Judul Cerpen : DEBU MEMBASUH DEBU
Karya Gabriele Richard (Sujoko )
--------------------------------------------------
Suara wajan penggorengan semakin keras,saat aroma bakmie Jowo kian tajam menyeruak hidung .Sabrina dan Katrina yang semula duduk berhadapan sambil schowl tampilan IG masing masing ,mendadak duduknya jadi tegak lalu saling melempar senyum. Mereka yakin pesanannya siap tersaji untuk mereka.
Tapi,saat penjual itu telah menuangkan bakmie Jowo itu,ternyata malah diantar kemeja kosong di sebelah mereka
“ Maaf mbak mbak,tadi yang itu pesanan tamu yang sedang keluar sebentar…tunggu sebentar mbak” penjual itu tanpa diminta sudah meminta mendekati mereka dan meminta maaf .
Sabrina lemas dan Karin ngambek,ia ingin mengajak Sabrina mencari tenda lain,tapi tiba tiba….
“ Jangan pergi dulu,aku yang pesan bakmi buat kalian” seseorang berkata dari arah dekat,ia di pintu keluar tenda itu.
“ Ayah..!! “ Sabrina dan Karin kaget berbaur girang,ayah mereka ternyata yang mendahului memesan menu
Sabrina membimbing ayahnya duduk di kursi ketiga dari empat kursi untuk satu meja disitu,sehingga mereka duduk berhadapan tanpa halangan ngobrol.
Sabrina mendekatkan wajah pada ayahnya ,lalu berbisik satu tanya.
“ Ayah punya uang banyak ? Dari siapa ??”
Pertanyaan serius dalam gaya becanda itu membuat ayahnya gelagapan.
“ Ayah di transfer uang oleh teman lama ayah,sungguh ini screenshotnya” jawab ayahnya seraya menunjukkan gambar di hpnya.
Sabrina terharu atas solidaritas teman teman ayah yang meringankan beban hidup dengan bantuan keuangan rutin
Ayah Sabrina adalah pengusaha kreatif yang modal hanya laptop dan perlengkapan audio serta beberapa setelah sofa di sebuah ruko sewaan.
Ia seorang disainer adversting freelance dan pembuat jingle iklan.
Tetapi,ketika ia mendesain banner dan kartu pintar serta membuat jingle kampanrye untuk seorang caleg,ia terdampak kekalahan caleg itu.
Masalahnya,ada yang merumor hal caleg itu .Mereka mengabarkan bahwa caleg telah mengirimkan uang untuk dibagi kepada calon pemilih,tetapi uang itu di pakai timses,sehingga calon pemilih tidak beroleh apa apa setelah mencoblod.
Celakanya,masa calon pemilih yang kecewa itu, mengira ayah Sabrina adalah sang timses yang menggelapkan uang.
Maka,malam hari seluruh perangkat kerja dan isi ruko,di bobol dan diambil paksa.
Ayah Sabrina tidak memperkara hal itu,sebab prosesnya akan memakan waktu lama dan biaya proses itu akan besar .Dan ia mengikhlaskan miliknya karena ia juga ingin menyumbang untuk mereka jika ia mampu .Maka ia memilih diam dalam kepayahan hidup karena tidak bisa produktif lagi.
Sementara,Sabrina dan Karin berdagang online dari modal tabungan mereka,tadi mereka baru mengantar pesanan untuk costumernya didalam kota.
“ Yah,nanti kalau kami berdua sudah kerja,semua transfer sahabat ayah akan kami kembalikan “ kata Karin yang lebih perasa
“ Kamu bicara apa?” Apa tenan teman ayah kalian anggap pinjol?he…he..he..
Mereka itu patriot tanpa tanda jasa ,perjuangannya bareng ayah dulu “ Ayah Sabrina mengingatkan anak anaknya
“ Apa salahnya kami membalas jasa patriotnya?” Sabrina agak tidak mau di anggap anak bawang
“ Habiskan dulu bakmie itu,kalau mau balas jasa ya balaslah,tapi dengan apa? Sekarang saja kalian baru berangan angan” Ayahnya menyudahi debat itu dan kedua gadis itu terdiam galau,tapi ya bakmienya habis juga
Bakmi Jowo itu sudah tinggal piring kosong dan sendok garpu telungkup
****
Ada sebuah rumah mungil ,tapi pekarangannya melebar di belakang .Rumah mungil dari kayu itu harus berdampingan dengan rumah rumah megah
Di rumah bagian belakang itu,seekor ayam betina tiba tiba terkejut dan terbang menabrak pintu dapur sebuah rumah kayu ,saat seekor tikus tak sengaja melintas di piring makannya.
