Sabtu, 17 Februari 2024

SUDAH TERCATAT ,KOQ - Cerpen Karya Gabriele Richard & The Holy Spirit

 Noto Sumantoro sedang memeriksa  catatan belanja asisten pribadinya .Ia terkesiap ketika sederet menu yang bukan


rencananya tertera..

"Duh..nggak beres ini.." fikirnya .Tiba tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar.Tidak terlalu keras,tapi membuat jantungnya berdegup keras,sebab ia sedang menolak seorang tetamu yang masih menunggu di luar
" Pak  Noto,ini saya ,Sulis...mau perlu sebentar pak".Suara dibalik pintu mendesak ia untuk segera membuka.
"Ada apa ?Saya juga tadinya mau manggil situ..kalau sudah kesini ya kebetulan" Noto berbicara halus setelah ia membukakan pintu
" Lho..ada apa to pak,saya jadi deg degan...Halaaa..bapak cuma medeni saya biar nggak pamitan pulaaaang..ngaku aja pak "  Celoteh Sulis yang familiar pada siapa saja.
"Ooooo..jadi kamu kepengin mudik to?..Lha saya mau panggil kamu untuk  ngajak kamu ke Banjar Negara..kowe  malah baru akan ke Banjar,kotamu kan?" Noto menepuk pundak Sulis yang lebih pendek tubuhnya.
"Walaah..kebetulan ndoro...
Saya jadi ngirit...: Sulis sangat kegirangan
"Tapi...tadi kamu belanja koq ada boneka bantal,ada Ice Cream banyak lho...untuk apa?"
Tanya Noto agak penasaran
"Ooooh itu..ya untuk nenek saya..umurnya 90 tahun lebih dan suka  marah marah.
Anu..pak..kata nyonya,memang kalau usia segitu sudah watak kanak kanak lagi.."  jawab Sulis..
" Jadi kamu bawakan itu itu kekampung? Walaah ndhuk..kowe bocah koq grusa grusu..."  Nonot setengah kepingkal ya setengah kasihan pada keluguan gadis itu
" Jadi bagaimana pak? Nyonya juga nggak ngajari saya bagaimana memperlakukannya."  Sulis kebingungan..
"Lha sekarang kalau orang pemarah dikasih boneka mendelo gito,apa ngggak tambah marah dikira sedang di plototi?.." jawab Noto lucu.
" Ha..ha..ha..bapak bisa saja..jadi baiknya apa pak?" Tanya Sulis
" Kamu bawakan Juz 'ama..itu surat Al Quran yang pendek pendek. Biar dia baca baca ,mungkin sekali ia jadi ingat jaman kecil ngaji dengan teman temannya...Nah,ajak diskusi soal para Rasul,jadi ia merasa kembali mendapat kisah kisah dan hikayat bagus.Pasti mengurangi pemarahnya"
Noto membahasnya dengan gamblang.
" Ach..kenapa bapak tidak buks praktek psikolog saja...he..he....
Okey pak..saya akan usahakan " Sulis semakin merasa yakin.

Esok harinya...
Mobil melaju agak lambat di jalan pedesaan di kaki pegunungan.
" Sebenarnya,kita ini akan menjemput puteraku yang bekerja di soni srjak kuliah.Mamanya,keturunan Amerika Serikat yang dulu bekerja di PLTA Banjarnegara
Aku mengenal saat ia piknik ke Candi Borobudur...Kami terus menikah dan ia meninggal ketika lahir puteranya " Noto dan Sulis yang berada di dalam mobil itu sedang berbago kisah
" Jadi nyonya sekarang aedalah isteri kedua" Tanya Sulis..
Noto hanya mengangguk dan terdiam hingga beberapa saat.
"Pak..lanjutkan saja ceriteranyaa,saya mendengarkan koq"
Sulis merasa harus memecah kebisuan Noto dengan panci gan dialog.
" Oh..ya..eh,kamu masih simpan es krim krim untuk nenekmu?" tanya Noto
" Masih pak..kenapa?"  tanya Sulis
" Untuk apa? Kalau nanti di baws ke tempat tidur malah bahaya..pasti semut  betdatangan.."  jawab Noto
" Kebetulan pak...siapa tahu ada yang ganteng.. naksir nenek...he..he.he.."  Sulis membalas teguran dengan canda..
" Hush...didunia semut LGBT semua...mana mau naksir nenekmu..."  Noto terpancing  canda Sulis
Tiba tiba Noto meminggirkan mobil dan seorang pemud  bule tampan melambai menyambut mereka...

Noto dan Sulis menjabat tanganya,tapi Sulis tidak berani berpelukan seperti Noto Sumantoro setelah bejabatan
"Ini asisten papa,yang sudab papa bicarakan di telphon." Noto menjelaskan ketika pemuda itu bertanya dengan Isyarat
Ketiganya memasuki sebuah rumah sedang ukurannya, tapi terlihat asri.

Saat makan malam,
Mereka tidak bercakap2,tapi sesunya Noto memberi pesan pada putranya.
" Donny,kamu antar Sulis kerumahnya,ia sudah kangen neneknya." kata Noto,ia menggunakan bahasa Inggris sejak percakapan pertama dengan Donny.
Donny hanya mengangguk dan mengisyaratkan agar Sulis mengikutinya.
Sulis agak gugup,tapi ia menurut..
" E..Donny....sorry..Iam..a ...I
.am..." Sulis terbata bata ingin mengstakan bahwa ia telah merepotka ,tapi ia agak lupa kalimatnya.
"Panjenengan badhe ngendiko menopo?: tanya Donny yang artinya : anda akan bicara apa..
Suli sangat terkejut karena bahasa Jawa halus fasih di gunakan Donny..
" Jadi...kamu berbahasa kami?..ach...ha ..ha ..ha.." Sulis berbahak karena menganggap lucu ..seorang tampan tinggi tegap  berkulit putih berbahasa Jawa fasih..alangkah   aneehhh,fikirnya

Tak berapa lama,mereka tiba di rumah nenek Sulis yang sepi.

" Nek...koq sepi...pada kemana  ibu dan adik adik." tanya Sulis sambil meletakkan oleh olehnya di meja neneknys yang memandangya
hampir tak berkedip  ,Tak lama ia mampu mengingat yang di hadapannya..
" Sulis?..lama sekali kamu baru pulang..sudah punya rumah di Jakarta?" sang nenek bertanya serata membuka bingkisan..
" Maaf nek..Aku sangat sibuk dengan pekerjaan..libur sehari tidak cukup untuk pulang pergi..." Jawab Sulis..

"Ibumu sedang ngurus  E - KTP untuk adik adikmu..itu siapa?tunanganmu? " tanya nenek itu seraya menatap Donny yang di balas kedian mata berulang sambil mengangguk menandakan iya
"Oioh itu..bukan , nek...tapi.."
" Kalau bukan kenapa nggak lekas kamu suruh pulang?becanda kamu.."
Sang nenek menyahut sebelum Sulis melanjutkan kalimatnya tadi...
Donny mengacung jempol seraya berkedip mata lagi.Sulis menoleh curiga dan terus menjawab..
" Itu..Donny nek..putra direkturku...dan..."
Jadi bukan tunanganmu?..kenapa kamu nggak..kamu..eh..kamu nggak berkedip kedip?" tanya nenek yang kebingungan mau tanya apa tapi lihat Donny terus berkedip..Maka Sulis langsung tahu ada sutradara amatir...
" Ach..mas Donny...orang tua jangan dikerjain.."  tegut Sulis agak geli juga
" Ya wiiis..kalau nggak mau ngaku..Sini nak Donny..Nenek bukakan Jus'ama  yang di beli Sulis.. Nah..kamu cucu..rebus air intuk kita minum teh bersama.." akhirnya nenek itu menengahi..
" Nek..jaman Rasulullah akan dilahirkan,pasukan gajah besar besáaar banget..mengurung Kabah..Hayo ingat ..nama burung penghancurnya apa? Donny belagak jadi guru saat ia selesai membacakan surat Al Fil.
Nenej itu tersenyum dan menjawab
" Nenek tidak ingat..kan nenek belum lahir?" ternyata nenek itu jago melawak..
" Tapi dulu kan dipengajian..di sekolah diajarkan hikayatnya.." kata Donny yang kini berbalik menjadi kekanakan
"Kamu yang lucu..masa nenek di suruyh baca Jus'ama..Apa kamu Fikir nenek sudah pikun?Kamu ketuk pintu tadu nenek belum selesaibaca surat Muhhammad..nih lihat..." nenk itu menunjukkan Al Quran yang di letakan di samping bantal tidurnya
"Jadi nenek nggak mau jawab nich?" Tanya Donny becanda..
" Nggak.."  jawab nenek itu seraya membereskan tempat tidurnya dan terkekeh kekeh..

Singkat kisah...
Sulis berlibur hingga puas beberapa hari bersama keluarganya..Dan ia menelphone Noto..
"Pak..besok aku masuk kantor..kenapa bapak masih di Yogya nggak jemput kami?" tanya Sulis di telphone
" Donny mana? 'tanya Noto
"Ada pak..sedang diskusi Al Quran dengan nenek saya.." jawab Sulis.
"Begini..kemarin kamu tidak saya ikutkan rapat direksi..kamu sengaja bapak ajak ke Banjarnegara ini ada kaitanya dengan kantor.
Nah..baca  nanti hasil keputusan rapat dan apapun keputusannya harus kamu terima...mungkin kamu di berhentikan" jawab Noto tegas
" Pak..lho..apa salah saya?"
tanya Sulis sambil menangis sedih
" Jangan tanya alasannya sekarang..buka aaja memo kiruman teman temanmu dua menit lagi..kalau kamu menolak...awaaas" ancan Noto dan Sulis sangat ketakutan.
Dua detik androidnya  bergetar..ia bergegas membacs gemetaran..

" Keputusan Dirut PT Sumantoro .ukti
Bahwa direktur utama bp Noto Sumantoro mengundurkan djri
Pengganti yang ditunjuk Bp Donny Sumantoro.
Sulis Suryani diperintahkan menghentikan jabatannya di PT Sumantoro Mukti dengan pesangon 35 milyar,dan wajib menikah dengan Bp Donny Sumantoro
Ttd Bp/Ibu Noto Sumantoro "


Sulis terbeliak..dan tangisnyz henti seketika..
" Mas Donny..." Sulis mencarinya ke kamat nenek.Keduanya tengah adu pengetahuan hukum Fiqih
" Ya..aku yang punya rencana..tapi soal kerjaan,itu papa sendiri.."  kata Donny yang tahu apa yang akan dibahas Sulis
Mereka terdiam,masing masing memendam cinta..seraya tak kuasa memenda bagagua
          * * * * * * * * * * * * * * * *
(Selesai - Purbalingga 22 Januari 2019  )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar