Rabu, 21 Februari 2024

ENIGMA Cerpen Karya Gabriele Richard ( Sujoko )

 


Saat itu di tahun 1982

Pintu kelas terbuka hanya separuh,dibelakang pintu itu,Anita  bersembunyi dari calon korban kejahilannya.Tangan kiri Anita sudah menggenggam sebuah penghapus yang barusan digunakan menghapus catatan papan tulis kemarin,sementara tangan kanannya menjaga agar pintu tidak menutup dengan sendirinya.

Waktu itu ,masih pagi dan belum waktunya  para siswa memasuki kelas.Sebagian masih berkerumun di dinding dinding kelas,sebagian lagi masih berjalan dari gerbang sekolah menuju bangunan kelasnya.Keadaan itu ingin dimanfaatkan Anita untuk membalas sakit hatinya pada Dicky yang menceburkan sepatunya ke kolam samping sekolahnya.

Dan ,saat Anita mendengar suara Dicky agak dekat pintu,penghapus yang ditangannya disiapkan untuk menyapu wajah Dicky,tapiii

" Hey,koq dipintu? Bukankah kamu ada tugas di laborat ?"  Suara lembut bertanya  ,membuat Anita  batal bertindak.Seban,ternyata ia adalah Shinta yang menegurnya ,ia  sengaja berjalan membareng Dicky masuk kelas .Ia sangat mengidolakan Dicky

" Nggak,jadwal nya sudah digeser kemarin..." Anita menjawab seraya mengembalikan penghapus itu ketempatnya,ada kecewa yang sangat kentara si raut wajahnya tapi ia tutupi dengan bergegas duduk dibangkunya..

" Ooo,gitu? Baguslah,jadi masih bisa mengikuti pelajaran Bu Widia "  Shinta  mensyukuri.Ia tahu,Anita paling betah kalau diajar Bu Widia.

"Dicky,bajumu koq bau nggak enak ." Anita  nggak kurang akal untuk ngerjain  Dicky.Teman teman yang baru masuk ,ia beri kode sehingga mereka berakting seperti mencium bau tidak sedap.

Dicky refleknya bekerja,ia  mencium bajunya,ia tidak merasa ada bau aneh ,tapi ia melihat teman temannya menutup hidung ..maka ia lari keluar untuk membersihkan bau dengan air dari kran yang diluar 

Hal itu membuat seisi kelas yang sudah lengkap,ngakak,sebab ia tidak berbau apa apa,semua hanya akal akalan Anita dan teman temannya pura pura mencium bau  busuk..                         

Beberapa saat kemudian,Bu Widia memasuki kelas dan mengucap salam.Ia wali kelas yang sangat disayangi siswa, selain cara bicara yang ramah juga penuh perhatian pada keadaan siswa.Kemudian ia memeriksa daftar absen sejenakAnita menggunakan kesempatan itu untuk mengajak ngobrol Sintha ia ,hanya berhenti bisik saat harus disebut namanya oleh Bu Widia

" Mama kamu,jual gula pasir berapa sekilo ?* bisik tanya Anita seraya merapikan rambut yang tergerai hingga bahu.

" Rahasia .."  Jawab Shinta,

" Kenapa ?? aku baru mau cerita mama aku jual berapa ..." Anita bisik bisik lagi

" Kalau kamu tahu mama aku  jual gula harga berapa,kamu akan tahu cari tahu dimana belinya,soalnya jualan mamaku murah. ." Jawab Shinta

" Lho ,kan nggak saingan kita ,kenapa harus dirahasiakan?"

" Saat,...yang jual mamanya Dicky....nanti kamu mx odus ngikut mana belanja buat nyamperin dia doang.." jawaban Shinta membuat keduanya ngakak ,tentu seisi kelas sontak menatapi mereka.

" Ngetawain siapa ,nak?  Ibu tidak becanda apa apa koq .." tanya Bu Widia  yang sedang  masih memeriksa daftar hadir siswa

Anita dan Shinta merasa malu dan mereka hanya diam menunduk,

" Baiklah,mungkin Anita dan Shinta sedang mengingat kelucuan kucingnya .nah,keluarkan buku Geometri kalian "  Bu Widia yang segera mengawali pelajaran buat siswanya,dan anak anak mencoba menelaah sepenuh hati,..

Bu Widia  tahu,para siswanya tidak akan menyerah pada kesulitan hitungan,karena mereka merasa yakin bahwa suatu hari nanti ,ilmu itu akan berguna bagi diri  mereka

Waktu mengajar usai,Bu Widia pamit untuk mengajar di kelas lain,tapi ketika pak Andi baru saja keluar kelas,Shinta berbisik lagi pada Anita,

" Nita,ini sungguhan...tolong jangan pernah terlintas dihatimu ingin menjadi pacar Dicky,aku sungguh sulit untuk dijauhkan darinya,entah mengapa...* 

" Itu tandanya kamu cinta Dicky,meskipun aku berhak juga memilihnya jadi pacarku,kalau dia mauuuuu...,percayalah ,aku mundur demi kamu .." jawab Anita..

                                                              ****



Tahun 2015

Dua buah sepeda motor melintas di jalan kecil,kecepatannya hanya secepat sepeda dan empat remaja yang sedang diatasnya .Sesaat kemudian kendaraan itu berbelok ke sebuah rumah dan keempat remaja itu turun

" Siapa " tanya seorang wanita paruh baya saat mendengar suara pintu dibuka 

' Sari dan teman ,bund...' jawab cewek imut yang bernama Sari Ia puteri nya.

" Siapa lagi?" tanya ibu itu dari dalam sebab didengarnya suara langkah yang masuk lebih dari satu

" Fitrie,Ami fan Rosi ," jawab Sari

Braakkk!! suara nampan di banting keras .Kempat remaja itu kaget setengah mati..

Ami memberi isyarat agar semua teman Sari mundur keluar ,tak lama kemudian tinggal Sari yang melongo ditinggal temannya .

" Sudah bunda  bilang,jangan pernah bawa Rosi kerumah ini..mkamu tidak mendengar kata kata ibu ??"  Bentak ibu itu .

" Maaf bunda,saya fikir..Rosi anak baik,ia teman Sari yang paling rajin di sekolah " Sari agak berlinang air mata saat menjawab

Ibunya diam ,tidak menyahuti lagi pembelaan Sari .Sari masuk kamarnya dan ibunya kembali bekerja,tapi keduanya masih larut dalam suasana dingin,tanpa kata masing masing ,tapi sejuta alasan menyalahkan satu sama lain masing masing yang hanya menggelayuti hati..

Beberapa saat,ibu Shinta duduk  disebuah sofa,tangan pegal pegal usai mengepel lantai serumah..tapi ,hatinya lebih penat saat ia mengingat masa silamnya,ssat Anita sahabatnya,duduk dipelaminan dengan mempelai pria yang sungguh ia cinta,Dicky.

Hati Shinta hancur melihat kenyataan itu,sebab selama ini ia mencinta Dicky,tetapi tak berani mengatakan,hingga ia hanya menunggu kehadiran Dicky untuk menyatakan cinta padanya...

Tapi ,itu tidak pernah terjadi,bahkan yang terjadi adalah Dicky menikahi Anita ,

Anita memiliki anak dari Dicky,yakni Rosi , teman sekolah Shinta .Maka segala kesumat masa lalu ia tumpahkan pada Rosi..Sikap Shinta yang membawa enigma bagi Sari dan Rosi,masih menjadi bilah pemukul bathin semua...

                                                       ****

Anita sedang menyiapkan makan siang,tiba tiba Rosi,puterinya masuk rumah dan ia melewati mamanya begitu saja,tanpa berikan salam seperti biasanya..Anita tanggapbada sesuatu yang tidak beres menimpa puterinya.

" Lho,koq ngambek ??" tanya Anita seraya membereskan sepatu dan tas yang tadi hanya dilempar begitu saja kelantai

" Kamu dari rumah Sari ?" tanya Anita yang sudah pernah berusaha menenangkan Shinta dan meminta agar tidak melibatkan Rosi dalam berurusan dengannya 

Sari mengangguk,Anita memeluk...

" Tidak perlu kamu tahu apa yang membuat mama Sari demikian,hanya saja ..kamu harus tahu bahwa orang boleh memilih tetapi tidak boleh memastikan bahwa ia akan boleh memiliki yang dipilihnya ,faham?"  Anita mencoba mendewasakan puterinya.

Rosi memandangi mamanya ,ia sungguh tidak tahu apa yang diinginkan mama Sari,dan ia tidak tahu juga apa yang melatar belakangi kemurkaan mama Sari pada mamanya...

Tapi ia tahu...ia harus menaati nasihat mamanya,biar waktu yang menjawab pada masing masing ,apa yang terbaik ,dari sebuah keinginan membenci orang lain 

                                                        Selesai











Tidak ada komentar:

Posting Komentar