“ Saka,buka pintu biar ayam nya keluar !!” suara keras wanita dari dalam kamarnya,ia hanya berbaring saja saat berteriak tadi .
Saka baru selesai makan,maka ia bergegas membawa piring bekas makan kedapur,dan bergegas membuka pintu dapur .Ayam yang tinggal satu satunya milik neneknya,lepas keluar mengkais kaus ditambah
Dari seberang pekarangan belakangnya,Fira memanggil tidak begitu keras .Ia dari duduk di jendela lebar rumah besarnya
“ Saka!” panggilnya.
Saka memandangnya dengan agak menyipitkan mata,memastikan ada yang di asal suara itu.Ia melihat gadis dewasa disana.Ia adalah Fira,anak orang kaya yang sulit diketahui asal asul kekayaannya
“Saka…Sore nanti kamu main kesini,ada yang kusiapkan buat kamu “ Fira mengulang panggilan dan menambah ajakan
“ Nenek tidak bisa ditinggal “ Saja menjawab dan masuk rumah tanpa menoleh
Fira terhenyak,ia berdiri dan kain handuk yang jadi alas duduknya hampir jatuh.
Kesal dia karena ajakannya tidak direspon.
“Awas kau nanti…” gerutunya dalam hati serya berjalan kekamar mandi .Suara air menyiram lantai agak keras,ia terburu buru.
Sementara itu,saka mencuci piring piring bekas makan dan membuatkan bubur untuk neneknya .
Tak butuh waktu lama,ia kemudian terlihat sudah menyuapi neneknya.
“Tadi Fira memanggilmu?” tanya neneknya saat berhenti mengunyah
“ Iya nek,tapi saya malah lari “ jawab Saka sambil menyuapi neneknya lagi
“ Jangan meremehkan perhatian seseorang,apalagi ia wanita.Setidaknya kamu membisiki dengan sekali kali menemuinya “ neneknya menasihati usai minum seteguk air
“ Nek,kalau cewek lain mungkin saya senang dengan keakrabannya Tapi Fira nek,ia sudah bukan manusia” Saka ingin menjelaskan kesulitannya.
“ Hush!bapak ibunya kaya disini , Koq begitu benci kamu pada Fira ??” Neneknya protes atas perkataan Saka tadi.
“ Maaf nek…mungkin mereka orang kaya,tapi belum tentu orang yang bisa menjadi teman .Fira kalau malam tidak pernah dirumah,cowok cowok yang tidak sama silih berganti jadi pacarnya ,apa yang bisa diharapkan dari Fira?” Jawab Saka
“ Astaghfirullah Al ‘adziim!! kamu sudah benar cucuku…walau kamu kesusahan,tetapi masih menjaga kehormatan. .maaf ,nenek salah faham tadi “ akhirnya neneknya memaklumi .
“ Nenek,nanti saya keluar sebentar,menemui mantan pengacara almarhum ayah,paling sejam.” Saka minta ijin kepada neneknya untuk keluar rumah sejenak.
Neneknya hanya mengangguk dan menyelimuti dirinya untuk bersiap tidur lagi
Saka adalah putera tunggal seorang pengusaha property ,tetapi karena mereka tertipu pembayaran fiktif,seluruh asetnya disita oleh pihak yang klaim telah membayar melalui akun bank digital.
Mereka bangkrut dan meninggal dunia hampir bersamaan.Saka hidup menumpang dirumah neneknya yang telah menjanda dan lumpuh .
Saka baru saja berjalan beberapa puluh meter dari rumahnya,tetapi ia melihat seseorang sedang berusaha keluar dari mobil Pajero,sementara yang menyetir mencoba menutup pintu agar yang akan keluar mobil tidak bisa keluar.
Karena terlihat agak rudapaksa orang yang kurang dikenal korbannya ,maka Saka nekat menarik pintu dari luar dan gadis yang akan lari itu berhasil keluar.
Pengemudi Pajero terpaksa keluar dan langsung menghantam dengan kaki terlatih taekwondo .Tetapi Saka berkelit dan membalasnya dengan upercut yang mantap sebenyak empat kali.Pengemudi Pajero itu oleng dan terjerembab.
Gadis itu menggandeng Saka untuk menghindar lokasi itu .Saka mengikutinya
Sampailah mereka di sebuah sekolah yang banyak berseliweran anak anak SD.
Mereka duduk di sebuah teras ruang guru
Para guru mereka adalah pasangan suami isteri yang hendak menjemput anaknya.
“ Sabrina,mengapa kamu berurusan dengan pria tadi ?” Tanya Saka yang mengenali gadis itu ,karena pernah satu kelas di SMA dulu
“ Aku mengantar pesanan online,ternyata dia yang langsung mengajak aku menemui ayahku.Dia bilang kenal ayah dan ingin menolong mengembalikan alat alat yang di bawa kabur orang “ jawab Sabrina masih terengah engah.
“ Kamu semula mau?” tanya Saka
“ Ya tidak ,tapi ia menelpon ayah dan aku terpaksa mau ikut .Tapi karena arah yang dia ambil malah keluar kota ,aku minta berhenti pura pura harus antar dagangan di situ.Tapi saat ia tahu aku hanya bawa dompet,ia menghalangi turun hi nggak kamu memukulnya tadi “ Jawab Sabrina
“ Orang itu punya niatan yang tidak baik,tentu ia bukan orang baik.Kita ketemu ayahmu agar beliau yang melapor polisi “ Saja mengusulkan yang masuk akal,dan Sabrina Setuju
Merekapun segera meninggalkan tempat itu dan terpaksa berjalan agak jauh hingga tiba dirumah.
****
Ayah Sabrina sedang memberi makan doc anak ayam yang hanya puluhan ekor.
Ia ditemani Karin saat itu
Sabrina langsung bercerita hal barusan pada ayahnya yang jadi masygul.
“ Heran banget,kenapa orang itu punya nomer ayah?Ia tadi ditelpon bilang bahwa ia dapat nomorku dari Sabrina,ia minta agar ayah menyuruh Sabrina ikut mobilnya karena ia harus mengambil barang berat dari toko untuk dibeli dia “ Ayah Sabrina bercerita di tengah kegeranannya.
“ Oooh gitu,jadi ayah suruh Sabtin ikut gara gara alasan itu ??” tanya Sabrina .
Ayahnya mengangguk
“ Oom,jelas orang itu jaringan tertentu yang punya nomor nomor calon korbannya “ kata Saka memberi pendapat
“ Bisa jadi ..mungkin ia yang juga ikutan dalam kasus ayahmu,bukankah ayahmu pak Gagat almarhum ,yang ketipu milyaran rupiah ?” Ayah Sabrina menebak.
Saka mengangguk dan pikirannya menerawang kemasa lalu dimana ia nyaman kuliah dimasa ayahnya hidup.
Ayah Sabrina memahami ,lalu ia mendekati Saka.
“Nanti ,kamu pulang bawa bibit ayam ini separuh ,ini pemberian teman oom,untuk kesibukan kamu saat fakum kuliah “ Ayah Sabrina ikhlas memberi separuh anak ayam milknya.
Saka sangat berterima kasih,dan ia pulang diantar Sabrina hingga pintu depan.
Saka membawa anak ayam itu sampai dari rumah itu kerumah mantan pengacara ayahnya,untuk nanti dibawa pulang
****
Disebuah rumah besar ditengah kota,beberapa orang di ruang rapat.Mereka membahas hal krisis keadaan.
“ Kamu idiot ..kenapa kamu telpon ayah Sabrina ? “ Fira dan teman temannya murka pada si Adib,orang yang ingin meruda paksa Sabrina
“ Aku kehabisan akal untuk bawa dia…” jawabnya merasa tidak bersalah .
“ Tapi kalau mereka lapor polisi ,dan dengan ketelitian mereka,kita habis…semua upaya kumpulkan duit dari orang orang,musnah !!” Hardij Soso yang adalah pimpro mereka
“ Jangan terlambat,mereka harus di hilangkan sebelum seminggu ini,Fira tugasmu di rumah Saka
Aku yang akan kerjain keluarga Sabrina “ Dada mengambil keputusan itu bagi mereka ,jaringan pelaku segala target kejahatan .
