Besi tua itu ,ke empat kalinya tersentuh oleh tangan Sudignyo di depan gerbang taman makam pahlawan.Ia baru saja mengangkut satu peleton prajurit yang akan mengheningkan cipta bagi arwah pendahulu.Hal itu adalah agenda tahunan dalam upacara militer malam tanggal 17 Agustus .
Sudignyo menundukkan kepala dihadapan nisan nisan yang mewakili duka cita yang telah menjadi tanah. Duka cita atas kegagalan bertahan hidup saat masih dibutuhkan untuk menghalau kedzaliman di bumi Pertiwi.
"Bung,sudah selesai..." bisik seorang kopral padaku saat ia masih menundukkan kepala kebawah .
" Oh. Iya...iya .." Sudignyo menjawab patah patah dan kembali ia menegakkan kepala,seraya mendengarkan Komandan Betaliyon yang berpidato di malam hari itu.
Pidato yang singkat dan bermakna ,sedang bergema menebar hingga nadi orang orang di sekitarnya
" Sungguh malang ,para patriot yang berbaring dihadapan kita....
Dahulu,sebagian menjadi perisai hidup bagi rakyat dari terjangan peluru Belanda dan Jepang juga ..
Lalu,sebagian lagi gugur saat menjadi tameng hidup bagi Panca Sila dan segenap bangsa dari kaum kaum gila yang mengatas namakan diri Partai Komunis Indonesia.."
Perwira itu,seraya mengusap wajah terutama ,kedua mata ...tak kuasa menahan haru dan kekecewaan pada para pembunuh yang menumbangkan pendahulu..
" Belanda dan Jepang,...bangsa gila yang kebodohan kejahatannya mencoreng seluruh wajah Eropa dan Asia... Mereka kepada dunia menyebut diri sebagai golongan imperialisme,tapi yg tindakannya adalah tulen pencuri,...perampok ...penjarah karakter masalah...,
Jika saat ini dunia percaya akan hal itu,selamanya berdatangan bangsa bangsa asing untuk mengklaim aset Republik Indonesia sebagai pinjaman dari kaum imperialis....
Bahkan,di tahun 48 hingga 1965, pribumi kita,mempercayai imperialis dan mereka bergabung dengan sindikat penjahat perang yang klaim diri sebagai komunis,maka pribumi di sini,menjadi partai komunis Indonesia,.....
Setelah mereka menjadi partai,seluruh bangsa akan di tumbalkan bagi sindikat kejahatan internasional yang mengklaim diri sebagai Komunis ..
Lalu....saat pertempuran demi pertempuran pecah,gugurlah bapak,ibu prajurit kita...dan jasad beliau tertanam tak hanya disini....tapi di setiap bumi Pertiwi yang menghormati jasa para beliau ..Saya mohon doa kalian tadi adalah yang sungguh sungguh sungguh dan khusyu...hanya itulah yang bisa kita lakukan.."
Perwira itu mengakhiri pidatonya...tetapi air mata para prajurit belum berhenti menetes,hingga besi tua membawa mereka kembali ke Batalion .
Sudignyo dan para abdi negara dan para POLRI yang mengikuti upacara itu,segera membubarkan diri dengan hikmah didada masing masing ini
****
" Tumben,kamu makan banyak,biasanya nggak segitu .." pemilik warung makan langganan bertanya,tapi ekspresinya seperti melihat wajahku berubah jadi kotak
" Yaaach,kemarin kemarin aku nggak sehat ..sekarang baikan..." jawab Sudignyo
" Firasatku,kamunkonfrontasi dengan sesuatu dan pengin lebih bugar buat ngelawan ." pemulik warung itu bicara sambil bahu lenganya di tegangkan di hadapank Sudignyo
" Sok tahu..." kata Sudignyo seraya bayar di mejanya dan ngeloyor keluar warung,dan nggak jauh sich...ia berjalan ke sebuah rental internet,mencari sesuatu yang sebenarnya tidak sulit ditemukan androidnya
" Broo,dua jam ,paket.." katanya kepada admin yang masih bocah.
