Sepatah Kata :
Asalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh
CATATAN KEPADA LANGIT adalah Cerpen ( Edisi Ramadhan 1445 H 2024 ) yang saya tulis tgl 11 Maret 2024..Semoga berkenan bagi pembaca yang Budiman.
Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sincerely Gabriele Richard & The Holy Spirit
Sore hari saat Baghda sholat Ashar,ada beberapa orang lewat didepan Sabda.Mereka bercelana pendek dan hanya memakai kaos oblong butut,tapi masing masing membawa cangkul dan sekop dan juga selondom .
Saat itu Sabda sedang duduk diteras rumah yang jalan di depannya adalah akses ke pemakaman umum,maka Sabda menebak bahwa ada yang meninggal dunia dan akan dimakamkan
" Siapa meninggal mang Yaya?" tanya Sabda seraya mencopot headset yang sedang untuk mendengar Al Qur'an Online
" Belum tahu,ini saya hanya dipesan oleh takmir masjid untuk menggali pekuburan "Jawab mang Yaya
Sabda maklum,sebab takmir masjid yang menyuruhnya menggali,bicaranya agak payah .Kalau harus ngomong huruf R,dia akan mengucap L. Mungkin karena pak takmir takut salah sebut orang ,jadi dia hanya menyuruh menggali.
Sabda hanya mengucap dalam hati : " Inalillahi Wa Ina Ilaihi roji'un "
Brakk!!! Suara kursi terbalik di belakangnya ,ruang dalam yang dibatasi kaca lebar,sehingga ia dapat melihat isi dalam rumah itu,dan ia pun tahu apa yang menimbulkan bunyi keras
" Kenapa Gina tidak memanggil oom untuk mengambil hp di lemari itu?akibatnya Gina nggak kuat bawa kursi,mau manjat buat ambil hp di laci atas kan ?" Tegur Sabda pada keponakannya yang belum 7 tahun ,tapi ia sudah bisa shalat dan hafal surat pendek Al Qur'an
Gina hanya meringis mengelus kakinya yang hampir terbentur kursi yang jatuh .
Sabda membenahi kursi yang terbalik,hanya kursi plastik .Lalu ia memberikan hp yang ia ambil dari laci atas sebuah lemari .
" Ini doa mandi keramas kalau mau puasa oom" Gina menunjukkan ayat ayat yang ia cari di instalan google hp itu
" Koq oom yang di suruh baca ayat itu?Gina baca sebelum mandi sana.." Sabda tahu Gina ingin meledeknya
" Oom kan belum mandi ,kebetulan besok kita sudah mulai puasa,jadi Gina suruh oom baca buat dihafal " jawab Gina agak lucu
" Gins bacakan buat oom dulu , nanti oom nyusul... " Sabda ingin test kemampuan baca Gina,maka ia menyuruh demikian
" Nawaitu ad'al ghuslil masnni l f hadzihil lailatil min romadh lillhi ta'l.....sudah,tinggal oom baca " Gina sangat jelas ucapan dan lafadznya .
Sabda tersenyum dan ia meminta hp ditangan Gina,ia juga membacakan untuk Gina.
Gina bertepuk tangan lalu ia lari ke kamar mandi ,untuk mandi keramas .Ia sudah hafal doa itu sejak ia belum membacakan untuk Sabda
****
Seusai mandi,Sabda segera menuju masjid untuk sholat Maghrib disana,sekaligus menanyakan yang tadi sore meninggal dunia.
" Asalamu'alaikum pak Dhe . Yang meninggal siapa barusan?" Sanda langsung bertanya sambil menyalami
" Wayyai'um sayyam..ta'dzi yany meni'al Buce Sialany..." jawab takmir itu dengan suara yang memang kurang normal dari sononya..
" Buce Sihalang maksudnya? Masa iya Buce Sialan.." tanya Sabda yang rasa gelinya berubah menjadi seperti tersambar baling baling helikopter.
Saat pak takmir hendak menjawab,Sabda sudah berlari keluar masjid ....
Para hadir di masjid itu tahu,Sabda akan kerumah Buce,sebab sepengatahuan mereka ,keduanya sangat akrab seperti saudara kandung
****
Sebelum Sabda tiba dirumah Buce,dalam bayangannya adalah , sebuah rumah dipenuhi pelayat,dan jenazah yang sudah dikafankan sedang disholatkan silih berganti oleh pelayat yang penuh memadati rumah dan halaman rumah itu.
Sabda sangat memahami ,bahwa Buce adalah orang biasa tapi sangat dicinta kenalannya,karena sehari hari ia selalu terlibat dalam urusan sosial dan kerja bakti di kota tempat ia bermukim terakhir
Buce dulunya berpindah pindah kota dan selalu berperilaku demikian,sehingga tidak mengherankan jika memperoleh perilaku baik jika tiba akhir hayatnya
Di jalan menuju gang rumah Buce ,Sabda numpang berwudhu dan niat nya adalah mengambil giliran mensholati jenasah sahabatnya
Tapi ketika ia sampai di rumah itu,sama sekali tidak ada tanda tanda ada orang meninggal
Halaman sepi,dan hanya ada pak Wir ,pemilik rumah yang disewa oleh Buce.Buce hanya menyewa kamar depan saja
" Pak Wir,Buce kemana??" tanya Sabda
" Ada di kamarnya " Jawab pak Wir dan Sabda merasa sesuatu yang menghimpit seperti terlolosi dari dalam tubuhnya.Ia lari ke kamar Buce
Di kamar Buce,didapatinya sahabatnya sedang berbaring dalam posisi tangan merangkap di dada,tapi matanya masih memandangi langit langit,seperti menunggu malaikat maut datang.
" Heh,sontoloyooo!!ngapain kamu begitu !??" Sabda menegur keras,lalu ia mengobrak selimut di tubuh Buce dan memaksanya duduk.
Buce yang sudah tidak mau melawan apapun ,hanya menurut dengan tatapan kosong tanpa bicara
Sabda memeriksa nadi dan suhu badan Buce dengan tangannya,semua normal.Maka ia menggeledah lemari kecil yang tidak dikunci di sebelah tempat tidur,wow...ia menemukan sebuah surat dan sebotol minuman yang tersisa seperempat botol
Sanda membaca surat itu :
" Teruntuk Nia di tempat...
Nia,Asalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh...Jika kamu surat ini,artinya aku sudah tidak dapat kami temui lagi,aku ditempat yang tersembunyi sekali...
Nia,aku tidak kecewa saat kamu memilih untuk menikah dengan Arya,sebab itu hakmu ..Tapi aku kecewa bahwa yang kamu pilih bukan seseorang yang pantas disebut manusia ..Ia seorang pemabuk dan penjudi bahkan menjual wanita ..
Jika kamu lebih memilih dia,kamu juga telah memilih kiblat yang salah ..Kamu sudah tidak mengikuti Allah yang kami sembah,..Kamu sudah menjadikan uang sebagai berhala sesembahanmu yang kamu anggap bisa menolong hidupmu di dunia dan akhirat ..
Dan jika kamu lebih menghargai orang seperti Arya,maka sudah tidak ada tempat lagi bagi ku di hati kamu dan orang orang seperti kamu dan Arya yang memenuhi bumi ini...Maka aku lebih baik mengambil tempatku di hati Allah bukan di dunia ini ..
Nia ,aku pamit untuk selamanya..
TTD Buce Sihalang. "
Sabda mengerti masalahnya,Buce mencoba bunuh diri karena mendengar rumor Nia dinikah Arya.Dan Buce memesan kuburan saat ia yakin akan segera mati lantaran ia sudah minum yang dikira pembunuh.
Walaah Buce...
Memang Nia adalah orang terdekat Buce,mereka sudah saling mencinta sejak lama.
Hubungan itu diawali saat Buce rutin membagi uang kepada Nia yang anak yatim piatu dan diasuh oleh tantenya yang janda tidak mampu.
Akhirnya Nia sepakat mendampingi Buce ,tetapi keduanya belum menikah.
Semula Buce hanya ikhlas membagi separuh uang bulanan dari keluarganya yang rata rata kaya di Jakarta.Dan Nia dikenal Buce saat melamar kerja di sebuah toko tapi ditolak,Buce kebetulan sedang membeli sesuatu di toko itu.Sejak itulaj mereka menjadi akrab dan bertunangan .
Setelah merenung sesaat,Sabda diam diam mengirim pesan wassap kepada Nia untuk segera datang mengklarifikasi persoalan Buce yang menyangkut namanya.Nia berjanji akan segera datang
Lalu Sabda memeriksa isi botol minuman yang ia temukan,dan ia mencium baunya,ternyata hanya sirop biasa ,tulisan merk nya Bibi Jemima.
Lalu Sabda berbisik pada Buce
" Siapa yang mengajari kamu konyol bunuh diri pakai sirop..??"
Buce yang mendengar teguran Arya matanya melotot kearah Sabda dan ia memeriksa botol yang ia minum isinya
" Tapi Sopir Elon Musk mati karena minum sirop Bibi Jemima ini .." jawab Buce tidak mau disalahkan.
" Ooh ,jadi kamu memang ingin bunuh diri?? Nih dengar,Sopir Elon Musk mati karena minum sirop Bibi Jemima dikolam renang,dan ada petir menyambar...bukan karena minum sirop saja.."...Sabda menjelaskan hal kasus sirop ..
Buce yang tadi sangat murung,tiba tiba ketawa ngakak ..
" Memang betul kata pak Dhe takmir itu ,namamu memang Buce Sialan....Orang mau bunuh diri koq ketawa..." Sabda agak kesal tapi ya ia agak tenang melihat kawannya mungkin bisa disadarkan ...
Buce kembali murung ,ia menutupi wajah dengan selimutnya,nafasnya agak memburu.Tentu saja sesak,tapi ia merasa agak nyaman dengan itu.
" Nyong...seandainya memang Nia memilih Arya ,padahal Arya itu seperti yang kita tahu,itu artinya kamu salah pilih cewek Orang baik tentu memilih yang baik,jadi kamu tidak perlu merasa kamu sudah dicampakan dunia,malah kamu yang harus mencampakkan mereka untuk melangkah tegap dan sebagai Insan Allah "Sabda mulai menceramahi Buce
Buce melepas selimutnya dan ia mulai agak pudar murungnya ..
" Dan lagi ..bunuh diri ,walaupun karena merasa harga dirinya ditindas sesama ,itu dosa besar ..Dosanya berlipat...tahu nggak?
Pertama,kamu menyombongkan dzat sendiri sebagai yang suci diantara yang tidak suci dan ingin lenyap dari kehidupan orang tidak suci. Itu salah!
Kamu lahir dengan bekal tangis saja,ibunda yang memelihara kamu dengan susah payah ,...ia membersihkan kotoran yang kamu buat ...Ia juga mendidik kamu untuk duduk,berjalan dan seterusnya . ..jadi manusia di bumi ini di Mata Allah adalah mahluk bumi yang setiap hari memijak dan bahkan mengotori bumi....apa yang kamu banggakan dengan predikat itu dihadapan Allah ??
Kedua ,Kamu mendahului ketentuan Takdir Allah,hanya Allah yang berhak menentukan hidup dan mati manusia...Paham!!!??"
Sabda agak keras kalimatnya dan Buce sesenggukan menyesal hingga ia bersujud sujud kearah kiblat ..
" Aku salah...ya Allah,ampuni saya...ampuni saya " lirih kata kata Buce disela sesenggukannya...
" Istighfar,...Astaghfirullah Al ' adziim...
sebanyaknya .." Sabda mengajari lagi..
" Astaghfirullah Al ' adziim..." Buce mengulang ulang istighfarnya...
" Nyong...kita memang diibaratkan debu oleh Allah ,jika tertiup angin kecil saja ,kita bisa beterbangan tanpa pijakan pasti ..Tapi dibuni ini,kita punya hati dan akhlak untuk menghormati asal usul kita ..
Jika kita merasa tidak berarti bagi orang lain,kita masih punya arti bagi para leluhur kita di langit ..
Nabi Adam,nenek moyang kita ..dan sekalian Nabi dan Rasul pendahulu,pastilah akan sangat bangga jika kita tidak segan membuat catatan indah untuk langit ,dimana para beliau di semayamkan oleh Allah yang betahta diatas segala langit tertinggi
Apalagi Rasulullah Nabi Muhammad SAW,beliau sangat berbahagia sebab umat beliau sangat tawakal kepada Allah,Insha Allah Safa'at beliau akan turun bagi kita sekeluarga..Aamiin
Dan jika kita tidak bisa berbuat yang berarti bagi dunia ini,ibadah dan amal kebaikan kita akan sangat berarti memperindah khasanah langit ..
Sempurnakan imam kita dengan ibadah kita seluasnya sepanjang waktu kita. Itu yang terbaik untuk kita,bukan lari dari kenyataan yang kita anggap pahit .."
Sabda kali ini sangat lembut kalimat dan volume suaranya
Buce bangun dari sujudnya ,lalu menjabat tangan Sabda ,ia mengangguk tanda setuju dengan kalimat Sabda barusan
" Kamu telpon pak Takmir,minta galian kuburnya di tutup lagi dan bayar tenaga mereka,minta maaf jangan lupa .."
Sabda mengajari Buce lagi
Buce bergerak ke arah lemari ,ia mencari hp untuk menelpon dan memeriksa jumlah uang di dompet yang ia letakkan disitu
Tiba tiba Nia masuk kamar itu dan menjewer telinga Buce
" Kata siapa Nia mau nikah sama Arya??" Nia bertanya di telinga Buce,lirih tapi menekan.
Buce yang tidak sakit ,pura pura kesakitan.
" Aku ketemu Arya tadi,ia bilang mau kasih aku undangan nikah,tapi lupa..jadi ia ngundang lisan ,supaya aku datang kepernikahan kalian.." jawab Buce lancar
" Arya lagi mabuk,omongannya kenapa kamu percaya?....Dengar bang,barusan Arya mabuk dan mengendarai motor ngebut hingga ia kecelakaan ,Arya tewas seketika di jalan raya,sekarang orang tuanya minta taknir masjid untuk mengerahkan orang menggali kubur " Nia menjawab dengan bonus kabar kematian
Buce segera membuka kontak nomer di hp ,ia berinisiatif menelpon takmir masjid untuk memberikan galian kuburnya untuk jenazah Arya .Ia menelpon seraya minta maaf ,alasan meminta galian kubur karena ia ingin ngeprank ...
Dari suara telpon terdengar disana ada suara ketawa pak takmir dan menyetujui galian itu untuk Arya.
Sabda lega ,urusan Buce dengan taknir masjid sudah selesai,tapi ia ingin meledek Buce,maka ia melempar pertanyaan pada Nia
" Kalau Nia bilang tadi bahwa Nia tidak akan menikah dengan Arya,sebenarnya Nia akan menikah dengan siapa,?" Tanya Sabda becanda
" Nia mau menikah dengan bang Sabda.." jawab Nia becanda juga
Buce yang mendengar obrolan itu,berdiri berkacak pinggang melotot sebentar,kemudian ia mengambil botol sirop yang masih ada sisanya,menenggak habis sekaligus dan buru buru berbaring di tempat tidur dengan kedua tangan merangkap di dada,setelah ia menarik selimutnya hingga menutupi wajah
Sabda dan Nia ketawa ngakak....
Lalu ketiganya mengerjakan shalat Maghrib berjama'ah.....
Bisa jadi ,mungkin mereka merasa bahwa saat yang tepat untuk menulis catatan kepada langit ,adalah saat itu..
SELESAI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar