Kamis, 22 Februari 2024

JANGAN JADIKAN NEGERIKU SEBAGAI NEGERI PECUNDANG Cerita Pendek Karya Gabriele Richard & The Holy Spirit

 



Besi tua itu ,ke empat kalinya tersentuh oleh tangan Sudignyo di depan gerbang taman makam pahlawan.Ia baru saja mengangkut satu peleton prajurit yang akan mengheningkan cipta bagi arwah pendahulu.Hal itu adalah agenda tahunan dalam upacara militer malam tanggal 17 Agustus .

Sudignyo  menundukkan kepala dihadapan nisan nisan yang mewakili duka cita yang telah menjadi tanah. Duka cita atas kegagalan bertahan hidup saat masih dibutuhkan untuk menghalau kedzaliman di bumi Pertiwi.

"Bung,sudah selesai..." bisik seorang kopral padaku saat ia masih menundukkan kepala kebawah .

" Oh.  Iya...iya .."  Sudignyo  menjawab patah patah dan kembali ia menegakkan kepala,seraya mendengarkan Komandan Betaliyon yang berpidato di malam hari itu.

Pidato yang singkat dan bermakna ,sedang bergema menebar hingga nadi orang orang di sekitarnya

" Sungguh malang ,para patriot yang berbaring dihadapan kita....

Dahulu,sebagian menjadi perisai hidup bagi rakyat dari terjangan peluru Belanda dan Jepang juga ..

Lalu,sebagian lagi gugur saat menjadi tameng hidup bagi Panca Sila dan segenap bangsa dari kaum kaum gila yang mengatas namakan diri Partai Komunis Indonesia.."

Perwira itu,seraya mengusap wajah terutama ,kedua mata ...tak kuasa menahan haru dan kekecewaan pada para pembunuh yang menumbangkan pendahulu..

" Belanda dan Jepang,...bangsa gila yang kebodohan kejahatannya mencoreng seluruh wajah Eropa  dan Asia...                                                                                                       Mereka kepada dunia  menyebut diri sebagai golongan  imperialisme,tapi yg tindakannya adalah tulen pencuri,...perampok ...penjarah karakter masalah...,                                                       

Jika saat ini dunia percaya akan hal itu,selamanya berdatangan bangsa bangsa asing untuk mengklaim aset Republik Indonesia sebagai pinjaman dari kaum imperialis....

Bahkan,di tahun 48 hingga 1965, pribumi kita,mempercayai imperialis dan mereka bergabung dengan sindikat penjahat perang yang klaim diri sebagai komunis,maka pribumi di sini,menjadi partai komunis Indonesia,.....                                                            

Setelah mereka menjadi partai,seluruh bangsa akan di tumbalkan bagi sindikat kejahatan internasional yang mengklaim diri sebagai Komunis ..

Lalu....saat pertempuran demi pertempuran pecah,gugurlah bapak,ibu prajurit kita...dan jasad beliau tertanam tak hanya disini....tapi di setiap bumi Pertiwi yang menghormati jasa para beliau ..Saya mohon doa kalian tadi adalah yang sungguh sungguh sungguh dan khusyu...hanya itulah yang bisa kita lakukan.."

Perwira itu mengakhiri pidatonya...tetapi air mata para prajurit belum berhenti menetes,hingga besi tua membawa mereka kembali ke Batalion . 

Sudignyo dan para abdi negara dan para POLRI yang mengikuti upacara itu,segera membubarkan diri dengan hikmah didada masing masing ini                  

                                     ****

" Tumben,kamu makan banyak,biasanya nggak segitu .." pemilik warung makan langganan bertanya,tapi ekspresinya seperti melihat wajahku berubah jadi kotak

" Yaaach,kemarin kemarin aku nggak sehat ..sekarang baikan..." jawab Sudignyo

" Firasatku,kamunkonfrontasi dengan sesuatu dan pengin lebih bugar buat ngelawan ." pemulik warung itu bicara sambil bahu  lenganya di tegangkan di hadapank Sudignyo

" Sok tahu..." kata Sudignyo seraya bayar di mejanya dan ngeloyor keluar warung,dan nggak jauh sich...ia berjalan  ke sebuah rental internet,mencari sesuatu yang sebenarnya tidak sulit ditemukan androidnya

" Broo,dua jam ,paket.." katanya  kepada admin yang masih bocah.

" Bayar dulu ..."   jawabannya malah itu...

" Ok.."  Sudignyo memberi dia pecahan sepuluh ribu ..

" Nah,bereees  urusan dengan admin " fikirnya seraya  buka buka konten YouTube. 

Seperti biasanya ketika ia clict YouTube,banyak podcast dan vlog orang orang yang sudah jadi kunjungan umum.

Dalam sebuah podcast,seorang nara sumber ditanya oleh pemilik channel

" Saya ingin tanya nich ,pak tua,...Anda pernah bilang di medsos,bahwa anda mantan napi politik atas kesalahan sebagai anggauta aktif PKI...sebenarnya siapakah yang  pantas disebut sebagai pelanggar HAM  atas apa yang terjadi di tahun 48 dan 65 ?"  tanya pemilik channel

" Anda bisa menilai sendiri ,...atas pemberitaan dan dokumenter umum ,banyak orang  keturunan PKI yang terdiskriminasi,sulit cari kerja " jawab nara sumber itu

" Itu kan yang terjadi setelah peristiwa Madiun tahun 48,dan setelah peristiwa G 30 S PKI,nah ..sebelumnya ,apakah anda menyebut sebagai kejahatan memakan korban PKI ?" tanya pemilik Chanel lagi

Nara sumber itu gelagapan sejenak .

" Okey,saya bantu anda berfikir....Di tahun 1948,Muso dan teman temannya meletuskan pemberontakan dan mereka menamakan diri sebagai Partai Komunis Indonesia.Hal itu di dahului dengan pidato dan orasi orasi mencari pengikut yang terdiri dari siapapun yang mau mengikuti mereka..Ada pekerja kantor,butuh dan lain sebagainya...

Nah,menurut anda apakah pengertian Komunis itu ,sehingga partainya berdiri dan ingin menjadi pemimpin negara?" pemilik Chanel itu bertanya usai mengungkap fakta fakta sejarah

" Komunis adalah ,orang yang  bekerja memproduksi kebutuhan sendiri ,untuk dimakan sendiri Bukankah itu baik untuk semua orang? Mengapa ajarannya dilarang,atas pekarangan itu ,tentu ada yang melawan.Melawan Komunis Indonesia sama saja menghalangi kemandirian bangsa .. ." kata Nara sumber itu berapi api

" Ha..ha .ha..untung saja sekarang jaman kebebasan bersuara menyampaikan unek unek,sehingga anda tidak ada resiko di tangkap lagi..                                                           Tapi ,sebentar,dengar kata kata saya...Anda dan partai komunis itu sesungguhnya pihak yang berbahaya,sehingga ditumpas setelah terbukti melakukan pembunuhan pada umum.."  kata pemilik Chanel itu lagi,tapi seraya tertawa tawa,sehingga tayangan itu seakan akan hanya pentas lawak saja ..


" Siapapun menjadi berbahaya,jika ia memiliki tujuan dan hal yang baik untuk negara,tetapi di halangi...Itu yang terjadi..." Nara sumber itu masih mengira jawabannya adalah bisa menjadi senjata pamungkas...

" Anda salah,..anda dan partai anda itu,bukan orang pintar yang bisa membangun negara ." kata pemilik Chanel itu

" Lho ..koq,..??" Nara sumber itu tidak terima

" Inilah yang akan  saya jelaskan dari tadi...

Setahu saya,orang yang memproduksi sesuatu untuk di gunakan sendiri ,itu namanya Marhaenis.Dan marhaenisme itu di cetuskan oleh Bapak  Insinyur  Soekarno,proklamator kita " pemilik channel itu mulai menjabarkan kebenaran

Nara sumber itu agak merasa terpepet,sehingga ia hanya memandang langit langit untuk membuang wajah malunya.

" Jadi ,anda dan golongan anda bukanlah  marhaenis ,juga anda dan golongan partai anda ,bukan juga  komunitas berTuhan seperti yang ada di negara negara maju.Sebab komuntas bertuhan adalah kesatuan individu yang memiliki alat kerja yang sama ,misalkan : sabit untuk mencari rumput dan palu untuk pertukangan adalah alat kerja mayoritas buruh ,tetapi karena mereka bertuhan ,maks lambang kesatuan mereka bukan alatnya 

Disini partai anda menyimbolkan alat pertanian alat pertukangan yakni sabit dan palu,maka simbol komunis anda adalah sabit dan palu padahal..itu bukan kegiatan partai bertuhan yang bekerja dengan alat pertanian dan pertukangan 

Kenapa partai anda memberontak dengan atas nama partai komunis ? Partai anda  bahkan kampanye mencari anggauta dari para pegawai kantor dan guru guru,padahal alat kerja mereka adalah kertas dan pena.  Apakah masih bisa menyebut sebagai komunitas berTuhan dengan asas kesamaan alat kerja ?

Saya bertanya. ...anda dan partai dimasa lalu melakukan pembantaian dengan berbekal kepalsuan identitas,apakah anda masih ingin menyebut anda adalah korban HAM?"

" Maaf,saya ada acara penting..." Hanya itu kalimatnya sebelum ia terbit birit lari dari meja microphone,ia pun tak mau lagi menerima uang honor podcastnya dari pemilik channell,yang sebenarnya adalah Sudignyo sendiri yang sedang menonton kontennya

Sudignyo iseng menonton video podcastnya sendiri untuk menyegarkan ingatan pada perilaku pecundang pecundang negeri hingga hari ini.

Sudignyo tidak ingin melanjutkan lagi durasi  paket sewa internet itu,dan ia tutup semua akun yang sudah ia buka,lalu keluar menuju sebuah bus yang berhenti di pinggir jalan itu

Bus itu membawanya  ke sebuah kota yang ingin sekali ia kunjungi .Yaaaa,mumpung masih suasana HUTRI,fikirnya dan ia akan melakukan sesuatu untuk membahas isi podcast dengan caranya

                                 ****

Sudignyo selama ini tidak pernah berwasangka dengan konsep hidup bangsa atau kaum tertentu,tetapi ia tidak pernah bertoleransi pada tindak kegiatan yang bermotivasi inginkan aset dan kepemilikan orang  diiringi tindak pembohongan serta pembunuhan

Beberapa gelintir pecundang di negerinya,mengklaim diri sebagai kaum yang produktif ,tetapi mereka adalah perusak produsen dan hasilnya.

Orang orang serakah selalu menyaru sebagai golongan yang bekerja dan berjasa seraya menjarah aset dan hak kepemilikan umum

Mereka bertebaran dijalanan,dikampung,di lingkungan dinas untuk memprovokasi masyarakat agar memerangi kaum produktif,supaya relasi dan haknya bisa direbut .

Kaum itu mengklaim sebagai pembela masyarakat keturunan PKI,jika mengetahui ada kabar penumpasan dan pencegahan disertai penangkakan terhadap kaum anti keturunan PKI  yang tidak dibelakang oleh pemerintahan dan negara tetangga,

Tapi mereka menyaru sebagai golongan pengemban tugas pemunahan PKI dan keturunannya,jika mayoritas penduduk mengharamkan PKI,kemudian mereka mengkambing hitamkan orang yang di beri predikat PKI .

Yaa .mereka hanya penjahat biasa yang berjumlah banyak ,dan ingin melahap harta negara dengan cara merebut pemerintahan dan orang awam di hasut agar mengikuti gerakan mereka dari zaman kezaman.  

Dan oleh sebab bahaya laten itu masih membayangi negeri ,Sudignyo akan menghubungi teman teman sekampusnya ,untuk menggerakkan mereka supaya mau meriset perangkat elektronika pintar,untuk melumpuhkan tiap pergerakan mafia konyol itu...

Semoga berhasil,semoga berhasil  dan semoga laten itu akan gagal selamanya saat akan menjadikan negeriku sebagai negeri pecundang .

Aamiin


                                            SELESAI

Rabu, 21 Februari 2024

ENIGMA Cerpen Karya Gabriele Richard ( Sujoko )

 


Saat itu di tahun 1982

Pintu kelas terbuka hanya separuh,dibelakang pintu itu,Anita  bersembunyi dari calon korban kejahilannya.Tangan kiri Anita sudah menggenggam sebuah penghapus yang barusan digunakan menghapus catatan papan tulis kemarin,sementara tangan kanannya menjaga agar pintu tidak menutup dengan sendirinya.

Waktu itu ,masih pagi dan belum waktunya  para siswa memasuki kelas.Sebagian masih berkerumun di dinding dinding kelas,sebagian lagi masih berjalan dari gerbang sekolah menuju bangunan kelasnya.Keadaan itu ingin dimanfaatkan Anita untuk membalas sakit hatinya pada Dicky yang menceburkan sepatunya ke kolam samping sekolahnya.

Dan ,saat Anita mendengar suara Dicky agak dekat pintu,penghapus yang ditangannya disiapkan untuk menyapu wajah Dicky,tapiii

" Hey,koq dipintu? Bukankah kamu ada tugas di laborat ?"  Suara lembut bertanya  ,membuat Anita  batal bertindak.Seban,ternyata ia adalah Shinta yang menegurnya ,ia  sengaja berjalan membareng Dicky masuk kelas .Ia sangat mengidolakan Dicky

" Nggak,jadwal nya sudah digeser kemarin..." Anita menjawab seraya mengembalikan penghapus itu ketempatnya,ada kecewa yang sangat kentara si raut wajahnya tapi ia tutupi dengan bergegas duduk dibangkunya..

" Ooo,gitu? Baguslah,jadi masih bisa mengikuti pelajaran Bu Widia "  Shinta  mensyukuri.Ia tahu,Anita paling betah kalau diajar Bu Widia.

"Dicky,bajumu koq bau nggak enak ." Anita  nggak kurang akal untuk ngerjain  Dicky.Teman teman yang baru masuk ,ia beri kode sehingga mereka berakting seperti mencium bau tidak sedap.

Dicky refleknya bekerja,ia  mencium bajunya,ia tidak merasa ada bau aneh ,tapi ia melihat teman temannya menutup hidung ..maka ia lari keluar untuk membersihkan bau dengan air dari kran yang diluar 

Hal itu membuat seisi kelas yang sudah lengkap,ngakak,sebab ia tidak berbau apa apa,semua hanya akal akalan Anita dan teman temannya pura pura mencium bau  busuk..                         

Beberapa saat kemudian,Bu Widia memasuki kelas dan mengucap salam.Ia wali kelas yang sangat disayangi siswa, selain cara bicara yang ramah juga penuh perhatian pada keadaan siswa.Kemudian ia memeriksa daftar absen sejenakAnita menggunakan kesempatan itu untuk mengajak ngobrol Sintha ia ,hanya berhenti bisik saat harus disebut namanya oleh Bu Widia

" Mama kamu,jual gula pasir berapa sekilo ?* bisik tanya Anita seraya merapikan rambut yang tergerai hingga bahu.

" Rahasia .."  Jawab Shinta,

" Kenapa ?? aku baru mau cerita mama aku jual berapa ..." Anita bisik bisik lagi

" Kalau kamu tahu mama aku  jual gula harga berapa,kamu akan tahu cari tahu dimana belinya,soalnya jualan mamaku murah. ." Jawab Shinta

" Lho ,kan nggak saingan kita ,kenapa harus dirahasiakan?"

" Saat,...yang jual mamanya Dicky....nanti kamu mx odus ngikut mana belanja buat nyamperin dia doang.." jawaban Shinta membuat keduanya ngakak ,tentu seisi kelas sontak menatapi mereka.

" Ngetawain siapa ,nak?  Ibu tidak becanda apa apa koq .." tanya Bu Widia  yang sedang  masih memeriksa daftar hadir siswa

Anita dan Shinta merasa malu dan mereka hanya diam menunduk,

" Baiklah,mungkin Anita dan Shinta sedang mengingat kelucuan kucingnya .nah,keluarkan buku Geometri kalian "  Bu Widia yang segera mengawali pelajaran buat siswanya,dan anak anak mencoba menelaah sepenuh hati,..

Bu Widia  tahu,para siswanya tidak akan menyerah pada kesulitan hitungan,karena mereka merasa yakin bahwa suatu hari nanti ,ilmu itu akan berguna bagi diri  mereka

Waktu mengajar usai,Bu Widia pamit untuk mengajar di kelas lain,tapi ketika pak Andi baru saja keluar kelas,Shinta berbisik lagi pada Anita,

" Nita,ini sungguhan...tolong jangan pernah terlintas dihatimu ingin menjadi pacar Dicky,aku sungguh sulit untuk dijauhkan darinya,entah mengapa...* 

" Itu tandanya kamu cinta Dicky,meskipun aku berhak juga memilihnya jadi pacarku,kalau dia mauuuuu...,percayalah ,aku mundur demi kamu .." jawab Anita..

                                                              ****



Tahun 2015

Dua buah sepeda motor melintas di jalan kecil,kecepatannya hanya secepat sepeda dan empat remaja yang sedang diatasnya .Sesaat kemudian kendaraan itu berbelok ke sebuah rumah dan keempat remaja itu turun

" Siapa " tanya seorang wanita paruh baya saat mendengar suara pintu dibuka 

' Sari dan teman ,bund...' jawab cewek imut yang bernama Sari Ia puteri nya.

" Siapa lagi?" tanya ibu itu dari dalam sebab didengarnya suara langkah yang masuk lebih dari satu

" Fitrie,Ami fan Rosi ," jawab Sari

Braakkk!! suara nampan di banting keras .Kempat remaja itu kaget setengah mati..

Ami memberi isyarat agar semua teman Sari mundur keluar ,tak lama kemudian tinggal Sari yang melongo ditinggal temannya .

" Sudah bunda  bilang,jangan pernah bawa Rosi kerumah ini..mkamu tidak mendengar kata kata ibu ??"  Bentak ibu itu .

" Maaf bunda,saya fikir..Rosi anak baik,ia teman Sari yang paling rajin di sekolah " Sari agak berlinang air mata saat menjawab

Ibunya diam ,tidak menyahuti lagi pembelaan Sari .Sari masuk kamarnya dan ibunya kembali bekerja,tapi keduanya masih larut dalam suasana dingin,tanpa kata masing masing ,tapi sejuta alasan menyalahkan satu sama lain masing masing yang hanya menggelayuti hati..

Beberapa saat,ibu Shinta duduk  disebuah sofa,tangan pegal pegal usai mengepel lantai serumah..tapi ,hatinya lebih penat saat ia mengingat masa silamnya,ssat Anita sahabatnya,duduk dipelaminan dengan mempelai pria yang sungguh ia cinta,Dicky.

Hati Shinta hancur melihat kenyataan itu,sebab selama ini ia mencinta Dicky,tetapi tak berani mengatakan,hingga ia hanya menunggu kehadiran Dicky untuk menyatakan cinta padanya...

Tapi ,itu tidak pernah terjadi,bahkan yang terjadi adalah Dicky menikahi Anita ,

Anita memiliki anak dari Dicky,yakni Rosi , teman sekolah Shinta .Maka segala kesumat masa lalu ia tumpahkan pada Rosi..Sikap Shinta yang membawa enigma bagi Sari dan Rosi,masih menjadi bilah pemukul bathin semua...

                                                       ****

Anita sedang menyiapkan makan siang,tiba tiba Rosi,puterinya masuk rumah dan ia melewati mamanya begitu saja,tanpa berikan salam seperti biasanya..Anita tanggapbada sesuatu yang tidak beres menimpa puterinya.

" Lho,koq ngambek ??" tanya Anita seraya membereskan sepatu dan tas yang tadi hanya dilempar begitu saja kelantai

" Kamu dari rumah Sari ?" tanya Anita yang sudah pernah berusaha menenangkan Shinta dan meminta agar tidak melibatkan Rosi dalam berurusan dengannya 

Sari mengangguk,Anita memeluk...

" Tidak perlu kamu tahu apa yang membuat mama Sari demikian,hanya saja ..kamu harus tahu bahwa orang boleh memilih tetapi tidak boleh memastikan bahwa ia akan boleh memiliki yang dipilihnya ,faham?"  Anita mencoba mendewasakan puterinya.

Rosi memandangi mamanya ,ia sungguh tidak tahu apa yang diinginkan mama Sari,dan ia tidak tahu juga apa yang melatar belakangi kemurkaan mama Sari pada mamanya...

Tapi ia tahu...ia harus menaati nasihat mamanya,biar waktu yang menjawab pada masing masing ,apa yang terbaik ,dari sebuah keinginan membenci orang lain 

                                                        Selesai











Sabtu, 17 Februari 2024

SUDAH TERCATAT ,KOQ - Cerpen Karya Gabriele Richard & The Holy Spirit

 Noto Sumantoro sedang memeriksa  catatan belanja asisten pribadinya .Ia terkesiap ketika sederet menu yang bukan


rencananya tertera..

"Duh..nggak beres ini.." fikirnya .Tiba tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar.Tidak terlalu keras,tapi membuat jantungnya berdegup keras,sebab ia sedang menolak seorang tetamu yang masih menunggu di luar
" Pak  Noto,ini saya ,Sulis...mau perlu sebentar pak".Suara dibalik pintu mendesak ia untuk segera membuka.
"Ada apa ?Saya juga tadinya mau manggil situ..kalau sudah kesini ya kebetulan" Noto berbicara halus setelah ia membukakan pintu
" Lho..ada apa to pak,saya jadi deg degan...Halaaa..bapak cuma medeni saya biar nggak pamitan pulaaaang..ngaku aja pak "  Celoteh Sulis yang familiar pada siapa saja.
"Ooooo..jadi kamu kepengin mudik to?..Lha saya mau panggil kamu untuk  ngajak kamu ke Banjar Negara..kowe  malah baru akan ke Banjar,kotamu kan?" Noto menepuk pundak Sulis yang lebih pendek tubuhnya.
"Walaah..kebetulan ndoro...
Saya jadi ngirit...: Sulis sangat kegirangan
"Tapi...tadi kamu belanja koq ada boneka bantal,ada Ice Cream banyak lho...untuk apa?"
Tanya Noto agak penasaran
"Ooooh itu..ya untuk nenek saya..umurnya 90 tahun lebih dan suka  marah marah.
Anu..pak..kata nyonya,memang kalau usia segitu sudah watak kanak kanak lagi.."  jawab Sulis..
" Jadi kamu bawakan itu itu kekampung? Walaah ndhuk..kowe bocah koq grusa grusu..."  Nonot setengah kepingkal ya setengah kasihan pada keluguan gadis itu
" Jadi bagaimana pak? Nyonya juga nggak ngajari saya bagaimana memperlakukannya."  Sulis kebingungan..
"Lha sekarang kalau orang pemarah dikasih boneka mendelo gito,apa ngggak tambah marah dikira sedang di plototi?.." jawab Noto lucu.
" Ha..ha..ha..bapak bisa saja..jadi baiknya apa pak?" Tanya Sulis
" Kamu bawakan Juz 'ama..itu surat Al Quran yang pendek pendek. Biar dia baca baca ,mungkin sekali ia jadi ingat jaman kecil ngaji dengan teman temannya...Nah,ajak diskusi soal para Rasul,jadi ia merasa kembali mendapat kisah kisah dan hikayat bagus.Pasti mengurangi pemarahnya"
Noto membahasnya dengan gamblang.
" Ach..kenapa bapak tidak buks praktek psikolog saja...he..he....
Okey pak..saya akan usahakan " Sulis semakin merasa yakin.

Esok harinya...
Mobil melaju agak lambat di jalan pedesaan di kaki pegunungan.
" Sebenarnya,kita ini akan menjemput puteraku yang bekerja di soni srjak kuliah.Mamanya,keturunan Amerika Serikat yang dulu bekerja di PLTA Banjarnegara
Aku mengenal saat ia piknik ke Candi Borobudur...Kami terus menikah dan ia meninggal ketika lahir puteranya " Noto dan Sulis yang berada di dalam mobil itu sedang berbago kisah
" Jadi nyonya sekarang aedalah isteri kedua" Tanya Sulis..
Noto hanya mengangguk dan terdiam hingga beberapa saat.
"Pak..lanjutkan saja ceriteranyaa,saya mendengarkan koq"
Sulis merasa harus memecah kebisuan Noto dengan panci gan dialog.
" Oh..ya..eh,kamu masih simpan es krim krim untuk nenekmu?" tanya Noto
" Masih pak..kenapa?"  tanya Sulis
" Untuk apa? Kalau nanti di baws ke tempat tidur malah bahaya..pasti semut  betdatangan.."  jawab Noto
" Kebetulan pak...siapa tahu ada yang ganteng.. naksir nenek...he..he.he.."  Sulis membalas teguran dengan canda..
" Hush...didunia semut LGBT semua...mana mau naksir nenekmu..."  Noto terpancing  canda Sulis
Tiba tiba Noto meminggirkan mobil dan seorang pemud  bule tampan melambai menyambut mereka...

Noto dan Sulis menjabat tanganya,tapi Sulis tidak berani berpelukan seperti Noto Sumantoro setelah bejabatan
"Ini asisten papa,yang sudab papa bicarakan di telphon." Noto menjelaskan ketika pemuda itu bertanya dengan Isyarat
Ketiganya memasuki sebuah rumah sedang ukurannya, tapi terlihat asri.

Saat makan malam,
Mereka tidak bercakap2,tapi sesunya Noto memberi pesan pada putranya.
" Donny,kamu antar Sulis kerumahnya,ia sudah kangen neneknya." kata Noto,ia menggunakan bahasa Inggris sejak percakapan pertama dengan Donny.
Donny hanya mengangguk dan mengisyaratkan agar Sulis mengikutinya.
Sulis agak gugup,tapi ia menurut..
" E..Donny....sorry..Iam..a ...I
.am..." Sulis terbata bata ingin mengstakan bahwa ia telah merepotka ,tapi ia agak lupa kalimatnya.
"Panjenengan badhe ngendiko menopo?: tanya Donny yang artinya : anda akan bicara apa..
Suli sangat terkejut karena bahasa Jawa halus fasih di gunakan Donny..
" Jadi...kamu berbahasa kami?..ach...ha ..ha ..ha.." Sulis berbahak karena menganggap lucu ..seorang tampan tinggi tegap  berkulit putih berbahasa Jawa fasih..alangkah   aneehhh,fikirnya

Tak berapa lama,mereka tiba di rumah nenek Sulis yang sepi.

" Nek...koq sepi...pada kemana  ibu dan adik adik." tanya Sulis sambil meletakkan oleh olehnya di meja neneknys yang memandangya
hampir tak berkedip  ,Tak lama ia mampu mengingat yang di hadapannya..
" Sulis?..lama sekali kamu baru pulang..sudah punya rumah di Jakarta?" sang nenek bertanya serata membuka bingkisan..
" Maaf nek..Aku sangat sibuk dengan pekerjaan..libur sehari tidak cukup untuk pulang pergi..." Jawab Sulis..

"Ibumu sedang ngurus  E - KTP untuk adik adikmu..itu siapa?tunanganmu? " tanya nenek itu seraya menatap Donny yang di balas kedian mata berulang sambil mengangguk menandakan iya
"Oioh itu..bukan , nek...tapi.."
" Kalau bukan kenapa nggak lekas kamu suruh pulang?becanda kamu.."
Sang nenek menyahut sebelum Sulis melanjutkan kalimatnya tadi...
Donny mengacung jempol seraya berkedip mata lagi.Sulis menoleh curiga dan terus menjawab..
" Itu..Donny nek..putra direkturku...dan..."
Jadi bukan tunanganmu?..kenapa kamu nggak..kamu..eh..kamu nggak berkedip kedip?" tanya nenek yang kebingungan mau tanya apa tapi lihat Donny terus berkedip..Maka Sulis langsung tahu ada sutradara amatir...
" Ach..mas Donny...orang tua jangan dikerjain.."  tegut Sulis agak geli juga
" Ya wiiis..kalau nggak mau ngaku..Sini nak Donny..Nenek bukakan Jus'ama  yang di beli Sulis.. Nah..kamu cucu..rebus air intuk kita minum teh bersama.." akhirnya nenek itu menengahi..
" Nek..jaman Rasulullah akan dilahirkan,pasukan gajah besar besáaar banget..mengurung Kabah..Hayo ingat ..nama burung penghancurnya apa? Donny belagak jadi guru saat ia selesai membacakan surat Al Fil.
Nenej itu tersenyum dan menjawab
" Nenek tidak ingat..kan nenek belum lahir?" ternyata nenek itu jago melawak..
" Tapi dulu kan dipengajian..di sekolah diajarkan hikayatnya.." kata Donny yang kini berbalik menjadi kekanakan
"Kamu yang lucu..masa nenek di suruyh baca Jus'ama..Apa kamu Fikir nenek sudah pikun?Kamu ketuk pintu tadu nenek belum selesaibaca surat Muhhammad..nih lihat..." nenk itu menunjukkan Al Quran yang di letakan di samping bantal tidurnya
"Jadi nenek nggak mau jawab nich?" Tanya Donny becanda..
" Nggak.."  jawab nenek itu seraya membereskan tempat tidurnya dan terkekeh kekeh..

Singkat kisah...
Sulis berlibur hingga puas beberapa hari bersama keluarganya..Dan ia menelphone Noto..
"Pak..besok aku masuk kantor..kenapa bapak masih di Yogya nggak jemput kami?" tanya Sulis di telphone
" Donny mana? 'tanya Noto
"Ada pak..sedang diskusi Al Quran dengan nenek saya.." jawab Sulis.
"Begini..kemarin kamu tidak saya ikutkan rapat direksi..kamu sengaja bapak ajak ke Banjarnegara ini ada kaitanya dengan kantor.
Nah..baca  nanti hasil keputusan rapat dan apapun keputusannya harus kamu terima...mungkin kamu di berhentikan" jawab Noto tegas
" Pak..lho..apa salah saya?"
tanya Sulis sambil menangis sedih
" Jangan tanya alasannya sekarang..buka aaja memo kiruman teman temanmu dua menit lagi..kalau kamu menolak...awaaas" ancan Noto dan Sulis sangat ketakutan.
Dua detik androidnya  bergetar..ia bergegas membacs gemetaran..

" Keputusan Dirut PT Sumantoro .ukti
Bahwa direktur utama bp Noto Sumantoro mengundurkan djri
Pengganti yang ditunjuk Bp Donny Sumantoro.
Sulis Suryani diperintahkan menghentikan jabatannya di PT Sumantoro Mukti dengan pesangon 35 milyar,dan wajib menikah dengan Bp Donny Sumantoro
Ttd Bp/Ibu Noto Sumantoro "


Sulis terbeliak..dan tangisnyz henti seketika..
" Mas Donny..." Sulis mencarinya ke kamat nenek.Keduanya tengah adu pengetahuan hukum Fiqih
" Ya..aku yang punya rencana..tapi soal kerjaan,itu papa sendiri.."  kata Donny yang tahu apa yang akan dibahas Sulis
Mereka terdiam,masing masing memendam cinta..seraya tak kuasa memenda bagagua
          * * * * * * * * * * * * * * * *
(Selesai - Purbalingga 22 Januari 2019  )

WA ARU,ADA CINTA UNTUKMU - Cerpen Karya Gabriele Richard & The Holy Spirit

 


Saat itu,kira kira di tahun 1982
Aku menatapi botol botol minuman.keras yang masih berserakan di tikar.
Kepalaku agak pusing,tapi aku masih bisa menghitung jumlah botol minuman itu dan berapa jumlah uang yang sudah dibelanjakan oleh pamanku untuk minuman itu
" Richard....bawa kemari botol botol itu nenek perlu untuk tempat minyak..."   Sebuah suara tak asing menyuh aku memberesi botol botol itu...
" Iya nek...." aku menyahut.
Tak hanya itu,botol botol yang dimaksud  kumasukan dalam tas plastik dan kubawa kebelakang...
" Disini nek?" tanyaku saat kuletakan tas plastik itu ditepi pawon masak..
" Iya,disitu...cuci sekalian " sekali lagi ia menyuruhku..
Aku menimba air di halaman,disana ada sebuah sumur dibawah pohon kelapa yang rendah.
Kebetulan kakek baru saja memetik beberapa buah kelapa,dua buah yang masih muda.
" Kalau sudah antar botol ke nenek,kemari lagi..kakek kupaskan kelapa ini " kata kakekku yang melihat aku selesai mencuci botol..
Aku kembali ke nenek dan.kulihat ia sedang merebus santan di sebuah wajan,nantinya akan menjadi minyak kelapa..
Aku memperhatikan seksama....
Seorang gadis seusiaku mengintip dari balik rumahnya yang terbuat dari bambu dan menyerupai panggung seperti rumahku..                                                                                                                                                                             Kami memang tinggal diatas air laut,tepat di sebuah pantai ...
" Wa Aru,aku juga pengin lihat kamu " kataku seraya melemparnya dengan sebuah sabut..                                                                                                                                                      
  Gadis itu terkekeh kekeh dan balas melempar dengan pecahan tempurung.
Kami beberapa saat saling lempar,hingga kakekku berteriak memanggil,aku melambai padanya seraya bergegas menemui kakekku untuk menerima kelapa muda yang sudah dibelah dengan parangnya..
" Kakek..separuhnya.." belum selesai aku bicara kakek menjawab
" Buat nenek..." katanya, maka terpaksa  kubawa kedua belahan kelapa muda itu ke belakang..
" Nek...dari kakek.."  aku memberikan separuh pada nenek,kemuduan berlari kerumah Wa Aru untuk memberikan yang separuh..
Ia sedang di depan perangkat makan yang hendak di cucinya
" Kamu makan apa?"
Wa Aru tahu aku membagikan pada nenek separuhnya
" Aku? Aku hanya perlu airnya untuk obat pusing...
Paman memberiku arak dua gelas tadi malam...." jawabku seraya duduk di sebelahnya..
" Seharusnya kamu menolak ,pamanmu tidak baik..." kata Wa Aru seraya menyendok kelapa pemberianku...
" Sulit...paman suka segala hal yang dipikul bersama...ia sendiri terpaksa minum karena paman.La Ridwan memaksa paman membeli minuman..,ha ..ha..ha..ia kalah judi banyak oleh paman La Ode..." jawabku seraya tersenyum...
Tapi dia tidak turut tersenyum.Ia sangat tidak merasa bahagia dengan kabarku
" Kamu koq suka ,punya keluarga yang minum dan judi..."
Wa Aru mencoba meluruskan aku..
" Wa Aru...kamu tahu sendiri..aku hanya anak yang terdampar dilaut dan ditemukan keluarga mereka..itupun baru setahun lalu...Aku belum bisa mengatur..." jawabku agak berbisik
" Jadi ,kamu berencana akan pulang ke Jakarta dan kalau sudah kaya,akan kembali kesini?" Wa Aru bertanya...
Aku tersenyum dan mengangguk.
Keheningan membawa  angan masing masing tiba tiba menyeruak..
Angin berhembus dari luar menggoyang goyang tirai dan beberapa lembar kertas bekas bungkus makanan beterbangan
Ketika satu menerpa wajahnya,Wa Aru menepis tapi tidak diam saja

" Ayaaah...Richard ingin kembali ke Jakarta...!" tiba tiba Wa Aru berteriak memanggil ayahnya..
Sang ayah keluar dan duduk disebelahku seraya mengelus punggungku
Aku diam,pasti ada sesuatu yang ingin ia samapaikan serius
" Nak..sejak kamu kami temukan,kamu bukan anak keluarga Laode saja,tapi juga anakku..." katanya sambil menatap laut di belakang kami...
Aku tertunduk...
Tapi aku tidak ingin berkata kata...
" Wa Aru punya tabungan yang cukup,pulanglah dan segera kembali untuk kebaikan paman dan kakek nenekmu"
Ayah Wa Aru tanpa bertele tele mencoba mengangkat bebanku...
Aku merasa seperti melihat dewa di siang hari,sekaligus bingung ..aku diusir apa ditolong ,fikirku..Maka aku segera basa basi yang juga seperti menang berjudi perasaan dua pilihan,ketolong syukur ..nggak dapat duit syukur
" Paman...semula saya tidak ingin pulang ke Jakarta,...
Saya tidak ingin membebani biaya tiket kapal pada siapapun...                                                                                                                             Tapi kalau saya sudah bisa menangkap ikan dilaut,baru saya pulang.Ikan ikan itu akan saya jual untuk membeli tiket kapal " Kata kataku yang terakhir rupanya didengar oleh nenek yang tiba tiba menyusulku...
Nenek menangis,ia memeluk aku..dan ia melambai tangan kepada Wa Aru agar mendekat,maka kami berdua dipeluknya
                                                                                                             * * * * *
Singkat ceritera,aku sudah diberikan kebaikan luar biasa oleh Allah Swt,digerakan Nya hati keluarga di pulau terpencil itu untuk menyelamatkan aku.
Saat ini aku telah berada di kapal yang sedang membawa penumpangnya untuk berlabuh di pelabuhan. Tanjung Priok.
Kuingat ingat lagi,saat aku juga menumpang kapal.ini sendirian dari Jakarta menuju Bau Bau...
Aku ingin menulis hal pulau penghasil aspal
Hanya saja,saat akan menuju pulau Wajo,kapal motor yang kutumpangi terhantam badai dan tenggelam diperairan Wanci..
Untunglah seorang nelayan menolongku hingga selamat,yaitu paman Laode.
Tapi seluruh bawaanku terbawa air laut ,jadilah terlantar dipulau asing bagiku .Untung saja keluarga Paman La Ode baik
" Melamun nak?" tegur seseorang dibelakangku,saat lamunanku hampir ,mebuat aku menjadi patung hidup.
" Oh...tidak..hanya memandangi ikan terbang yang adu cepat dengan kapal ini,itu...itu pak" aku mengalihkan pembicaraan ...
" Oooh...banyak sekaliii !!! Neny...sini! Lihat ikan terbang!"
Bapak itu terkagum kagum dan berseru memanggil puterinya..Dari kejauhan,seorang gadis menyahut
" Bosan lihatnya ,yaah....Biasanya buat makan pagi,untuk lauk kasoami ( semacam parutan singkong dikukus)"
Ayah gadis itu tidak menunggu puterinya lagi,ia puas bicara ditemani aku
" Ayah lahir besar di Jakarta,tentu kagum lihat hal seperti ini ....wuiiih! Sebesar lengan....!
Eh,Nenny! ..kita main kartu saja,mumpung ada teman..!!" serunya. Kali ini puterinya mendekat dan ketika melihatku ,ia mendekatiku untuk bersalaman.

Karena aku memang butuh teman supaya tidak melamun,terpaksa akupun menurut bermain kartu berempat,yang seorang adalah Edy ,ia kakak laki lski Neny.
Memang di dek itu tempat penumpang kelas ekonomi tempatnya...kami seperti satwa yang kamar dan halamannya jadi satu.
Ditikar bawaan mereka,kami bermain
" Saya tinggal di Roxi,kalau sudah di Jakarta,singgahlah disana" kata Neny saat usai bermain sebab ransum makan.suang mulai dibagikan
" Insya Allah...ayahmu pekerja apa ?" tanyaku sambil menuang teh ke gelasnya
"eiit..jangan kebanyakan,nanti persedian kita habis sebelum mendarat..." serunya,aku baru sadar bahwa seorang gadis selalu berhati hati..he...he...he
" Ayahku seorang polisi.Ibuku dari Bu Bau,bertemu ayah di perantauan.Baru dua kali ayah ke kampung ibu..." jawabnya setelah tehnya batal kutuang penuh digelas
" Eh,kamu koq sendiri?Kalau cari kerja di Jakarta,minta tolong ayah saja,banyak kenalan" tiba tiba ia seperti seorang kakak pada adiknya
" Aku?...ya sendiri ,aku ingin jadi pengusaha,kamu boleh ikut bantu pemasaran,aku tinggal di Cibubur dengan keluargaku" jawabku menjelaskan hal aku sedikit..
Neny berfikir sejenak..lalu bertanya
" Okey....mm..tapi kapan aku akan mulai bekerja?"
Kami berpandangan sejenak,lalu diam dan akhirnya tertawa bersama.Yaah...aku baru ingin jadi pengusaha...ha...ha ..ha kritis juga Neny
Angin laut kembali menyapa sepertinya rindu aku untuk digoda ,dan  seperti ingin ikutan bergelak....
Diterbangkannya remah dan bekas rokok serta plastik bekas makanan diatas dek kapal itu...
                                                                                                                            * * * * *
Seminggu kemudian,aku sudah benar benar pulang di rumahku di bilangan cibubur. Dirumah aku sebatangkara,kedua orang tuaku wafat dua tahun lalu.Aku juga tidak diberi adik,dan aku ank satau taunya
Hanya saja ,aku banyak kenalan dan tetangga yang baik,sehingga hidupku serasa isi
Saat ini,seorang tetanggaku kena imbasan masalah besar ,namanya mpok Warni
" Bang,setel tv nya jangan keceng kenceng,bisiiing nich..kaya di terminal aja.." seru mpok Warni pada petak sebelah...mereka sama sama penghuni rumah petak kontrakan
Tapi suara tv malh tambah kenceg
" Blag!! blag!!..." mpok Warni memukulkan bantal
" Hoi.....!! pelanin!!! " bentaknya lagi.
Tapi suara tv tetap aja kencang,mpok Warni nekat mendobrak pintu tetangganya
Tiba tiba , " Tolooong...!!! ",Mpok Warni menjerit
Mereka tinggal dibelakang rumahku ,jadi aku mendengar semuanya.
Maka berlari keluar untuk menolong,
Beberapa tetangga menyusul ,sebagian masuk kerumah petak itu,termasuk aku....,
Ketika aku.masuk ke ruang depan,yang mula mula kulihat adalah mpok Warni yang sudah pingsan , disebelahnya seorang balita memainkan tv yang berada di atas kasur lantai..Sesaat kemudian,aku melihat sepasang kaki tanpa menyentuh tanah,sebab bagian atasnya tergantung seutas tali...

Ya..seseorang menggantung diri didepan puterinya yang masih balita...                            Seketika hiruk pikuk dirumah itu tak tercegah...                                                   
               Beberapa orang memanggil pak RT dan ada yang langsung menelpone polisi...
Ketika petugas berdatangan,aku sedang membantu menata kursi pelayat dan bersiap memandikan jenazah...
Tiba tiba seorang menegurku..
" Nak Richard ,...tinggal di sini?" Oow...ayah Neny sedang bertugas,beliau ternyata memang Polisi,beliau salah seorang anggauta Polsek Ciracas yang berwenang watas wilayah Cibubur....
" Betul pak...bagaimana?sehat sehat saja Neny?..itu rumah saya.." jawabku seraya menjabat tanganya..
" Baik..dia suka nanya kamu...oh ya..apa kerja almarhum?" tanya beliau tanpa sungkang sungkan dan tidak ragu kejujuranku menjawab..
Aku mengingat ingat sejenak,
" Sepengetahuan saya,...e,sopir bus  pak..setahu kami di kampung ini, ia orangnya alim..nggak nyangka nekad gitu..." jawabku dan ayah Neny mencatat...
" Apakah bukan asli kampung ini? Kira kira bermasalah apa?" tanya beliau lagi..
" Itulah masalahnya,almarhum kurang kami ketahui asal usulnya...Soalnya,dia pindah baru dua bulan,melanjutkan kontrak pak Refal,..dia bilang ,pak Refal mantan sopirnya..ia dahulu kenek" jawabku..
" Jadi pindah belum sempat lapor RT/RW?..ada isteri? Oh ya...pak Refal itu ada tinggalan identitasnya?" tanya beliau lagi dan masih banyak hingga pemeriksaan manual jenazah dan tanpa autopsi,jenazah boleh dimakamkan.
                                                                                                             * * * * *

Suatu siang,Pardi ,seorang preman pelindung para begal ,copet dan sebagainya di wilayahnya ,ia berkumis tebal,ia duduk menghadap meja penuh botol bir hitam..     
 Sesekali asap rokoknya dihembuskan ke batu akiknya,lalu.digosok gosok dengan tissue.
 " Kodirun,, lima puluh kali dua belas berapa?" tanya dia seraya masih menggosok akik
Yang ditanya,sedang menyuapi gadisnya dengan segelas bir,dan ia sendiri barusan meminum sekaligus tiga gelas...
" Menurut kang Pardi...berapa?" jawabnya agak ketawa...
" Sialaaan!!" yang bertanya mendekat ,kakinya menendang meja...
Kodirun dan gadisnya bukannya takut,malah ngakak.
Pardi mencengkeram kerah baju Kodirun..
" Heh..gila! pengin mampus ?"...plak..!..plak! tamparan keras di pipi Kodirun...
" Ampun..! Maaf kang..." Kodirun meringis kesakitan..tapi ia tahu ,Pardi bukan marah betulan
" Kamu sudah minum duabelas botol birku..bayar dulu..aku mau ke Cibubur...Lihat keadaan keluarga
Si Aries yang dikerjain sampai gantung diri..." ,Pardi duduk kembali setelah bicara..
Kodirun pura pura taat                                                                                                                                                                                                             " Okey....okey... kang..tunggu sebentar " suaranya  menjadi pelan
Lalu pada gadisnya ia bicara
"Yang..he..he..he..bayari dhisit..duwitku nang umah (bayar dulu,uangku dirumah)" Kata Kodirun jelas menipu pada korban yang tahu akal tipuannya...
"Dasar preman, Mau bayar minuman ke orang ,tapi minta cewek yang mbayar.." gerutu gadis itu seraya merogoh saku jeans
" Kang..ini uang terakhir hasil kita minggu ini..jangan minum lagi.." kata gadis itu saat menyerahkan uang dengan agak berat hati.....
Pardi menerima uang dan bekata kata sebalum ia meninggalkan ruangan itu
"Kalian boleh disini,tapi jangan bawa korbanmu kesini sini untuk di embat .Kerjain aja  di tempat lain,nanti kalau ada masalah,aku yang tangani..."
Laki laki gila itu menasihati rekannya yang lebih gila 
" Alaaah kang Pardi...ya nggak mungkin lah, ..kami sudah pensiun..Kami nggak mau mancing cowok untuk di blejeti...nggak mau maliiing...nggak mau nyopet bareng bareng ngebola   ..." Kata Kodirun meyakinkan..
"Lha..yang buat makan kamu apa?" tanya Pardi...
" Kami terpaksa ikut bang Ronald...ya gitu..jadi kurir dagangannya..." jawab Kodirun
" Hati hati...si Aries mati gara gara ngikut dia kemarin...kamu mau mati?" tanya Pardi...
" Ha...ha..ha..tahu Aries ninggal dari siapa?" tanya Kodirun yang sudah mabuk...
Pardi diam sesaat..
" Dari keneknya,ia kesini lantaran batal narik" jawabnya masih bingung atas peristiwa itu
Kodirun dan gadisnya berbhak lagi
"Aries mati karena kami yang kerjain..Masalahnya,dia bawa duit gedhe milik bang Ronald ,                                                                                                                                   Ia nggak balik balik malah duitnya buat kawin lagi..
Jadi..kemarin pagi pagi sekali, bang Ronald suruh saya beresin...Aries ,nih kang...saya yang gantung dia ..." jawab Kodirun terang2 an seraya menepuk dada ...
Pardi terkesiap,tapi pura pura tenang dan segera menyiapkan siasat
" Oooh pantes..giutu ya? Ach..aku batal kesana...Ok,kalian minum lagi aja..aku tungguin kalian,kalau perlu gratiiiis..."
kata Pardi basa basi ,
Kodirun terbahak bahak lagi
Ternyata mereka gangster daerah yang bisa melakukan kriminil apa saja sewaktu waktu..
Tapi kali ini,seketika pecah jadi dua kubu...
Pardi marah diam diam dan ia menuangkan racun babi kedalam botol bir yang baru ia buka.
Setelah kedua penjahat kakap itu agak pingsan,kepalanya di hantam dengan kunci inggris.
Mayatnya disimpan di karung dan di bawa dengan mobil.
Pardi membawanya untuk dibuang ,dan iapun menelpone Polisi yang bertugas dengan telepone umum,memberitahukan hal Kodirun dan Ronald secara terperinci.Polisi tanggap,ada kericuhan dalam tubuh geng sehingga mereka menangani dengan cara mereka,ngadu...he...he
                                                                                                           * * * * *
Di sebuah rumah yang pekaranganya menyentuh sungai ciliwung di bilangan Matraman ,Disana adalah gudang pengemasan makanan,
Ronald sang boss sedang mengawasi orang mengemas beberapa peti kardus,di atasnya tertera sticker label : " Kurma" 100% Halal."                                                                                     Dan ada gambar minyak serta pohon kurma di dalam ilustrasinya.
" Yang sudah siap,bawa ke perahu motor,biar Kodirun yang bawa jalan laut ke Surabaya" kata Ronald pada anak buahnya...
Tiba tiba seorang anak buahnya mendekat dan menunjukkan foto dua orang terkapar tak bernyawa..
" Ada seseorang barusan mebgirm foto ini bang..bagaimana?"  tanya dia panik
" Celaka!!..SiKodirun dan ceweknya mati!!..berarti,sudah ada yang tahu kita...gawaaaat!" Ronald kebingungan...
Sesaat kemudian ia mengumpulkan uangnya di sebuah koper besar,ia bersiap kabur..
Benar saja,Selagi ia akan melarikan diri,sebuah suara dari Toa pengeras suara membentaknya
" Saudara Ronald...tempat ini sudah terkepung!! Jika bersenjata,letakkan!": suara keras Polisi yang mengancamnya...
Ronald panik,tiba tiba ia ingat jalan keluar dari kepungan lawan yang sudah ia rencanakan lama...
Ia menyalakan audio suara tembakan dari lantai atas,seraya membakar pakaian dan tempat tidurnya,seta seluruh barang buktinya...
Sementara ia sendiri membuka kamar mandi yang memiliki pintu rahasia ke bawah tanah yang cukup untuk meluncur dengan perahu motor muat dua orang.
Ia berhasil kabur,sebab perhatian Polisi pada suara tembakan dan kebakaran disana sini ,dikiranya sesama gangster saling menembak berebut selamat.
Sesampainya diseberang agak jauh,Ronald mengganti angkutannya dengan sebuah pickup yang tadi sudah dihubungi.Akhirnya ia sampai dipelabuhan Tanjung Priok,membeli Tiket Pelni,kapal penumpang Bogowonto.Jurusan Jakarta  - Ambon
                                                                                                                                 *    *    *    *    *
Aku yang telah mengalami hal hal buruk,menjadi lebih ingin menyendiri dan menerawang mencari celah kehidupan yang dapat kutempuh bersama Wa Aru dan keluarganya. Tetapi,Neny tak jarang menelpone aku dan ayahnya juga kerap mengajakku berkunjung ke Polsek.
Akhir akhir ini sering mengeluh kegagalan penangkapan para pelaku kejahatn yang meresahkan ibukota.Contohnya Ronald dan teman temannya.
" Nak Richard,saya bisa minta tolong ?" tanya ayah Neny suatu sore.
" Apa yang dapat saya lakukan pak?" tanyaku siap seperti biasa
" Neny dan kakanya harus bekerja di perusahaan yang baru menerima mereka.Saya ingin buka usaha kecil kecilan dirumah untuk menambah pendapatan, nak Richard tahu,sebantar lagi saya pensiun,dan ikota ini kebutuhannya banyak.." kata beliau
" Selagi saya dapat membantu,Insya Allah saya akan bantu pak...usaha apa itu pak ?" tanyaku
" Saya ingin membuat minyak kelapa,nak Richard bisa memasarkan kan?" tanya beliau
" Oh bisa ,Insya Allah bisa...hal itu bvisa saya lakukan pak" jawabku
Maka,kemudian aku setiap hari berada di rumah Neny,dan semakin hari Neny semakin merasa memiliki aku yang sesungguhnya ,hanya mencinta Wa Aru .
Aku mulai cemas,takut menggoyahkan jiwanya bila tahu aku akan menolak berhubungan lebih jauh.
Selagi dilema itu menerpa,tiba tiba Wa Aru menelpoone dari Wanci
" Abang....ada yang mau melamarku di sini..kalau bisa kamu datang..."  pesannya dengan nada  panik.
" Wa Aru,,,kamu menelpone dari mana ? " tanyaku
" Dari Bau Bau bang...saya di rumah saudara ,kebetulan pejabat kota " jawab  Wa Aru
"Ooh..pantas kamu bisa menelpone,...oh ya,yang melamar itu orang asli dari kampung kita?" tanyaku
" Bukan....ia pendatang,mengaku pedagang jeans dari Ambon,tapi orangnya sereeem...setiap malam mabuk bersama paman La Ode dan lainnya,..mereka menjadi penjudi parah semua,lebih bobrok dari yang lalu.." katanya
Aku berfikir sejenak,....
" Baiklah,saya akan segera menjemput kamu,sebelum terlambat.....kamu pulang dulu ke Wanci,aku datang "  kataku pada akhirnya
" Tapi...apa ayah tidak kena bahaya...? Sepertinya orang itu suka mengancam.." kata Wa Aru panik
" Ach...nanti kita bawa ayah ke Jakarta..." jawabku
Wa Aru setuju,iapun berjanji akan berbicara pada ayahnya untuk mengajak hijrah ke ibukota
Aku segera menemui ayah Neny untuk berpamitan....
" Jadi nak Richard akan ke Buton untuk menjemput calon isteri ? Tapi...ach...nanti saja saya katakan kalau sudah kembali dari sana" jawab ayah Nenny sewaktu saya berpamitan
Ayah  Neny mengambil uang dari almarinya untuk membekali aku,tiba tiba ada telpone berdering,beliau mendengarkan dan ,tiba tiba ia merasa kegirangan...
" Sebentar,orangnya masih disini" kata beliau belum menutup telepon dan ia melambai padaku,menyerahkan gagang telepone itu
" Saya pak,ada yang dapat saya kerjakan?" tanyaku
" Begini saudara  Richard,buronan kami dilaporkan sedang berada di sebuah pulau kecil di Sulawesi Tenggara,jadi anda akan kami kawal kesana,nanti jika terbukti ia disana,akan kami sergap dan anda bisa kembali bersama tim buru sergap kami ,tanpa biaya " kata yang diseberang
" Siap pak...Insya Allah saya akan tunjukkan lokasi lokasi yang dapat dijadikan tempat persembunyiannya di sana"
                                                                                                                  *   *    *    *    *
Kapal kami merapat dipelabuhan Bau Bau,selanjutnya kami menggunakan kapal motor menuju pulau Wanci diperairan Wangi Wangi.
Perahu motor berlabuh tepat dibelakang rumah panggung kami,dan malam hari itu kami mengendap endap turun dari kapal motor langusng menuju ruang tamu panggung kami,pasti paman La Ode sedang minum minum bersama buronan Polisi Cibubur.
Ternyata benar,hanya saat itu Ronald sudah mabuk berat mengacungkan sebuah pestol dan menembak kearah rumah di sampingnya....tiba tiba terdengar sebuah jerit yang anita kukenal,Wa Aru...ach..astaghfirullah....!!benar..pasti suatanya..Benar saja,...ia bersimbah darah saat peluru Ronald menembus didnding bambu kamarnya dan tepat menghunjam dadanya..
Anggauta  Polisi segera menyergap Ronald,tapi....nyawaku sudah hampir tercabut dari tubuh.Panik,sedih dan marah berbaur menjadi satu  memeluk W a Aru yang sekarat...
" Baaaang...dingggin" rintihnya,aku berurai air mata....
Ayah wa Aru tiba tiba memeluknya dari arah depanku,ia  menangis sejadinya,spertiku Ya..kami sadar, kami telah kehilangan seseorang yang sangat kucinta.Akupun pingsan,hingga saat Wqa Aru dimakamkan,dan saat aku dibawa kembali ke jakarta oleh petugas 
                                                           
                                                                                                                   *    *    *    *    *
Neny menunggu di sebuah kursi ,aku berbaring di sebuah zaal rumah sakit.
Ia membersihkan meja dari remah makanan yang dimakannya saat aku pingsan ,
Tiba tiba ia tersenyum melihat aku siuman
" Bang..ach syukurlah cepat sadar..eh,ya nggak lah..ini hari ketujuh abang pingsan.." ia masih becanda,memang ia belum mapu merasakan apa yang kurasakan..Aku diam saja 
"Sejak  abang melihat Wa Aru terakhir kalinya,sudah tak sadarkan diri hingga beberapa hari ,dan para Polisi membawa kekapal dalam keadaan tak sadarkan diri.Nah. di Jakarta ini..abang  terus dibawa ke Rumah Sakit ini,Rumah Sakit  Polri Kramat Jati
Aku mendengarkan masih diam tapi,saat aku memeriksa tunuhku yang tiba tiba merasa ada yang menjadi tambahan anggauta ku,ya slang infus menyulitkanku bergerak
Aku mengangguk,...tanda paham atas ucapannya,tapi belum ingin bicara.Neny tanggap bahwa aku tidak merespon apapun perasaan cintanya,,tapi ia tidak mudah menyerah..setidaknya ia merasa menjadi adikku
Ketika beberapa hari aku tidak mau berbicara lagi,Neny dan ayahnya agak panik.Sebab makan dan minumpun  sangat sedikit.
Saat aku hampir mengakhiri hidupku sendiri yang kecewa dengan kejahatan...kecewa dengan kegagalan..tiba iba selembar surat kutemukan di balik bantalku
" Abang Richard..    Neny tahu,hanya dia yang dihati abang..    Tapi Neny dan abang tahu,dia sudah mendahului kita..
Jika abang pernah melihat hidup seseorang berakhir,apa Neny akan membiarkan hidup abang berakhir?
Abang pernah dihadapkan pada hal yang sangat tidak ingin abang alami...abang kehilangan dia
Neny juga tidak ingin mengalami hal yang tidak ingin Neny alami ,yakni kehilangan sesorang terbaik di hati Nenny....
Setidaknya,...jangan abang menjadi sumber kepedihan orang lain..Salam sehat,Nenny "
Aku tersadar bahwa aku terlalu egois,sulit menerima hal yang tidak ingin aku terima,dan aku lupa bahwa hidup mati ada suratannya,Ada Allah Swt yang mengadili siapapun yang menginginkan akhir hidup mahluknya ddi dunia ini selain Dia....
Maafkan aku Neny....
Ketika ia masuk zaal untuk mengantar makan siang,aku memeluknya ..
Ia berlinang air mata,dan mendekapku erat sekali..
Dalam hatiku bertanya:
" Itukah cinta ? Dihatinya ada aku yang ia harapkan menjadi milknya..
Aku juga punya,tapi apa salahnya kuberikan padanya sekarang?
Wa Aru..ada cinta dihatiku...untuk kamu..Tapi kamu tidak butuh sekarang,biar kubagikan padanya di dunia ini,...Kelak,disana..kita tanam lagi benih kembang cinta selamanya                                                                            TAMAT