Di warung makan pinggir halaman parkir sebuah discotiq,aku bertemu dengan Shasha .
Ia berpenampilan ceria ,cantik tapi imut. Sementara,aku sudah berusia siap menikah.
Waktu itu,tahun 1992,orang umum belum mayoritas memiliki celular,bahkan,masih sebagian mereka memakai starko untuk SMS singkat saja.
Sedangkan aku,hanya mengandalkan pena dan perangko untuk berkomunikasi jarak jauh
Saat aku bertemu Shasha,kufikir,sangat tidak mungkin bahwa akan ada kisah lain bersamanya kelak.Tapi itu kelak terbukti tak sepenuhnya salah atau benar
Jadi,pada pertemuan pertama itu,aku merasa biasa saja ,bahkan tak lebih hanya menganggap sebagai adik yang baik.
Tentang asal usul singkat Shasha,nah...ini yang mungkin menarik untuk di bahas diam diam .
Shasha seorang pelayan warung mie & sate,ia merantau seorang diri diusia belasan,belum genap tujuhbelas tahun. Entah sebab apa,tiba tiba ia kutemui sedang terdampar di ibukota dan bekerja di depan discotic yang penuh warna kehidupan gelap.
" Adik ,namanya siapa?Eh,ngomong ngomong kalau habis makan terus minum kopi,nggak ngaruh?" Tanyaku pada nya.Saat dari dalam discotiq,lantunan singer pria yang mengcover Always,Bon Jovi
" Nggak?Asal duitnya cukup!!" He..he...he.ternyata yang jawab si boss yakni Ben,kenalan akrabku di Jakarta ini
" Cukup buat masuk apaan?" tanyaku becanda
" Brooo,ini Jakarta... Biar di bilang warung,tapi makanan di sini harus dibeli pakai duit.Kalau si bro makan ,eh nambah kopi,tentu harus nambah duit lagi..bukannya duit mau masuk kemana mana" Jawabnya..
Memang aku tadinya sedang mancing dia buat ngomong,si boss itu kenalan lama.
Dan memang aku sudah beberapa tahun selalu mampir di warung itu kalau sedang di Jakarta ini.Jadi,pasti kalau ketemu,ada ada saja canda .
" Ben,kamu punya karyawati baru...dari mana asalnya?" Tanyaku kemudiannya.
" Titipan pamannya,ia sekampung dengan aku" Jawabnya Aku manggut manggut,ngerti tapi nggak habis pikir.
" Ben, ,apakah pamannya nggak tahu lokasi kerjaanmu??koq ia tega naruh disini?" Pada akhirnya aku nekat nanya yang kubingungkan.
" Namanya orang udik,tahunya kerja di kota besar itu ada uangnya yang banyak. Apalagi,kerjaannya jelas nggak lawan hukum ..
Ach,jangan di fikirkan orang orang ,yang penting aku jaga biar nggak kecolong orang yang keluar masuk discotique.”Jawab si Ben optimis
" Okey,memang kamu usaha maksimal,tapi dengan lingkungan begini,waktu akan merubah jadi lain tabiat .." kalimatku tidak digubris,malah dia nanya lagi.
" Berapa lama kamu akan nginap disini?Kalau menurutku,nggak usah lama lama,duit jadi boros.Jakarta semua harus bayar ." Tanya si Ben seraya menasihati.
" Paling juga tiga hari,itupun kalau aku ketemu Dely pas malam ini atau dua hari kedepan" Jawabku
" Broo,kamu memang type sayang dan setia cewek.Jauh jauh dari kampung kamu cari,cewekmu yang sebenarnya kerjaannya nyanyi malam .Apa kamu nggak merasa salah pilihan?" Tanya si Ben.
" Ooh,itu masalahnya?Aku kan pilih dia karena power suaranya yang mampu kolaborasi dengan gagasan musikku.Kalau kemudian aku jatuh cinta ,ya wajar aja...nggak ada salah pilih koq" Jawabku tenang
" Dua hari lalu,dia ke Singapore,bareng produser film.Katanya sich,mau shooting . Kamu sich. ..terlalu miskin dan mandiri,sampai alat komunikasi saja kamu nggak punya. Jadi Shasha hanya pesan padaku,kalau kamu cari dia,aku suruh beri kabar itu" Jawabnya seperti agak perihatin menyampaikannya.
" Mas,ini kopinya...namaku Shalyb" tiba tiba Shaly sudah menyajikan kopi untukku seraya tersenyum ramah dan...ha..ha..ha .dia masih ingat pertanyaanku tadi dan nunggu menjawab sampai tahu betul petemananku dengan bossnya.
" Itu gratis,dari Shasha..mungkin tadi dia respon keinginan kamu untuk minum kopi' Kata si Ben berkomentar " Terimakasih ..koq beda ,Shasha dengan anak seumurannya ?.sopan dan perhatian sama orang ' kataku. Si Ben menempelkan mulut dekat telingaku,
" Waktu belum merubahnya..kalem...he he he.." Sesudahnya iaasuk ke biliknya dan memberi kode Shaly untuk ngobrol dengan aku.
* * * *
Malam kedua,aku di Jakarta ..
Masih makan minum di warung si Ben. Terlihat,seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan parkir di depan warung. Kulihat ia beberapa kali menelpon dengan celular,sementara sayup terdengar lantunan singer wanita dari dalam discotiq,ia membawakan lagu : Mengapa,Nicky Astria
Tak lama,sebuah CJ7 masuk di halaman discotiq itu.
Dan juru parkir itu mengambil alih mobilnya untuk diparkir.Si pemilik tentu turun lebih dahulu.Pemilik mobil itu adalah Dely,dan ia bergegas menghampiri aku di warung itu.
" Mas,kapan datang? " tanya Dely dan terlihat rasa kangen berat dari wajahnya,tapi adab orang terdidik,membuatnya hanya bersikap penerima tamu.
" Tadi malam..maaf,aku hanya bisa kirim kabar via surat,aku belum bisa beli Motorola" jawabku apa adanya tanpa gengsi dan kebohongan
" Nggak apa mas,yang penting Dely jadi tahu kabarnya" jawabnya
" Si Ben bilang,Dely ke Singapore?" tanyaku
"Ach,itu candaan dia..." Jawab Dely..
" Tahun depan ,aku selesai kuliah...tentu nggak nyanyi lagi dimana mana,pulang ke papa nantinya kita bagaimana? Tanya Dely yang memang hanya berani menerimaku di warung itu,ia puteri seorang petinggi Angkatan Laut di Surabaya .Dely kost di sebuah asrama putri . Sedangkan,aku sosok yang selalu hanya punya gagasan tanpa kesempurnaan fasilitas.
" Pikirkan tahun depan saja,yang penting aku berusaha yang sekuatku.Oh ya,aku sudah ditest produser di GM Record,agu lagu ku lolos seleksi..." Aku berbicara sepelan mungkin supaya tidak terdengar Shasha dan Ben
“ Alhamdulillahirobbil ' alamiin...jadi,nggak sia sia sampean di ibukota ini,mas" Dely sangat bahagia
" Tapi ..maaf,aku menolak.Sebab genre yang diminta bukan genreku" Jawabku yang membuat Dely marah.
" Mas,kalau sukses,jangan terlalu idealis.. Kangmas musiknya memang identik jazz rock,tapi nggak perlu dunia tahu.Kalaupun harus mengisi album pop orang lain,tidak akan mengurangi skill dan kharisma .Sekarang ada dua pilihan,pilih genre atau pilih aku?? Tak tunggu keputusan kangmas" Dely menyambar tasnya dan segera masuk ke ruang penyanyi ,menunggu giliran tampil.Tanpa sepatah katapun
Waduh. .Dely belum percaya kalau aku bisa mandiri dan ada investasi untuk produk musik sesuai genre jati diriku,semua hanya menunggu waktu dan rejeki Allah.
Aku memang bersyukur kalau karyaku bisa diterima studio besar,tapi aku punya ratusan lagu yang harus terbit di dunia ini.Jika dari awal ,namaku sudah didalam album genre lainnya,maka berikutnya aku akan sulit merubah image tentang musikku dan namaku .Itu yang dipertimbangkan,maka aku menolak.
Saat itu,aku diam sesaat,sampai akhirnya meneguk kopi tetes terakhir yang di sajikan Shasha.. Lalu aku bergegas menuju masjid di belakang area discotiq,untuk menunaikan shalat. Kira kira ,jam 12 malam,aku kembali ke warung si Ben yang masih buka .
Dan,disana ada seseorang yang sangat kukenal di Jakarta ini,ia mantan pemain keyboard di bandku. Kebetulan,ia yang menjadi homeband pengiring di discotiq itu.
" Kamu buat master lagu kamu aja disini,buat aku bantu .Nanti kamu bisa antar ke produser mana saja di studiomereka " Dony,temanku itu menawarkan disela obrolan nostalgia .
"Aku ,minat sich ..tapi jadi harus ada perpanjangan waktu di Jakarta ini..." Jawabku
" Gampang ....akomodasi,biar aku yang tanggung ,tapi...ngejams dulu di dalam siti...berapa malam keq,yg penting ada jasa buat team " kata Dony menunjuk dalam discotiq dan aku sepakat Maka beberapa malam itu,aku menggelegar bersama teman teman band yang lama. Tembang lawas Deep Purple dan satu dua karyaku kubawakan..
* * * *
Hari ketiga,dan sebulan penuh aku di Jakarta Tentu semakin dekat persaudaraan nya dengan Shasha. Dely sering memergoki kami sedang bercanda,dia hanya tanya ke tukang parkir tentang apa saja yang kulakukan bila bersama Shasha.Maka ,kalau bertemu aku,dia masih tenang tanpa wasangka
Genap sebulan aku di Jakarta,menyelesaikan rekaman sampel laguku.
Hampir lima album .Tapi aku belum berminat menyerahkan lagu laguku ke produser
Lalu,aku berniat pulang kampung dengan hasil empat setengah album musik.
Shasha dan Dely mengantarku hingga stasiun kereta api.Mereka jadi akrab seperti kakak beradik ,dan aku sangat bangga pada keduanya.
* * * *
Disebuah trotoar,pinggir ruko,beberapa cowok duduk duduk.
Ada yang tiduran,ada pula yang belagak main drumm saat suara keras audio milik tukang dagang CD kaki lima menyala.Yang diputar lagu Made In India,Alisha Chains.
Mereka sedang pesta miras.
" Nyong...kau yang dari Maluku,...menurut kau ,apa yang menarik di Jakarta ini??" tanya si drummer alam khayal itu ,ia dari Tapanuli.Saat itu agak mabuk
" Beta kurang faham itu lae....coba tanya si Godot yang Betawi. " Jawab si Ambon...mabuk juga.
" Aku tanya kau !!bukan tanya yang lain!!..nggak ngerti??Aku nggak tanya siapa siapa lagiii!!" Si Batak bahak bahak usai bicaranya
" Ente bahlul semua..Kalau mau tau yang menarik di mari....yang menarik di Jakarta ini,ya orang...Mang Sapin menarik bajsy...mang Su'ud menarik becak ...dan ane...menarik duit parkir....ngerti??" Si Godot berinisiatif menjawab tanpa ada yang tanya
" Aku tak tanya kauuu..!! " Si Batak makin kacau ,ia bangkit dari duduk dan menari nari lucu. Ketiganya penuh gelak gelak ngakak..ada juga yang telat ngakaknya..lalu ikutan joget Dan disela situasi konyol itu, si Godot berbisik pada si Batak.
Saat itu juga,gerombolan tuak itu berhenti kacau untuk rapat darurat. Tiga jam kemudian,sebuah motor membonceng seorang gadis yang pingsan,dan di belakangnya ada yang membonceng untuk mempertahankan agar sigadis tidak terjatuh .
Dua motor berboncengan lainnya mengawal hingga lenyap di kejalanan raya.. Nasib buruk menimpa gadis yang diculik mereka
Aku sedang berlatih band di studio milik teman.Tiba tiba,telpon rumah studio itu berdering,dan temanku mengangkat seraya bicara sebentar,lalu memberikan padaku. Memang studio itu markas band kami,Dely,Ben dan Shasha kuberi alamat dan nomornya ,maka satu dari mereka bisa menghubungiku
" Broo...Shasha di culik...usahakan kamu ke Jakarta berangkat sore ini" ...ya,hanya itu saja kalimatnya
Aku,bingung...aku belum punya uang cukup.Ach...apapun yang terjadi aku harus ke Jakarta, lalu aku nekat menemui seseorang.Jhony,pemain band ambisius, main musik dan kreasinya bagus
" Jhon...tolong ,aku butuh uang sore ini ..pinjamkan secukupnya.." kataku memohon pada Jhohny ,setelah aku dirumahnya
" Okey .tapi aku naksir dua lagu kamu,itu yang kuminta untuk uang yang kau perlu" jawab Jhohny yang memang kaya.Dan ia memang tahu kalau karyaku sudah di terima industri musik besar. Ach..lagu itu yang sudah di setujui oleh GM Reccord kalau dijual maka masa depan bersama Dely terancam.Aku berfikir sejenak .
" Johny....mungkin aku setuju menjual laguku pada kamu,dan tentunya kamu bisa tanpa sensor masuk GM Reccord dan jadi kondang dadakan.Tapi,apa kamu nggak mikir kedepan lagi ??...suatu saat dunia industri musik jadi tidak dipercaya unggahan infonya...Orang tidak percaya bahwa lagu tertentu diciptakan oleh nama yang tertera .." kalimatku sangat riskan,sebab aku harus merubah mental Johny,selagi aku perlu uangnya . Johny terdiam sesaat .
" Aku tahu kamu berbakat,dan aku tahu kamu belum mempertahankan genre ,tapi mungkin hal itu akan punah jika kamu inginkan sesuatu dan memanfaatkan situasi dari orang yang sedang membutuhkan belas asihmu.... Johny ..jika kamu berfikir ulang untuk mau menjadi lurus ...aku punya peluang mewujudkan niatan sukses kamu saat ini. Kamu buat lagu yang sama genre dengan laguku,dengan corak dan tema lirik yang sama,kemudian datang ke GM Reccord,mereka sedang perlu lagu lagu seperti itu ..Insha Allah,diterima " Aku melanjutkan memotifasinya..
" Tak Kusangka, Berkali kali kamu telah menegakkan hatimu menjadi tahan iming iming uang demi yang lebih kamu pertahankan ...aku terima saranmu,dan terimakasih telah mempercayai skill ku.. Dan....ini pakailah uangku untuk keperluanmu .nggak usah dikembalikan,mu ngkin kita akan bertemu di sana”
Jhony tanpa menunggu jawabanku,telah memberi aku uang yang lumayan lebih dari cukup dari yang kubutuhkan Akupun bergegas kepenjual ticket bus,untuk menuju Jakarta malam ini
Di warung si Ben,aku tiba pukul enam pagi dan segera kutemui Ben untuk bertanya hal Shasha Ben memberikan sebuah kertas HVS bertulisan agak kacau
" Heh,Jawa.. Dely itu tunangan gue.. Kalau elu nggak tinggalin,selamanya nggak akan ketemu Shasha lagi Dan kalau kalian lapor polisi, Shasha juga celaka.. Gue sudah nekat,kalaupun polisi memburu gue kalau ngapa apain Shasha , Sebab gue lebih baik ditembak daripada kehilangan tunangan . Balas surat ini dan beri keputusan yang bagus buat Shasha Berikan ke tukang parkir,nantinya gue ambil dari dia . Dia nggak tahu apa apa hal ini,hanya alaat penyampai surat saja " TTD Rahasia
Aku dan Ben berfikir keras . Siapa pelaku itu? Demi Dely dia culik Shasha
" Jangan banyak pertimbangan,tulis saja setuju..nantinya nggak ada resiko buat Shasha.Dia kelihatannya nekat ,dan tentunya orang yang sehari harinya disini ... Kamu jangan nekat,sebab memang kamu jauh dari kampungb" kata Ben memberikan keputusan yang darurat
Aku tanpa fikir panjang,segera menulis menyerahkan Dely dengan baik baik pada misterius itu. Lalu ,segera kucari tukang parkir untuk kutitipi surat ,tapi kucari cari ia belum kelihatan sampai agak siang,ia belum muncul .
* * * *
Disebuah komplek perumahan di Bekasi Timur Seseorang sedang mencuci sepeda motor besar.Rumahnya besar mewah,tapi halamannya sempit,pas untuk mobil dan motor besarnya. Sementara,pagar kelilingnya hanya setinggi satu meter ,dan ia hanya mengenakan kaus oblong serta celana pendek
Tapi saat mencuci ,ia berhenti sejenak,ia mendengar tangisan perempuan dari rumah di sebelahnya.Meskipin lirih,tapi dapat memastikan bahwa ada seseorang menangis disana. Ia berhenti total mencuci motornya,pelahan yang mengintai dari jendela yang di sisi pekarangan yang berbatasan rumahnya. Dilihatnya dari jendela ,seorang gadis imut menangis dengan kaki tangan terikat.
"Koq,ada cewek diikat disitu?...masih imut lagi. Bukankah si Godot itu masih bujang?" Fikir pria itu yang curiga dengan situasi rumah itu.Dilihatnya juga enam orang tidur pulas dan dengkurannya terdengar .
Pria itu mencoba berkomunikasi...ia mengetuk pintu...
Kebetulan gadis itu melihatnya,dan ia memberikan bahasa isyarat dengan bibir bahwa ia diculik. Pria itu mencari akal untuk dapat membebaskan gadis itu. Ia segera kembali ke rumahnya dan menelpon ,sementara iapun menghalangi pintu keluar depan dan belakang dengan palang pipa besi miliknya.
Singkat cerita,para penculik itu disergap petugas kepolisian yang dihubungi pria tadi
" Anak ,apakah ingin turut ke kantor kami,atau cukup memberi keterangan di sini saja?" Tanya petugas itu yang membawa gadis itu kerumah pria itu saat proses penangkapan,dimana kesemuanya kabur malui jendela,dan dua orang dihadiahi timah panas di bagian kaki,sehingga semuanya menyerah.
" Saya disini saja ,pak.Menunggu majikan saya,saya tidak kuat lama lama di tempat selain warung " jawab gadis itu,yang ternyata adalah Shasha
" Baiklah,kami akan segera kembali ke kantor membawa tersangka,nanti kami mengunjungi warung anda,untuk laporan pihak anda jika menuntut" kata petugas itu,dan ia mengucapkan kalimat menitip pada pria itu yang telah membantu penyelamatan.
Shasha diberi pakaian baru setelah mandi . Iapun diberi makan pagi hingga kenyang dan tenang .
" Kalau boleh tahu,saya dengar kamu menangis dan setelah kamu bicara,suara kamu seperti memiliki daya tarik tersendiri,suka bernyanyi? " tanya pria itu. Shasha tersipu dan mengangguk.
" Apa kamu punya rencana ,selain bekerja di warung majikanmu" tanya pria itu.
" Betul oom,saya di kampung juara pop singer tingkat remaja,dan ingin menjadi penyanyi di Jakarta,tetapi tidak punya kenalan yang bisa menolong saya.Keluarga saya tinggal paman saja,ayah ibu sudah meninggal ...paman orang tidak punya Jadi ia menitipkan say di warung itu,siapa tahu bisa mewujudkan keinginan saya " jawab Shasha lancar
" Oom drummer,punya hubungan dengan produser,kalau oom nanti test suara kamu menang bagus,oom akan tolong antar ke teman yang produser itu " kata pria itu yang ternyata adalah musisi besar yang sering tampil di televisi.
Obrolan mereka panjang hingga Shasha bercerita tentang persahabatan ku dengan Ben dan dengannya Beberapa saat kemudian,Ben dan aku sudah berada di rumah itu,diantar seorang anggauta polisi yang menjemput di warung. Shasha menangis terharu,Ben sangat berterimakasih pada pria penolong itu.
" Tadi Shasha,eh benar namanya ya? " Pria itu yang wajahnya tidak asing bagiku mengajakku bicara,aku mengangguk membenarkan jawaban tanyanya sendiri
" Shasha bilang ,kamu pencipta lagu dan musisi yang sudah di rekrut GM Reccord ,tapi menolak. Ha....ha ..ha...baru kali ini ada kejadian itu. Oh ya,bagaimana kita kolaborasi mengangkat Shasha kekarir yang lebih baik"
Tawaran itu tentu kusambit baik,dia juga mengatakan bahwa sudah test suara Shasha yang agak ke jazzrock. Dan segera saja ,kami menyusun jadwal meeting latihan di studionya yang berada di dekat Condet. Disana,produser yang barusan dihubungi via celular,akan berkunjung setiap latihan
Oh ya,ternyata pelaku penculikan itu adalah juru parkir di discotiq itu yang menyewa komplotan untuk turut menculik. Tapi sayang,karena mabuk mereka ketiduran hingga polisi menggerebek sarang itu.Syukurlah,Shasha belum sempat disentuh merekw Wow,tiga bulan berikut...
Aku telah sampai pada hal yang jadi mimpi setiap musisi daerah.
Saat itu aku duduk diwarung Ben,Dely dan Shasha didekatku... Diwarung itu sudah terpasang televisi warna 17 inch
Bahkan saat itu ,Johny juga ada disitu,untuk menonton tayangan televisi yang menampilkan band baru ,dengan empat pengiring dan dua singer
Ha...ha...ha.. band yang tampil itu formasinya aku,drummer yang menolong Shasha dan dua temannya..selanjutnya Dely dan Shasha menjadi vokalis duet yang memikat.
Tembang ciptaanku ,Merebak di penghujung malam ,Dely dan Shasha membawakan dengan penuh penghayatan:
Waktu yang panjang Dengan berbagai tempaan, merubahku menjadi lebih dari hari hari lampau ,
Aku menjadi memiliki kegigihan untuk memperjuangkan yang utama sekalipun nyaris mengorbankan Orang orang tercinta
Reff : Aku punya sesuatu yang Mungkin telah hilang dari jiwa Orang orang khilaf
Sesuatu itu adalah Sebuah kepribadian Di panggung dunia Yang telah tergelar
Tidak sia sia aku menjaga jatidiri agar melekat di jalur musikku.
Sebab memang genre jazz dan rock yang paling efektif untuk menyuarakan pesan kebajikan kepada Sang Khalik dan kebajikan kepada sesama umat Dely yang mengira aku akan jadi musisi gagal ,hampir pergi dariku..
Shasha yang hampir terbunuh karena aku memilih Dely yang bagiku adalah segalanya Johny yang hampir terjerumus kejahatan intelektual,Semua telah di selamatkan ,Aamiin
Tamat
BIODATA PENULIS
Nama : Gabriele Richard ( Sujoko )
Alamat Jalan Letnan Soeparto Nomer 14 Purbalingga 53313
Agama : Islam
Aktifitas : Musik ( Pencipta lagu,Misisi,Aranger ) ,Pelatih Musik ,Blogger



Tidak ada komentar:
Posting Komentar