" Bayar dulu ..." jawabannya malah itu...
" Ok.." Sudignyo memberi dia pecahan sepuluh ribu ..
" Nah,bereees urusan dengan admin " fikirnya seraya buka buka konten YouTube.
Seperti biasanya ketika ia clict YouTube,banyak podcast dan vlog orang orang yang sudah jadi kunjungan umum.
Dalam sebuah podcast,seorang nara sumber ditanya oleh pemilik channel
" Saya ingin tanya nich ,pak tua,...Anda pernah bilang di medsos,bahwa anda mantan napi politik atas kesalahan sebagai anggauta aktif PKI...sebenarnya siapakah yang pantas disebut sebagai pelanggar HAM atas apa yang terjadi di tahun 48 dan 65 ?" tanya pemilik channel
" Anda bisa menilai sendiri ,...atas pemberitaan dan dokumenter umum ,banyak orang keturunan PKI yang terdiskriminasi,sulit cari kerja " jawab nara sumber itu
" Itu kan yang terjadi setelah peristiwa Madiun tahun 48,dan setelah peristiwa G 30 S PKI,nah ..sebelumnya ,apakah anda menyebut sebagai kejahatan memakan korban PKI ?" tanya pemilik Chanel lagi
Nara sumber itu gelagapan sejenak .
" Okey,saya bantu anda berfikir....Di tahun 1948,Muso dan teman temannya meletuskan pemberontakan dan mereka menamakan diri sebagai Partai Komunis Indonesia.Hal itu di dahului dengan pidato dan orasi orasi mencari pengikut yang terdiri dari siapapun yang mau mengikuti mereka..Ada pekerja kantor,butuh dan lain sebagainya...
Nah,menurut anda apakah pengertian Komunis itu ,sehingga partainya berdiri dan ingin menjadi pemimpin negara?" pemilik Chanel itu bertanya usai mengungkap fakta fakta sejarah
" Komunis adalah ,orang yang bekerja memproduksi kebutuhan sendiri ,untuk dimakan sendiri Bukankah itu baik untuk semua orang? Mengapa ajarannya dilarang,atas pekarangan itu ,tentu ada yang melawan.Melawan Komunis Indonesia sama saja menghalangi kemandirian bangsa .. ." kata Nara sumber itu berapi api
" Ha..ha .ha..untung saja sekarang jaman kebebasan bersuara menyampaikan unek unek,sehingga anda tidak ada resiko di tangkap lagi.. Tapi ,sebentar,dengar kata kata saya...Anda dan partai komunis itu sesungguhnya pihak yang berbahaya,sehingga ditumpas setelah terbukti melakukan pembunuhan pada umum.." kata pemilik Chanel itu lagi,tapi seraya tertawa tawa,sehingga tayangan itu seakan akan hanya pentas lawak saja ..
" Siapapun menjadi berbahaya,jika ia memiliki tujuan dan hal yang baik untuk negara,tetapi di halangi...Itu yang terjadi..." Nara sumber itu masih mengira jawabannya adalah bisa menjadi senjata pamungkas...
" Anda salah,..anda dan partai anda itu,bukan orang pintar yang bisa membangun negara ." kata pemilik Chanel itu
" Lho ..koq,..??" Nara sumber itu tidak terima
" Inilah yang akan saya jelaskan dari tadi...
Setahu saya,orang yang memproduksi sesuatu untuk di gunakan sendiri ,itu namanya Marhaenis.Dan marhaenisme itu di cetuskan oleh Bapak Insinyur Soekarno,proklamator kita " pemilik channel itu mulai menjabarkan kebenaran
Nara sumber itu agak merasa terpepet,sehingga ia hanya memandang langit langit untuk membuang wajah malunya.
" Jadi ,anda dan golongan anda bukanlah marhaenis ,juga anda dan golongan partai anda ,bukan juga komunitas berTuhan seperti yang ada di negara negara maju.Sebab komuntas bertuhan adalah kesatuan individu yang memiliki alat kerja yang sama ,misalkan : sabit untuk mencari rumput dan palu untuk pertukangan adalah alat kerja mayoritas buruh ,tetapi karena mereka bertuhan ,maks lambang kesatuan mereka bukan alatnya
Disini partai anda menyimbolkan alat pertanian alat pertukangan yakni sabit dan palu,maka simbol komunis anda adalah sabit dan palu padahal..itu bukan kegiatan partai bertuhan yang bekerja dengan alat pertanian dan pertukangan
Kenapa partai anda memberontak dengan atas nama partai komunis ? Partai anda bahkan kampanye mencari anggauta dari para pegawai kantor dan guru guru,padahal alat kerja mereka adalah kertas dan pena. Apakah masih bisa menyebut sebagai komunitas berTuhan dengan asas kesamaan alat kerja ?
Saya bertanya. ...anda dan partai dimasa lalu melakukan pembantaian dengan berbekal kepalsuan identitas,apakah anda masih ingin menyebut anda adalah korban HAM?"
" Maaf,saya ada acara penting..." Hanya itu kalimatnya sebelum ia terbit birit lari dari meja microphone,ia pun tak mau lagi menerima uang honor podcastnya dari pemilik channell,yang sebenarnya adalah Sudignyo sendiri yang sedang menonton kontennya
Sudignyo iseng menonton video podcastnya sendiri untuk menyegarkan ingatan pada perilaku pecundang pecundang negeri hingga hari ini.
Sudignyo tidak ingin melanjutkan lagi durasi paket sewa internet itu,dan ia tutup semua akun yang sudah ia buka,lalu keluar menuju sebuah bus yang berhenti di pinggir jalan itu
Bus itu membawanya ke sebuah kota yang ingin sekali ia kunjungi .Yaaaa,mumpung masih suasana HUTRI,fikirnya dan ia akan melakukan sesuatu untuk membahas isi podcast dengan caranya
****
Sudignyo selama ini tidak pernah berwasangka dengan konsep hidup bangsa atau kaum tertentu,tetapi ia tidak pernah bertoleransi pada tindak kegiatan yang bermotivasi inginkan aset dan kepemilikan orang diiringi tindak pembohongan serta pembunuhan
Beberapa gelintir pecundang di negerinya,mengklaim diri sebagai kaum yang produktif ,tetapi mereka adalah perusak produsen dan hasilnya.
Orang orang serakah selalu menyaru sebagai golongan yang bekerja dan berjasa seraya menjarah aset dan hak kepemilikan umum
Mereka bertebaran dijalanan,dikampung,di lingkungan dinas untuk memprovokasi masyarakat agar memerangi kaum produktif,supaya relasi dan haknya bisa direbut .
Kaum itu mengklaim sebagai pembela masyarakat keturunan PKI,jika mengetahui ada kabar penumpasan dan pencegahan disertai penangkakan terhadap kaum anti keturunan PKI yang tidak dibelakang oleh pemerintahan dan negara tetangga,
Tapi mereka menyaru sebagai golongan pengemban tugas pemunahan PKI dan keturunannya,jika mayoritas penduduk mengharamkan PKI,kemudian mereka mengkambing hitamkan orang yang di beri predikat PKI .
Yaa .mereka hanya penjahat biasa yang berjumlah banyak ,dan ingin melahap harta negara dengan cara merebut pemerintahan dan orang awam di hasut agar mengikuti gerakan mereka dari zaman kezaman.
Dan oleh sebab bahaya laten itu masih membayangi negeri ,Sudignyo akan menghubungi teman teman sekampusnya ,untuk menggerakkan mereka supaya mau meriset perangkat elektronika pintar,untuk melumpuhkan tiap pergerakan mafia konyol itu...
Semoga berhasil,semoga berhasil dan semoga laten itu akan gagal selamanya saat akan menjadikan negeriku sebagai negeri pecundang .
Aamiin
SELESAI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar