mic untuk bicara
" Langsung pada acara bagi sembako saja,saya tidak bisa ngomong yang bukan kapasitas saya " kalimat agak pendek itu membubarkan warga yang hadir,karena waktunya untuk mengantri sembako
****
Yos dan mamanya berjalan kaki dari kantor lurah,dan sudah sampai dirumah dengan membawa sembako tali asih yang di bagikan kelurahan
" Yos,kalau kemarin kamu tanya,kapan banjir ini mundur dari event tahunannya,mama mau tanya,kapan KONTEST BT ini dihapus dari agenda desa kita.Masa iya ,kita sedang BT karena banjir,tapi yang diharapkan bawa pencerahan malah BT kebanjiran . " kata mama Yos yang tentu saja membuat Yos terpingkal pingkal karena seperti diingatkan pada pidato pak lurah dan buntut pidatonya .
" Mam,Pak lurah pamer disiplin orang di desanya,mungkin itu hanya bohong untuk meningkatkan motifasi desa ini,tapi ya ketahuan juga....hm...bijak sih boleh bijak,tapi wawasan tehnik dan ilmiah juga harus dimiliki pemimpin untuk menanggulangi krisis." Kata Yos saat melepas sepatu hendak masuk ke dalam rumah.
" Sandainya saja manusia bisa menciptakan lingkungan yang kuat dan aman ,dan seandainya itupun tanpa biaya segunung,tentu tidak ada pihak yang hanya bisa menyalahkan orang lain saja dan menutupi kelemahan untuk membangun wibawa seperti pak lurah tadi "
Samuel di kamarnya,ia mendengar percakapan itu lalu menimpali
" Jangan berpikir kemungkinan kemungkinan yang mungkin sulit terjadi.Apa mungkin akan ada seorang pemimpin didesa itu yang mau merubah bantaran sungai menjadi benteng kokoh melindungi daratan?? yaah mungkin hal itu artinya adalah mbangun pondasi yang kuat agak melebar kedalam sungai dan diatasnya di bentuk kapling kapling yang di huni kebun kebun buah berbiji belah yang akarnya tunggang hingga mampu menyerap kandungan air dalam tanah,tentu mencegah erosi...Tapi siapa yang mau berpikir sebagus itu dan mewujudkannya untuk menanggulangi bencana?? Menanti yang tak pasti adalah BT tersendiri .." kata Samuel
" Sepertinya,inilah hikmah yang sebenarnya,bahwa orang hanya bisa melindungi niatnya saja,tidak mampu melindungi lingkungannya. Pak lurah niatnya adalah menjaga agar sungai tidak menjadi sarang sampah,dan niatnya menjaga pepohonan untuk tetap menjadi pohon lindung,tapi masyarakatnya , ingat ingin punya uang cepat,maka kandaslah niat pak lurah." Kata Yos seperti berbicara pada dirinya sendiri.
" Hanya Allah saja yang dapat mewujudkan rencananya tanpa cacat,bumi langit dan tata Surya tidak saling berbenturan,Tata Surya tidak seperti niat pak lurah yang bisa berbenturan dengan kebutuhan sebagian penduduk...he ..he..he..." Mama Yos menyambung..
" Nah ,untuk itu kita harus sadar bahwa ,manusia,tidak harus dengan status jabatan saja jika ingin memperkuat kehidupan masyarakat,tetapi menggalang akal untuk meraih iman ,sehingga dua hal yang menyatu itu akan menjadi kekuatan yang sebenarnya bagi umat manusia." Kata mama Yos lagi yang memang lebih berpengalaman.
Menjelang waktu Ashar,ketiganya berwudhu untuk berjamaah di mushola depan rumahnya,setidaknya ada pengharapan mereka yang mereka
SELESAI
" Hanya Allah saja yang dapat mewujudkan rencananya tanpa cacat,bumi langit dan tata Surya tidak saling berbenturan " _ penulis
BIONARASI
Cerpen ini adalah karya Gabriele Richard ( Sujoko ), seorang yang memiliki hobi menulis dan bermain musik .Lahir di kota Purbalingga ,Jawa Tengah tanggal 15,bulan Mei ,tahun 1966.Hobi menulisnya hanya disalurkan melalui blogspot dan Kompasiana .Selebihnya ,ia kirimkan di sayembara menulis yang infonya banyak di Instagram..Akun medsos yang dimiliki sbb: IG:@Gabriele Richard,FB : Gabriele Richard,Kompasiana : Gabriele Richard,Email adhiless@yahoo.com dan nomor Wassap 082134506127

Tidak ada komentar:
Posting Komentar