Aku suka bercermin disungai itu,sewaktu aku masih kecil dan kerap bermain di gubug pembuat bata milik pamanku .Dahulu,aku merasa ada keajaiban dan karunia yang agung dari yang kuketahui sebagai sesembahan.Dan biasanya aku akan segera bersimpuh disebuah tikar sembahyang menonton pamanku sholat.Aku sendiri belum bisa melakukannya
Dan usai melihat pamanku sholat,aku menirukan gerakannya ,hingga aku tertidur beberapa saat.
Sungguh,masa masa itu aku menjadi seseorang yang tidak memiliki kekhawatiran apapun terhadap apapun.Sebab,aku telah kehilangan orang tua sejak aku masih bayi.Keluargaku meninggal saat rumah terbakar .Dan oleh karena rumah kami terbakar dan beberapa tetangga terimbas,maka tanah rumah kami habis untuk ganti rugi .
Aku sendiri saat itu sedang diajak paman kerumahnya,sehingga menjadi satu satunya yang selamat.
Sekarang...Aku seperti rumah kosong yang berpenghuni anak anak nakal.Selalu saja aku merasakan ada bagian hidupku yang bergeser oleh terpaan persoalan silih berganti.
Akupun berfikir ,bahwa selalu saja ada sesuatu yang tidak dapat di duplikasi,misal masa kecilku yang tenang berteman paman yang alim.Mungkin,bukit yang pendiam akan sependapat denganku jika ia merasakan apa yang kurasakan.
" Mas,sudah kusiapkan catatan daftar belanja kita.Mumpung masih siang,berangkatlah ke toko"
Tiba tiba suara isteriku tepat disamping telinga ,menyadarkan aku dari lamunan masa silam .
" Ya ,Bu. Aku mandi dulu,ada yang ikut?" tanyaku usai mengiyakan kalimat isteriku.
" Nggak..anak anak pulangnya sore..." Jawabnya asal asalan sebelum menutup pintu kamar
" Anak anak pulang sore,mbahmu!!" Bentakku berkelakar,sebab memang kami belum dikaruniai anak.
" Eh,Bu tolong dibuang darah ayam yang baru kusembelih di depan warung kita,warung jangan buka dulu kalau ayah belum pulang. " Aku menambahkan saat mau menyalakan motor
Oh ya . aku memang membuka warung kecil untuk menyambung hidup.Modal dari tabunganku saat aku bekerja di sebuah pabrik makanan ringan.
Sementara,rumah yang kami tempati adalah warisan paman.Aku dan isteriku yang menjaga sejak pagi hingga malam hari.Lumayan,warung kamu laris manis oleh tetangga yang kerasan diwarung kami.
Dan,tak berapa lama,aku sudah berada di sebuah motor menuruni setapak di bukit itu.
Tiba tiba,sebatang pohon tiba tiba roboh sehingga tepat didepan ban motorku. Tak ayal,aku terpelanting dengan kepala membenam parit kecil,kali di setapak. Sementara motor meluncur kebawah dan teguling .
Aku hampir kehabisan nafas dan berusaha sebisaku untuk keluar dari parit .Tiba tiba seorang bocah berusaha mengangkat kepalaku ,ia bercelana pendek lusuh dan bocah yang seumuranku waktu kecil.Dan aneh,gerakannya sama persis seperti ketika aku berusaha mengangkat bongkahan tanah keras yang jatuh ke parit.
Singkat cerita,aku berhasil menyelamatkan motorku dan aku sendiri dari perististiwa naas itu.
Aku bertanya selagi menundukkan tubuh di depannya : " Anak,kamu siapa? Rumahmu dimana? Bukankah ini jauh sekali dari perkampungan umum,koq sampai kesini?"
Ia tiba tiba menangis dan jongkok seraya menutup wajah yang tertunduk kebawah .
" Saya dari sana ," seraya menjawab dengan sedikit kata,ia menunjuk kejauhan,yakni jalan raya arah kota yang diujung setapak ini .
Dan ia melanjutkan penjelasannya dengan tersedu , bahwa ia telah lupa siapa dirinya,ia hanya ingat ada yang menikamkan pisau ketubuh orang didepannya dan ia berlari cepat kearah setapak ini hingga terjatuh di sebuah semak dan pingsan.
Ia mengatakan bahwa ketika tersadar ia mendengar suara motorku yang tumbang selagi aku terpental keparit,ia berusah menolongku.
Aku sangat shock ,terperanjat atas pengakuan kisahnya,dan aku ingin menolong korbannya yang diceritakan anak itu,tapi anak itu menghalangi ,mungkin takut pembunuhnya masih di sana .
Aku menurutinya dan tentu aku urung berbelanja karena harus membawa anak laki laki kecil itu pulang .
Semula isteriku akan ngomel karena aku baru pergi sudah nongol di depan hidyungnya,tetapi akhirnya ia maklum dan sangat terharu ketika ia mendengar kisah sikecil yang kuceritakan ulang padanya
Ia merebus air untuk mandi sikecil dan memberikan T-shirt yang masih baru miliknya ,aku tak ketinggalan memberinya kain sarung,sebab tidak ada celana yang pas ukurannya .
" Bu,sebenarnya,aku ingin membawa anak itu ke polisi,tapi mungkin para beliau akan menuju ke rumah ini,sebab peristiwanya di ujung setapak sana." kataku
" Aku setuju ,ayah...tapi ...bagaiman jika,anak itupun mungkin disana akan keberatan untuk mengikuti orang lain selain kita,sekalipun itu orang tuanya.Sebaiknya kita tunggu para polisi itu datang,syukur bersama keluarga anak ini " jawab isteriku
Kata kata isteriku masuk diakal,kulihat sambil bicara ia menyuapi anak itu nasi dan lauknya.Anak itu semula agak enggan,tapi setelah menyuap,ia lahap.Mungkin anak ini bukan anak orang kaya biasa,fikirku..
Saat anak itu berbaring mengantuk di kursi panjang,,sebuah ketukan pintu agak keras terdengar.Isteriku beranjak untuk membuka,tetapi belum ia menyentuh pintu,pintu itu telah ditendang dari luar hingga isteriku terpental jatuh.
Tentu saja refleks aku melompat ingin menolongnya,tetapi tangan tangan kekar menyergap hingga aku tak berkutik.
" Jangan bergerak!!" seseorang menodongkan pistol dan ia mengambil dua buah borgol untuk memborgol aku dan istriku
Aku menurut,dan mencoba mendengarkan apa yang mereka inginkan,sebab aku belum tahu kalau mereka adalah petugas kepolisian.Aku agak kalut saat melihat isteriku pingsan menyusul anak kecil itu yang pingsan terlebih dahulu,mungkin saking traumanya melihat kejadian yang mirip dengan masalah pertamanya
" Heh,jawab !! Siapa saja komplotanmu yang sudah menghabisi nyawa orang dan menculik anak !!??" tanya yang tadi menodongkan pistol.Ternyata ia berseragam petugas
Aku mengerti,bahwa penemuan mayat dimulut setapak,telah mengarahkan kecurigaan pada penghuni kampung ini . Walaupun agak gemetar ,aku segera menjawab setenang mungkin.
" Pak polisi,sebanarnya bapak salah sangka,saya baru menolong anak kecil ini yang baru saja lari dari peristiwa pembunuhan,bapak boleh bertanya pada anak itu" Kataku.
Para polisi itu saling pandang dan akhirnya saling mengangguk,dan para polisi itu melepaskan borgol kami dan meminta maaf.
" Maaf pak,tadi saya melihat ceceran darah di depan rumah ini,jadi saya mengira ada satu korban lagi ..maaf,sekali lagi saya mohon maaf " kata polisi itu sangat menyesal dan bersedia menunggu si kecil dan siteriku siuman.Mereka kubuatkan minuman panas,sementara tetangga mulai berdatangan .Tapi mereka hanya berkerumun diluiar dan sedang ditenangkan petugas lain
Kami beberapa menit menanti siuman anak kecil itu dan isteriku,tak lama mereka siuman.Tak menyiakn kesempatan dan buang waktu,polisi segera menanyakan ulang hal yang menimpan si kecil yang meninggalkan jejak tas sekolah dan alat makan bocah dimobil korban,sehingga telah ada dugaan polis tentang korban lain yang masih bocah.
Sikecil terbata bata menceritakan apa yang diingatnya ,tetapi ia belum bisa menjawab asal usulnya,karena ia masih kehilangan daya ingat .
" Begini saja pak,kami akan menunggu laporan orang hilang agar dapat kami sesuaikan dengan anak ini Sementara bapak dan ibu silahkan merawat seperti terhadap anak anda,kami akan segera membawa keluarganya kerumah ini jika sudah melapor "
Aku dan isteriku setuju,dan anak itu kami asuh hingga waktu yang belum kuketahui akhirnya. Aku berinisiatif memberi nama panggilan Samson untuknya..he..he..ia terlihat seperti Samson di film film jagoan ketika mengangkat kepalaku dari air sungai kecil
" Samson,coba buatkan kopi untuk mang Syarif ,tuh ..sudah nunggu di bangkunya " Ujar isteriku yang sengaja memperlakukan demikian agar suasana rumah tidak kaku tegang dan agar Samson merasa tidak pernah terjadi apapun atas dirinya.
" Mang Syarif minumnya air teh aja ,katanya..dia bilang sedang tongpes," jawab Samson setelah ia membuat kopi tapi di tolak.He..he..he..Samson cepat beradaptasi dengan situasi di sini.
" Bilang aja kopinya gratis,nggak usah bayar...kalau mau makanan ya ambilkan saja " jawab isteriku yang masih memotong sayur.
Di luar terdengar gelak tawa saat Samson mengatakan untuk tidak usah membayar pada mang Syarif,yang memang suka meledek orang.Warung kami jadi lebih penuh pengunjung yang agak lebih betah karena pelayannya bocah mirip aktor film.Demikian keadaan warung sejak Samson berada di rumah kami.
Tepat seminggu sesudah penemuan Samson,sepasang suami isteri yang terlihat kaya raya mengunjungi kami,ia ingin memeluk samson tapi Samson menghoindar dan lari kebalik punggung isteriku.Mereka diantar oleh petugas kepolisian
“ Bapaaak,eh...bapak siapa nama anda?” tanya dia ketika kupersilahkan duduk dan sudah memahami kelaianan Samson,ia tampak menyerah pada kenyataan.
“ Saya,Maman...perkenalkan, dan itu isteri saya yang mengasuh putera anda “ Jawabku
“ Pak Maman,sungguh saya sanagat menyesalkan peristiwa ini.Sopir saya dibunuh karena melindungi Andrea dari penculik. Para pelaku adalah suruhan beberapa pengusaha yang saya menolak proposal merger perusahaannya “ kata ayah Samson dengan nada sangat sedih,bahkan isterinya menangis disampingnya
“ Tujuan semula adalah ,hanya untuk menculik anak saya supaya kami menebus dengan uang,tetapi karena sopir saya menghalangi,ia ditikam...Syukurlah..pelaku sudah tertangkap dan dalangnya menyusul ditangkap juga” ayah Samson menjelaskan lebih lanjut
Samson yang masih belum mengenalinya ,hanya memandang tetapi ia sudah mulai merasa seperti pernah bertemu dengan tetamu atyah angkatnya,yaitu aku.
" Tuan,saya juga bersyukur bahwa kejahatan telah digulung,hanya saja hal Samson....jika dia dipaksa pulang,saya kira akan membuatnya sangat menderita.Sebab ia sudah merasa bahwa kami adalah orang tuanya.dan ...saya punya gagasan bagus” kataku
“ Bagaimana ggasan itu pak Maman?” tanya ayah Samson antusias
“ Ijinkan putera bapak kami asuh hingga ia kembali ingat akan dirinya.Kelak kami akan menyerahkannya jika sudah pulih, " jawabku
Sungguh ,aku memberanikan diri memohon hal yang tidak lumrah itu demi kebaikan Samson saja,bukan menginginkan hal lain...
Ayah Samson menghela nafas,dan ia berbisik kepada isterinya yang dibalas anggukan.
" Saya kira,memang tidak ada cara lain selain menuruti saran anda.Silahkan,dan kami tentu akan menanggung seluruh biaya hidupnya saat berada bersama anda." Akhirnya ayahn Samson meberikan keputusan bijak.
Hingga ,mereka berpamitan setelah berusaha memeluk Samson,yang masih menghindar dan berlari kebalik punggung isteriku .
Saat mereka pergi ,ada yang membening dikelopak mataku,dan ada yang menghanguskan nalar fikirku saat memahami kejinya kejahatn.
Mereka,para penjahat itu menginginkan sesuatu untuk menjadi milik mereka ,tetapi justru menghilangkan nyawa seseorang yang membuat keluarga korbannya kehilangan sosok yang dibutuhkan.Selamanya memang kejahatan adalah ingin memiliki tanpa memikirkan dan iba atas atas kehilangan orang lain yang dikorbankan.
Dan siapa yang akn menjadi kejahatan bagiku,saat nanti aku kehilangan Samson yang telah mengisi kehidupanku bersama isteriku ?Oh..mungkin sekali dan yakin bahwa itu bukan kejahatan siapa siapa,tetapi karunia yang singgah sesaat .Tapi,wala bagaimanapun aku pasti akan sangat merasa kehilangan Samson jika ia telah pulang.Ach,yang terjadi biar terjadi ,mungkin suatu saat aku sembuh dari kehilangan itu.
(The End)
BIONARASI
ANTARA SEMESTA
Adalah Cerpen Karya : Gabriele Richard ( Sujoko ) Pk 6 Pagi ,Selesai edit Pk 18 41 WIB Tgl 28 Januari 2024
Gabriele Richard Lahir di kota Purbalingga,Jawa Tengah ,15 Mei 1966.
Gabriele Richard Beragama Islam dan masih melajang hingga hari ini.Akun medsos yang dimiliki : IG @Gabriele Richard ,Facebook Gabriele Richard,WA 082134506127


Tidak ada komentar:
Posting Komentar