Fira ingin langsung keluar rumah itu,diikuti yang lain dan pertemuan singkat itu akan usai,tapi Soso memanggil mereka lagi
“ Fira dan Adib segera gunakan rencana B jika ada yang memperkara Adib dan mengusut bagaimana dia punya nomor penting.
Masalahnya ,jika itu terjadi,mama papa kita juga kegulung…mereka kan koseptor seluruh aksi kita..
Fira dan Adib,Kalian curi aja barang di mini market…relakan kalian tertangkap.Nantinya kalian akan di cap maling kelas teri….nah,pengusutan dan pelacakan usaha keluarga kita akan batal .Apalagi kalau Adib ngaku dapat nomor dari hp beli di loak dan sudah di buang. “
Soso memaparkan siasat yang memang rapi.
Fira dan lain lain mengangguk dan sungguh sungguh mereka keluar ruang rumah itu.
****
Fira membubuhkan racun di dalam sebotol air.Ia ingin meracuni nenek Saka dan cucunya,dengan cara mencampurkan air beracun ke tempat air mereka
Ia menunggu kesempatan yang tepat,yakni saat Saka belanja di warung agak jauh dari rumah itu
Dan saat itu tiba .
Fira di tanpa di bantu Adib yang hanya mengawasi dari kejauhan,sudah tiba dipintu belakang rumah Saka .
Ia tidak kesulitan membukanya,dan ia berjingkat masuk
Tapi tiba tiba,kakinya merasa ada yang mematuk….setelah itu suara ribut ayam betina yang kemasukan area sarangnya sangat mengejutkan Fira.
Ditambah ,di ruang belakang yang gelap itu ada sebuah mukena yang diisis di tiang dapur
Bagi seseorang yang melihat di tempat remang ,sepertinya mukena itu adalah sosok hantu yang bersandar di tiang.
Fira sangat ketakutan melihatnya dan ia berlari keluar kembali kerumahnya lewat jendela
Tapi naas,ia yang dalam kagetnya membutuhkan air untuk diminum,ia lupa membuka botol air beracun yang dibawanya ,dan ia meminumnya hingga habis .
Adib melompat untuk mencegah,tapi terlambat …
Fira tak sadarkan diri dan meregang nyawa sejam kemudian di rumah sakit.
Sementara itu,Saka sedang bertemu mantan pengacara ayahnya yang tak sengaja bertemu di warung ,saat ia akan mengunjungi Saka untuk memberi kabar penting
“ Nak Saka,polisi sudah menemukan bukti pelaku transaksi fiktif itu dan saldo keseluruhan sudah dipulhkan oleh tersangka” kata pengacara itu seraya menyalami Saka.
Saka bersujud di lantai berhamdallah terus menerus hingga ia di papah oleh mantan pengacaranya untuk menanda tangani surat pernyataan ahli waris,agar ia dapat mengeluarkan saldo dari akun bank ayahnya
Saat mereka ingin menuju rumah kayu bersamaan Sabrina dan Karin ditemani ayahnya sedang berada dalam mobil grabb menuju kerumah yang sama .
Mereka ingin menjemput Saka untuk bekerja di ruko disain grafisnya,sebab sudah ada salah satu anggauta dewan yang bersimpati dan mengganti kerugian yang di alami ayah Sabrina dan Karin
Maka rumah kayu mungil itu menjadi semarak orang orang yang dimenangkan
Sementara….
Di rumah sebelahnya,polisi berdatangan untuk mengantar jenazah dan turut melakukan upacara pemakaman Fira dan disertai penangkalan kedua orang tuanya .
Keinginan Soso dan Fira serta Adib untuk melepaskan diri dari jerat hukum,seperti debu membasuh debu .Hal kotor tidak akan bisa merubah kotoran menjadi bersih.
SEKIAN
BIONARASI
Cerpen Debu Membasuh Debu ini ditulis oleh Gabriele Richard ( Sujoko )
Lahir 15 Mei 1966 di Purbalingga
Akun Medsos :
IG @ Gabriele Richard ,FB : Gabriele Richard ,Email : adhiless@yahoo.com
WA 082134506127
Di tenda kaki lima Sabrina dan Karin mengusi perut yang seharian hanya terisi beberapa potong kue.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar