Peserta Lomba Menulis Menulis Cerpen & Puisi. ..... ... Thema : BERDAMAI DENGAN MASA LALU
Gema tahlil menjelang adzan subuh membangunkan seisi kampung yang berpenghuni hanya beberapa puluh keluarga. Dimas yang sudah bangun sejak tadi,segera mengambil air wudhu .Usai wudhu ,ia bergegas berjalan ke arah masjid untuk ikut berjamaah.
Dijalan ia hampir mendahului seorang kakek yang sedang berjalan kearah sama.Kakek itu adalah Mbah Kodir yang sudah berumur delapan puluh tahun,langkahnya pelan dan jalannya agak membungkuk.Karena Dimas melihat nya,ia melambat jalannya dan berusaha jalan disamping Mbah Kodir.
" Nak Dimas duluan saja,Mbah sampainya agak lama " Mbah Kodir yang menyadari ada seseorang menemani,iapun berkata demikian.
" Mbah,saya ingin menemani embah jalan,siapa tahu akan mendapat cerita pengalaman Mbah di masa lalu tentang kampung ini " Dimas memberikan alasan.
" Waktunya sedikit,nanti kerumah saja ,nak Dimas bisa mendengar lebih banyak masa lalu kampung ini " Mbah Kodir menolak lagi,Dimas tidak memaksa dan ia segera mendahului Mbah Kodir untuk lebih cepat tiba di surau.
Dimas di pintu gerbang surau ,ia berniat berwudhu lagi,maka ia berbelok kearah samping surau.Disana ,Nuraini sedang berwudhu dan hampir selesai .Dimas menunggu untuk memberi jalan lewat keluar tempat wudhu .
Surau itu kecil,sehingga tempat wudhunya juga kecil, pria dan wanita masih menjadi satu jika berwudhu.
Nuraini cucu Mbah Kodir,dan ia satu satu nya gadis yang berjamaah di surau itu,sebab mayoritas kampung itu beragama lain .Sehingga ,ruang hati Dimas tidak bisa menjadi luas terisi sosok sosok wanita selain Nuraini.Dan Nuraini juga sangat menghormati Dimas dan sangat menganggapnya sebagai bagian dari hidupnya di kampung itu
Saat Nuraini keluar tempat wudhu,Dimas menjauh dan ia berwudhu setelah tidak ada siapapun .Dimas tidak ingin wudhu Nuraini batal karena berbicara dengannya .
Saat kaki Dimas hendak memasuki ruang dalam surau,ia melihat sandal yang ia kenal sekali,sendal Mbah Kodir.Lho,cepat sekali Mbah Kodir sampai,pikirnya keheranan.Dalam kemasygulan ,Dimas berdiri dibelakang Mbah Kodir yang bersiap menjadi imam sholat subuh di hari itu
****
Matahari baru saja muncul dan selaput gelap tipis tiba tiba seperti kelir yang ditarik keatas di panggung opera,terang menyinari seisi alam kampung Dimas
," Mas,aku pergi dulu " Nuraini yang lewat di depan rumahnya,berhenti menyalami Dimas ,berkata sedikit sekali . Saat itu Dimas yang sedang memberi makan ikan piaraannya di depan rumah .
" Hati hati,nanti Mbah saya yang jaga" jawab Dimas melepas Nuraini yang akan berangkat kerja di sebuah swalayan .Nuraini mengangguk dan ia berangkat dengan lega ,sepeda motornya dikendarai pelahan meninggalkan kampung itu
Usai memberi makan ikan,Dinas bergegas menyeduh kopi untuk di simpan di mug besar,tak lupa ia menyiapkan roti beberapa potong yang di tempatkan di toples kecil,sedianya untuk mengirim Mbah Kodir.Hal rutinitas seperti itulah yang Dimas lakukan di kampung ,hingga beberapa tahun kemudian ,.....
" Ayah,ikannya banyak yang mati .." seru seorang bocah dari tepi kolam ikan .Ia sedang memperingatkan ayahnya hal nasib ikan ikan peliharaaanya
" Kemarin sore ,ada air dari atas yang penuh busa sabun dan limbah pabrik ,nanti ayah bersihkan " jawab ayahnya,Dimas yang telah dewasa dan memiliki seorang putera dari Nuraini
" Isi airnya pakai air sumur bor saja ayah,supaya aman " Bocah itu memberi usulan masuk akal.Dimas yang sudah disampingnya ,seraya memandang ikan ikan ia membelai rambut kepalanya.
" Ayah pikir juga iya,kamu berangkat sekolah saja ,nanti ayah bereskan urusan kolam kolam ini ...." Kata Dimas dan anak laki lakinya berlari kedalam untuk mandi dan berganti pakaian
Dimas mengantar anaknya kesekolah di kota , sebelum pulang ia mampir di toko pompa air listrik .Kebetulan pemilik adalah teman sekolahnya dahulu ,dan tinggal di kampung yang sama.Namanya Dito
" Kamu benar benar wajah kampung kita,ingat cerita Mbah Kodir asal usul kampung kita?" Diri membuka obrolan dengan mengingatkan Dimas pada kisah kakek mertuanya
" Ya ..Mbah Kodir cerita kalau dahulu,ada kelompok pemuda gerilyawan yang sembunyi sembunyi memelihara ikan untuk membekali tentara tentara yang berperang melawan Belanda " jawab Dimas
" Dan kamu sekarang memelihara ikan ikan untuk mendukung pedagang pasar yang perlu barang dagangan,setengah pejuang nilaimu .." kata pemilik toko itu yang membuat keduanya tertawa terkekeh kekeh.Tapi hanya sesaat ..
" Aku kasihan melihat anakku,ia lahir hanya setahun memiliki seorang ibu.Kepergian Nuraini terlalu cepat " kata Dimas ,yang membawa nuansa haru bagi keduanya.Dito memainkan fullpennya seraya menunduk,tidak berani menyela
" Nuraini ,tidak ingin aku menyalahkannya,tapi setidaknya dia harus memberitahu kalau perutnya sering berasa sakit dan linu berkepanjangan.Jika ia bicara hal itu jauh sebelumnya,setidaknya aku membawanya kerumah sakit untuk diperiksa lebih akurat ...Tapi ia tidak bicara apa apa...hingga ia dinyatakan kanker stadium 4" Dimas kembali bertutur masalah keluarganya...
" Dimas ...ikatan takdir memang bukan kuasa manusia untuk menolak,walaupun s benarnya manusia bisa merubah dengan usaha dan doanya Mungkin takdir isterimu berlanjut karena jiwa yang polos mencinta kamu
Nuraini mungkin ingin bicarakan hal gejala sakitnya,tapi ia tidak ingin kamu kebingungan mencari biaya besar untuk mengobatinya ..Ia bijak,ia menyimpan derita untuk tidak menyusahkan mu...Apalagi saat itu ,ia baru melahirkan dan kamu mengeluarkan banyak uang hingga sepeda motor kamu dijual.." akhirnya Dito mencoba meredakan sesal Dimas
" Betul katamu....kadang,ketulusan cinta membutakan akal untuk menyelamatkan diri .Ia mengira aku menderita karena kehilangan harta,padahal aku lebih menderita kehilangan dia. .Aku gagal memperoleh kepercayaan darinya ,bahwa aku lebih memikirkannya dari segala milik .." Dimas mulai menitik air mata di kedua pipinya .Dito takut,duka Dimas berlarut larut...ia mencari pencair yang efektif.
" Dimas...yang telah terjadi,biarlah menjadi pijakan hikmah.Jangan kamu terlalu memikirkan hal lampau,dan jangan pernah kamu ingin memutar mesin waktu ,supaya kamu bisa menyelamatkan Nuraini .." Dito menasihati
" Kenapa ? " Dimas yang sudah agak netral bertanya pada Diri,tapi mungkin tanya basa basi
" Kalau kamu putar waktu untuk menolong Nuraini saat itu,siapa yang mau antar sekolah anakmu??Jelas nanti ibunya yang antar jemput karena ia bekerja disini...lha kapan kita ketemunya??" Dito becanda menjawab tanya Dimas yang ia tau basa basi...
Sesaat Keduanya terbahak bahak..
" Dit,walaupun aku petani ikan,aku juga mengaji.Jadi ,aku tidak akan pernah menjadi seorang yang terjerembab dalam keterpurukan jiwa hanya karena masa lalu yang menyayat...
Aku tahu,hidup ini seperti bunga didahan masa .Sejak belum mekar,bunga berharap percikan air menyiram,setidaknya tetes tetes embun yang memeluknya.
Mungkin hari ini ia beroleh,dan siapa tahu besok nya kemarau,ia tak tersaingi apa .
Tapi lusa,saat ia mekar,gerimis tiada henti hingga ia penuh dengan kesejukan atas limpahan air...
Tiba suatu hari,ia mengering dengan sendirinya sebab dahannya telah kering dan keduanya menunggu jatuh ketanah untuk sirna selamanya..
Aku siap untuk semua itu,aku bersyukur saat bahagia,dan aku berdzikir saat nestapa,dan suatu hari aku tidak akan bisa bersyukur atau berdzikir,bila Allah SWT memanggulku...
Saat ini,aku hanya berusaha membuat catatan catatan yang terbaik untuk usai akhirku ..." Dimas menyampaikan sebuah gambaran dirinya dan realita hidup ...
Diro terdiam,ia merasa sebagai titik debu terkecil milik Allah ,tapi ia yakin masih punya sisa harapan kebahagiaan kelak ,jika ia berpedoman hidup seperti Dimas
" Tak Kusangka,kamu sedewasa itu,walaupun jumlah sertifikat dan ijasahmu kerdil
Dimas,apa yang kamu bicara itu tidak ada yang meleset,kita harus mampu dan bersiap larut dalam kehidupan ,dulu,kini dan kelak " Dito mengomentari kalimat Dimas dengan memompa optimisme yang kental .Kedua sahabat itupun berpisah untuk hari itu ..
SELESAI
BIONARASI
Naskah Cerpen Dahan Asa ini di tulis oleh Gabriele Richard ( Sujoko)) Lahir di Kota Purbalingga ,Jawa Tengah pada tgl 15 Mei 1966.Selain hobi menulis cerita,Gabriele Richard juga menulis lagu dan bermain musik.IG @Gabriele Richard ,FB Gabriele Richard ,Email adhiless@yahoo.com ,WA 082134506127

Tidak ada komentar:
Posting Komentar